The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 34 - Penyerangan di saat Gerhana


__ADS_3

Like!!! Like!!! Dan Like!!! trus faforit, trus kasih gw tips pake semua poin dan koin kalian, sekalian top up pake semua uang kalian sampai habis. komen yang positif, klo ada yg kritik, langsung gw lapor ke bapack gw. bapak gw tentara, jadi rumah lu bisa di basoka.


awokwkwkwkw, canda :]


"sekarang waktunya menyerang." Kata Nishiki perlahan keluar dari kegelapan hutan. Ia merentangkan tangan ke atas dan bawah, lalu bergerak membentuk lingkaran.


...*****...


"Jika ini bukan gerhana matahari alami, berarti akan ada penyerangan sebentar lagi." Kata Shun. Tiba-tiba sebuah suara ledakan muncul dari benteng depan, seketika beberapa prajurit langsung berlari ke sana.


"Ada apa di sana!?" Tanya panglima.


"Pasti necromancer itu lagi!" Kata Izuru lalu berlari diikuti oleh Shun.


Saat panglima hendak menyusul, tiba-tiba seseorang memanggilnya dari belakang. "Pak! Banyak sekali monster menyerang benteng belakang, kita butuh pasukan lagi untuk mempertahankan benteng!" Kata salah satu prajurit menghampiri panglima.


"Baiklah, ayo kita ke sana! Panggil beberapa regu tambahan!" Kata panglima lalu berlari ke arah sebaliknya.


Sementara di dalam menara, Iona juga mendengar suara ledakan dari luar. "Ada apa di luar?" Tanya Iona, ia juga mendengar langkah orang-orang berlarian. "Apa ada penyerangan lagi? Ini juga masih pagi, tapi kenapa sudah gelap?" Tanya Iona, lalu ia mencoba melepaskan ikatan di tangannya. "Jika necromancer itu menyerang lagi, aku harus ikut membantu! Kali ini dia pasti sudah memiliki strategi." Kata Iona dalam hati.


"Akhirnya kalian datang." Kata Nishiki sudah berada di depan benteng yang masih setengah diperbaiki.


"Jadi benar, kau yang membuat gerhana matahari ini!" Kata Shun datang dan berhenti di depan Nishiki bersama Izuru dan beberapa prajurit lain.


"Bagaimana menurut kalian strategi baru ku? Aku yakin kalian masih belum memiliki kekuatan yang cukup untuk mempertahankan desa ini." Jawab Nishiki.


"Kali ini aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi!" Kata Shun berlari maju dengan Pedang di tangannya.


"Aku juga tidak akan bermain-main lagi seperti sebelumnya, gerhana ini tidak akan bertahan lama." Kata Nishiki menghindar dari tebasan Shun. Shun lalu menebas lagi ke arah Nishiki, tapi lagi-lagi tidak kena. "Kau tidak akan bisa mengenai ku dengan serangan seperti itu."

__ADS_1


"Mungkin dia tidak, tapi aku pasti mengenai mu." Kata Izuru berada di belakang Nishiki, langsung menebasnya. Dari bahu Nishiki tiba-tiba muncul gumpalan besar dan gumpalan itu berubah menjadi kepala monster, monster itu lalu menggigit pedang Izuru. "Apa!? Itu menjijikkan!" Kata Izuru terkejut.


"Tapi ini efektif!" Kata Nishiki menendang Izuru sampai terpental jauh.


"Wahai pedang legendaris! Berikan aku kekuatan untuk menghancurkan musuh-musuhku!" Teriak Shun dan seketika pedangnya mengeluarkan lonjakkan energi berwarna emas. "Terimalah ini..!" Teriak Shun menebas ke arah Nishiki dan pedangnya meledakan cahaya emas ke arah Nishiki. Suara ledakan yang menggelegar terdengar sampai jauh, asap tebal menyelimuti bekas ledakan itu.


"Kau ternyata sudah bisa menggunakan energi pedang itu." Kata Nishiki tertutup asap tebal dan saat asap itu hilang, terlihat sebuah kepala monster besar yang sudah wajahnya sudah sangat rusak karena ledakan. Lalu mulut monster besar itu terbuka dan Nishiki keluar dari dalam mulutnya.


"Dia bertahan dari jurus pamungkas ku!?" Kata Shun terkejut.


"Jadi itu jurus pamungkas mu? Kalau begitu ini akan jadi mudah!" Kata Nishiki berjalan.


"Tunggu dulu! Aku belum memperlihatkan jurus pamungkas ku!" Kata Izuru berdiri tegak di depan Shun.


"Izuru, Aku lupa kalau kau sudah berusaha sangat keras seperti yang Iona katakan." Kata Shun dalam hati.


