The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 53 - String of Distance


__ADS_3

"String of Distance..."


Semua warga masih setengah jalan ke arah gerbang itu. Izuru dan yang lain segera ikut ke sana untuk melindungi warga yang ada di belakang.


"Yang Mulia, anda harus berlari lebih cepat! Jika tidak anda bisa tertinggal!" Kata Izuru bertemu Ratu bersama Putri Clara di belakang rombongan.


"Maaf, aku hanya bisa secepat ini." Kata Ratu terengah-engah.


"Teruslah berlari, aku akan melindungi anda di belakang." Kata Izuru.


"Terima kasih untuk semuanya."


Di belakang bagian lain Iona dan Rin berlari bersama di belakang rombongan. Tapi, tampaknya Rin merasa sedikit gelisah.


"Ada apa Rin?" Tanya Iona.


"Aku merasakan sesuatu di depan, seperti energi mana yang mengalir. Tapi rasanya sedikit berbeda." Jawab Rin.


"Mungkin itu hanya perasaanmu saja."


"Sepertinya begitu."


Semuanya terus berlari sampai di terowongan gerbang keluar. Benang terlihat mengelilingi bagian luar dinding kerajaan dan ribuan benang berada di bawah tanah. Seluruh benang itu bergetar dan berubah warna menjadi merah.


"Gawat! Semuanya berhenti...!" Teriak Rin.


"Ada apa!?" Tanya Izuru dan Iona.


"Cepat hentikan semua orang..!"


"Semuanya berhenti...! Jangan keluar....!" Teriak Izuru, Iona, dan Rin.


Tapi banyak orang sudah terlanjur keluar dari terowongan gerbang itu. Tiba-tiba dari bawah tanah keluar benang yang membentang ke samping, benang-benang itu memotong semua orang yang sudah keluar dari kerajaan menjadi berkeping-keping. Semua warga lain yang menyaksikan kejadian tersebut langsung panik dan segera berlari ke belakang. Tapi warga yang ada di belakangnya menabrak yang ada di depan dan membuat beberapa yang ada di depan terdorong keluar dan ikut terpotong oleh ribuan benang yang bergerak-gerak menjadi dinding penghalang.


Warga hanya terdiam melihat kejadian itu, yang lain menjadi panik dan berlarian masuk ke kota. Izuru dan yang lain segera berlari ke sana untuk melihat apa yang terjadi.


"Apa yang terjadi!?" Tanya Izuru keluar dari beberapa warga yang masih ada di sana. Seketika Izuru terkejut melihat keadaan para warga mati dengan banyak bagian tubuh terpisah-pisah.


"Ada apa....?" Tanya Iona datang dari belakang. Wajahnya seketika menjadi pucat dan langsung pergi sambil menutup mulutnya dengan tangan.


"Tidak... Ini semua salahku." Kata Ratu jatuh terduduk di lantai.


"Yang Mulia!" Izuru menghampiri Ratu dan membantunya berdiri.


"Ini semua salahku... Karena perintahku semuanya jadi seperti ini." Kata Ratu kelihatan sangat syok.


"Ayo kita pergi Yang Mulia. Semuanya tolong pulang ke rumah masih-masih!" Kata Izuru menyuruh semuanya untuk pergi.


Rencana melarikan diri gagal total dan 7 orang warga yang menjadi korbannya. Izuru dan yang lain kembali ke tempat persembunyian. Mereka duduk diam tanpa bicara satu sama lain.

__ADS_1


"Maafkan aku, semua ini salahku." Kata Ratu menundakkan kepalanya.


"Tidak ada tahu jika ada jebakan di luar, karena itu jangan menyalahkan dari anda sendiri." Kata Rin.


"Jika aku menyerahkan diri, apa semuanya akan dilepaskan?" Tanya Ratu.


"Sepertinya tidak akan, karena yang di cari olehnya adalah Busur Legendaris milik Putri." Jawab Izuru.


"Jika kita menyerahkan busur itu. Entah apa yang akan mereka lakukan dengan busur itu, aku yakin bukan sesuatu yang baik." Kata Rin.


"Kalau begitu apa yang harus kita lakukan? Bagaimana kita bisa pergi dari sini?" Tanya Ratu mulai putus asa.


"Cara satu-satunya hanyalah mengalahkan orang yang mengambil alih kerajaan ini.' Kata Izuru.


"Kau mengatakannya seakan-akan itu mudah." Kata Iona.


"Perhatian kalian para penyusup...!" Suara teriakan terdengar dari luar. Semuanya langsung naik ke atas untuk melihat apa yang terjadi.


"Apa yang terjadi?" Tanya Ratu.


