
"Tentu saja untuk menghancurkan semua Senjata itu." Ucap Nathasia.
"Tapi, bukankah senjata itu digunakan untuk kebaikan? Kenapa kalian ingin menghancurkannya?" Tanya Izuru.
"Aku sudah cukup banyak bicara. Oh ya, kami tidak peduli soal apa yang akan orang lakukan dengan senjata itu, kami juga tidak peduli berapa banyak nyawa yang harus hilang untuk mengumpulkan semuanya. Dan selamat tinggal." Ucap Nathasia mengangkat satu tangannya dan mengubahnya menjadi senjata tajam.
Wajah Izuru sudah mulai terlihat berkeringat. Tepat sebelum Nathasia menjatuhkan Izuru dari Fhsyle, tiba-tiba dari belakang muncul sebuah sinar yang melesat ke punggung Nathasia dan menembus tulangnya.
"Apa...!?" Teriak Nathasia terkejut. Seketika tangannya melepaskan leher Izuru.
Izuru yang jatuh segera meraih ujung lantai yang penuh dengan retakan. Setelah satu tangannya berhasil berpegangan, tangan kiri juga di angkat untuk membantu berpegangan.
Nathasia yang masih dalam keadaan terkejut menoleh kebelakang sambil menutup luka di punggungnya dengan satu tangan. Di sana ia melihat orang-orang bar berkumpul di seberangnya.
"Ternyata kau pengacau nya huh?" Ucap salah satu orang di sana.
"Ternyata kau orang yang membuat kami dituduh!" Ucap salah satu wanita di sana.
"Ayo maju...!" Teriak salah satu dari mereka, dan kemudian semuanya berlari ke arah Nathasia. Ada yang hanya menggunakan tangan kosong, ada juga beberapa yang menggunakan senjata acak.
"Kalian bodoh!" Teriak Nathasia memukul wajah orang pertama yang maju dan menendang orang kedua. Beberapa orang berdatang lagi, dengan cepat Nathasia menghindari serangan mereka dan mencekik leher dua orang. Setelah itu menggunakan dua orang itu untuk memukul yang lain satu per satu.
Walau begitu mereka terlalu banyak dan akhirnya berhasil mengepung Nathasia. Nathasia yang semakin marah mulai menggunakan sihir di saat ia terkepung. Sebuah ledakan yang cukup besar tercipta di tengah-tengah mereka semua, membuat orang-orang terlempar dan meninggalkan Nathasia di tengah. Ledakan itu juga membuat pegangan Izuru terlepas, namun dari atas seseorang meraih tangannya sebelum Izuru jatuh dan menariknya sampai ke atas.
"Kenapa kalian masih saja peduli pada para Malaikat itu!? Apakah diperlakukan buruk selama bertahun-tahun masih belum cukup untuk membuat kalian mengerti?" Tanya Nathasia.
Dari arah lain dua pria besar berlari cepat ke arah Nathasia. Yang pertama adalah ras Beast dengan cakar tajam di tangannya, ia berlari jauh lebih cepat dari pada pria di belakangnya. Pria Beast itu langsung memberikan serangan beruntun dengan cakar dan kepalan tangan. Nathasia tidak bisa menghindari serangan secepat itu dan membuatnya terluka.
Saat ia terpojok karena serangan pria Beast itu, dari belakang muncul pria bertanduk besar yang berlari cepat ke arah Nathasia. Dengan kecepatan penuh Nathasia ditabrak dengan tanduk pria itu sampai membuatnya terpental dan berguling di lantai. Sampai akhirnya berhenti di ujung jurang.
"Kami tidak membantu para Malaikat. Kami membantu anak laki-laki yang hampir kau bunuh itu." Ucap Pria bertanduk berdiri di depan Nathasia yang tersungkur di lantai penuh darah.
"Bagaimana pun juga dia adalah salah satu dari kami." Ucap Pria Beast di samping.
"Tujuan anak itu adalah untuk mengembalikan Senjata Legendaris pada para malaikat, bukankah itu sama saja dengan membantu mereka!? Itu artinya kalian juga sedang membantu para malaikat!" Ucap Nathasia dengan tubuh yang penuh dengan luka dan darah.
__ADS_1
"Kami tidak peduli dengan hal itu! Suatu saat nanti mereka juga akan sadar akan kesalahan mereka!" Teriak Pria Beast di depan Nathasia. Seketika semua orang di sana bersorak dengan lantang, percaya bahwa para malaikat akan berubah nanti.
Mendengar semua sorakan itu Nathasia menjadi sangat terkejut. "Tidak aku sangka... Jadi ini kekuatan sebuah perasaan." Ucap Nathasia mencoba berdiri perlahan.
...*****...
Di tempat lain, Lauren dan Profesor tengah meneruskan penelitian untuk membuat tiruan dari artefak sihir yang digunakan untuk menerbangkan Fhsyle ini. Mereka bekerja secepat mungkin karena kerusakan akibat serangan Nathasia sangat besar.