"Sebentar, aku kan tidak punya skill." Kata Izuru tiba-tiba menghilangkan keyakinan Shun barusan.


"Berbeda? Apa aku juga orag terpilih!? Ternyata aku tidak menyadari potensi besar dalam diriku!"


"Cukup bermain-mainnya, waktunya mengakhiri semua ini!" Kata Nishiki merubah tangannya menjadi tangan monster dengan cakar tajam, lalu ia berlari melesat ke arah Shun.


"Cepat sekali!" Shun berusaha menangkis serangan Nishiki, tapi pedangnya kalah cepat. Shun akhirnya terkena cakaran Nishiki, sampai zirah Shun bagian dada rusak karena serangan itu. "Arrgghh!!" Shun jatuh ke tanah, tapi ia tidak terluka karena zirahnya.


"Berikan pedangmu dan aku akan mengampunimu." Kata Nishiki berjalan mendekati Shun. "Tapi, aku juga tidak akan lupa denganmu." Kata Nishiki berbalik dan melihat Izuru sudah hampir menebasnya dari belakang, Izuru lalu di serang tepat di perutnya. Darah menciprat keluar, zirah Izuru tidak sekuat milik Shun dan akhirnya terkena serangan itu.


"Arggghh!!" Teriak Izuru.


"Izuru!" Kata Shun di belakang Nishiki.

__ADS_1


Saat Izuru jatuh, ia sempat mencipratkan darah ke arah Nishiki dan mengenai matanya. "Ahh... Mataku!"


"Ini kesempatanku!" Kata Shun berdiri dan menyiapkan pedangnya. "Kekuatan penuh!" Teriak Shun lalu pedangnya bersinar dan langsung menebas Nishiki ke arah samping, sampai ia terpental jauh ke dalam hutan. "Izuru! Kau tidak apa-apa?" Tanya Shun menghampiri Izuru yang terluka.


"Sakit woy, jangan dipegang!" Teriak Izuru.


"Maaf." Kata Shun langsung melepaskan sentuhan tangannya.


"Sialan kau! Beraninya kau melukai tubuh indahku!" Kata Nishiki dengan tatapan marah. "Apa itu tadi? Kenapa mataku sakit hanya karena darah, ada sesuatu dalam darahnya, aku harus berhati-hati." Kata Nishiki dalam hati.


"Apa yang tadi kau lakukan padanya sampai ia kesakitan?" Tanya Shun.


"Aku mencipratkan darahku padanya." Kata Izuru. Regenerasi aktif! Muncul tulisan di penglihatan Izuru. "Apa ini? Regenerasi? Aku baru saja membuka skill regenerasi, tapi kapan?" Tanya Izuru dalam hati, lalu ia meraba perutnya yang terluka. Tiba-tiba saja lukanya sudah setengah sembuh. "Apa? Lukaku sembuh!?" Kata Izuru terkejut, lalu ia berdiri.


"Bagaimana bisa, kau tadi terluka kan?" Tanya Shun terkejut.


"Aku juga tidak tahu apa yang terjadi." Jawab Izuru. Tiba-tiba setelah tulisan regenerasi, tulisan baru muncul. Elemen Baru terbuka! Elemen natural/racun. "Elemen racun!? Aku baru saja dapat elemen..!" Kata Izuru tampak sangat kegirangan.


"Elemen racun? Sepertinya aku harus menyingkirkan yang satunya terlebih dahulu!" Kata Nishiki mendengar perkataan Izuru. Lalu ia memasang posisi bersiap dan langsung melesat ke arah Izuru.


"Awas!" Kata Izuru mendorong Shun, lalu serangan Nishiki di tahan dengan pedangnya.


"Ternyata reflekmu juga bertambah kuat." Kata Nishiki menyerang lagi dengan satu tangan ke arah samping. Izuru masih bisa menangkisnya, tapi Nishiki menendang kaki Izuru dan membuatnya jatuh. Lalu saat Izuru jatuh, ia menyerangnya ke arah bawah sampai Izuru terbentur dengan keras.


"Izuru! Kekuatan penuh!" Teriak Shun mengeluarkan jurus yang sama, lalu menebas dari jarak yang agak jauh. Ledakan energi dari pedang itu melesat ke arah Nishiki, tapi dia berhasil menghindar dengan gerakan yang sangat cepat. "Sialan kau!" Teriak Shun lalu menembakan energi pedangnya berkali-kali ke arah Nishiki yang terus menghindar.


"Kau hanya membuang-buang mana." Kata Nishiki sambil terus bergerak dengan sangat cepat.


"Hah... Hah..." Shun berhenti menyerang karena kelelahan.

__ADS_1


"Ini sudah berakhir sampai di sini." Kata Nishiki muncul di belakang Shun, bersiap menyerangnya.


Bersambung...


__ADS_2