"Ini peringatan dari penguasa baru Kerajaan Claric, Nona Shiori yang hebat...! Jika kalian tidak pergi depan istana dan menyerahkan busur itu, kami akan mengeksekusi semua warga sekaligus...!" Teriak Dramist dengan lantang dari balkon istana.


"Sial, tidak ada pilihan lain. Ayo semuanya!" Kata Izuru berlari pergi ke arah Istana.


Di depan istana sudah ada banyak warga yang diikat bersama-sama dengan para prajurit di sekelilingnya.


"Aku akan menghitung mundur dari sekarang...! Tiga...!" Teriak Dramist mulai menghitung.


"Biasanya mereka akan menunggu sampai hitungan terakhir, baguslah ini jadi lebih cepat." Kata Dramist. "Kalian bawa busur itu?" Sambung Dramist.


"Tentu saja! Apa kau tidak melihat busur besar di punggungku ini?" Tanya Izuru.


"Ternyata seperti itu bentuknya. Cepat ambil busur itu, bawa juga anak yang mengaktifkannya!" Kata Dramist, lalu salah satu prajurit mendekat ke pada Izuru.


"Tapi ada satu syarat." Kata Izuru.


"Syarat?" Tanya Dramist bingung.


"Aku ingin bertemu dengan pimpinanmu, Shiori!"


"Untuk apa kau ingin bertemu dengannya?" Tanya Dramist.


"Aku yakin dia juga ingin menemui ku." Jawab Izuru tersenyum.


"Benar juga, kau orang yang menarik perhatian Shiori. Baiklah, aku izinkan."


"Ayo Putri, dan Asura juga." Kata Izuru, lalu mereka bertiga berjalan mendekat ke gerbang istana.


"Tunggu! Kenapa wanita bertanduk itu ikut?" Tanya Prajurit di depan gerbang.

__ADS_1


"Dia yang akan menjamin keselamatan Putri." Jawab Izuru.


"Sudahlah, lagi pula dia hanya Wanita." Kata Prajurit itu membiarkan mereka masuk.


...*****...


"Shiori, mereka sudah datang." Kata Dramist menemui Shiori di ruang tahta.


"Biarkan mereka berdua masuk, jangan yang satunya." Kata Shiori.


"Baiklah." Kata Dramist lalu pergi keluar dari ruang tahta dan menemui mereka bertiga.


"Dia ingin kalian berdua saja yang masuk, tidak dengan wanita ini." Kata Dramist.


"Asura, kami masuk dulu." Kata Izuru lalu masuk ke dalam ruang tahta bersama Putri Clara. Mereka sampai di belakang Shiori yang tengah melihat keluar dari lubang besar di dinding.


"Kemarikan Busur dan anak itu." Kata Shiori berbalik badan.


"Apa yang akan kau lakukan pada Putri?" Tanya Izuru.


"Tenang saja, aku tidak akan membunuhnya." Jawab Shiori.


"Satu pertanyaan lagi. Apa sebenarnya tujuanmu mengumpulkan senjata legendaris?" Tanya Izuru.


"Apa tujuanku? Aku akan memberitahumu setelah kau memutuskan bergabung."


"Aku tidak mau bergabung sebelum kau memberitahu tujuanmu!"


"Apa keadaan dunia ini belum cukup untuk menjawab pertanyaanmu?" Tanya Shiori berjalan ke arah Izuru dan Putri Clara.


"Apa maksudmu?"


"Tentu saja semua sisi buruk dunia ini." Kata Shiori berjalan memutari mereka berdua.


"Jadi, idealisme adalah tujuanmu?" Tanya Izuru.


"Lebih dari itu, ini juga demi seluruh negeri. Jika ada kekuatan besar, pasti akan ada perang untuk memperebutkan kekuatan itu. Karena itu kami mengambil semuanya tanpa mengakibatkan perang besar, dan semua kekuatan itu tidak akan pernah jatuh ke tangan yang salah." Kata Shiori berhenti di depan Izuru dan Putri.


"Karena itu, berikan busur itu...!" Kata Shiori menggerakkan tangannya ke depan dan benang-benang muncul dari belakang, lalu menarik Putri Clara kebelakang.


"Putri...!"


"Berikan Busur itu...!" Shiori dengan cepat menarik Izuru dengan benangnya ke bawah.


Izuru tertarik ke bawah dan tidak bisa bergerak. Busur itu jatuh dari bahu Izuru dan jatuh ke tangan Shiori. Shiori lalu membawa busur itu dan berjalan ke arah Putri.


"Kau memiliki jiwa yang murni, kau cocok menjadi wadah kekuatan ini." Kata Shiori di depan wajah Putri Clara yang tampak ketakutan.


Bersambung...

__ADS_1



__ADS_2