"Lauren! Berikan inti tenaganya!" Ucap Profesor.
"Baik!" Lauren segera mengambil sebuah kotak kayu yang di dalamnya terdapat sebuah kristal yang memancarkan energi yang besar.
Setelah memasukan kristal itu kedalam artefak sihir mereka segera berlari menjauh. Dan sebuah ledakan terjadi dengan cepat di ruangan itu. Tetapi, tidak ada satupun parang yang hancur, semuanya menjadi melayang di udara termasuk Lauren dan Profesor.
"Profesor! Kau berhasil!" Teriak Lauren kegirangan saat melayang di atas.
"Akhirnya dua tahun kerja keras kita terbayar! Ayo sekarang juga kita pergi mengganti artefak yang lama! Saat ini sudah mulai tidak stabil karena guncangan tadi." Ucap Profesor.
Setelah mereka mematikan Artefak itu, Profesor dan Lauren membawanya pergi ke lantai tiga.
...*****...
Serangan yang dilakukan oleh Boneka Nathasia itu tidak mengenai Destra, tetapi mengenai Artefak besar dibelakangnya. Seketika membuatnya meledak di waktu yang sama saat Lauren dan Profesor datang membawa Artefak tiruan. Destra, Meiro, dan Boneka Nathasia terpental akibat ledakan besar itu.
"Artefak intinya...!" Ucap Lauren panik.
"Cepat! Kita harus menggantinya sebelum artefak lainnya kehabisan tenaga!" Ucap Profesor.
Mereka segera turun dari tangga dan berlari masuk ke dalam asap bekas ledakan melewati Destra dan Meiro yang tersungkur di lantai.
"Hey! Kalian mau ke mana?" Tanya Destra ingin berdiri, tapi kakinya tiba-tiba di tarik oleh seseorang. Saat melihat kebelakang terlihat Boneka Nathasia yang wajahnya sudah tidak berbentuk lagi tengah memegang erat kaki Destra.
"Apa-apaan orang ini!?" Tanya Destra. Ia lalu mulai menendangi wajah boneka itu sampai ia melepaskan pegangannya.
"Ayo Meiro!" Destra mengangkat Meiro yang tidak sadarkan diri dengan penuh luka di wajahnya. Destra segera membawa lari Meiro ke jalan keluar. Saat sudah hampir sampai di pintu keluar, tiba-tiba ia berhenti karena teringat sesuatu.
__ADS_1
"Tunggu, Tombaknya..!" Ucap Destra teringat akan Tombak Legendaris yang ia tinggalkan di dekat tempat ledakan.
Saat Destra berbalik, Tombaknya sudah tidak ada juga Boneka Nathasia. Boneka wanita itu pasti sudah membawa kabur Tombak itu. Destra memperhatikan sekeliling ruangan besar itu, tetapi sudah tidak ada siapapun di sana kecuali Ia, Meiro, Lauren, dan Profesor.
...*****...
Nathasia dengan banyak luka di tubuhnya perlahan mulai bangkit di tempat, di hadapan semua orang di sana.
"Perlahan aku mulai menyadari sesuatu... Perasaan kalian yang kuat dan yakin akan satu hal." Ucap Nathasia pelan.
"ITU BENAR-BENAR NAIF...!" Teriak Nathasia di kalimat akhir dengan senyuman lebar. Tiba-tiba seluruh luka di tubuhnya sembuh dengan sangat cepat, dan hanya meninggalkan bercak darah.
"Ayo serang dia...!" Teriak semuanya kembali maju menyerbu Nathasia.
Saat Nathasia terkepung dengan banyak orang sekaligus, di sekitar tubuhnya di kelilingi oleh aura yang sangat kuat. Dan seketika...
"Dark Distortion."
Sebuah ledakan yang jauh lebih besar muncul dan menghancurkan segalanya dengan jarak puluhan meter.
Bersambung...
Promosi Karya baru!
Tahun 2036, dunia dimana teknologi full dive menjadi sangat populer di dunia saat ini, salah satunya adalah teknologi VRMMORPG full dive yang saat ini sangat populer di masyarakat.
Infinite Fantasy Zero World Online yang kini baru saja di rilis beberapa bulan yang lalu. Banyak player dari berbagai Server dunia memainkan game ini. Dalam game ini, para player akan di berikan potensi tanpa batas yang ada dalam game ini.
Mereka tidak hanya sebatas menjadi pahlawan atau yang lainya, tetapi mereka bisa menggapai potensi tanpa batas dalam game ini, game ini juga menyajikan tampilan dunia Fantasy Modern dengan berbagai pilihan job menarik yang bisa di peroleh dalam game ini.
Jangan lupa mampir ya!
Bagi yang mau karya baru kalian saya promosikan bisa masuk ke dalam Grup Whatsapp Land of Fantasy. Link grup ada di akun facebook Rafi Rama Saputra, di sana kalian juga bisa mencari ide untuk cerita dan juga teman sesama penulis fantasi!
__ADS_1