The Fake Legend

The Fake Legend
Arc 3 - Chapter 65 - Ledakan Misterius


__ADS_3

Izuru masih menatap gambar-gambar aneh di bawah kakinya. Gambar itu memperlihatkan dua buah kelompok yang sepertinya saling berperang, kelompok yang kanan tampak banyak orang dengan karakteristik berbeda-beda, tampak salah satu ada yang bertanduk, satu lagi ada yang berkepala serigala, satu lagi bertelinga panjang, ada juga yang bersayap, dan banyak makhluk-makhluk besar di belakang mereka.


Sementara itu di sisi kiri tampak pasukannya memiliki karakteristik yang sama, yaitu bertanduk dan bersayap.


"Hmm... Apa yang kanan ini adalah semua ras di dunia ini? Kalau begitu yang ada di kiri itu siapa?" Tanya Izuru sambil melihat ke bawah.


Tiba-tiba di belakang Izuru terlihat sebuah tangan muncul dan langsung menyentuh pundaknya, seakan ada sebuah kata-kata keluar dari tangan itu yang mengatakan. "I.... Zu.... Ru...." Panggil Asura tiba-tiba muncul di belakang Izuru.


"Huwwaaa...! Asura!?"


"Kenapa kamu di sini? Bukannya kamu bilang ingin membantu!?" Tanya Asura dengan ekspresi kesal.


"Anu itu..."


"Ternyata kamu berpura-pura membantuku hanya untuk menyelinap ke Ruang Kerja Nona Reshieka."


"Aku tidak bermaksud seperti itu, hanya saja aku penasaran dengan ruangan ini."


...*****...


Di tengah hujan deras di luar, seseorang berjubah hitam misterius berjalan sendirian di gang sepi. Ia lalu berhenti dan melihat ke atas sebuah rumah besar.


Ia menghadap ke atas, dan terlihat wajah dengan tertutup perban di seluruh kepala. Setelah beberapa saat, orang itu langsung melompat naik ke atap rumah yang ia lihat.


...*****...


"Jangan banyak alasan! Aku mungkin sering memaafkanmu sebelumnya, tapi ini sudah terlalu sering. Jika aku membiarkanmu terus begini, pasti akan jadi kebiasaan buruk." Kata Asura panjang lebar.


"Hadeh, lebih baik diam aja." Kata Izuru dalam hati.


"Dengar ya, jangan sekali-kali kamu..."


Sebuah suara terdengar dari atas ruangan itu. Asura dan Izuru sontak langsung melihat ke atas.


"Suara apa itu?" Tanya Asura.


"Mungkin itu hanya burung." Jawab Izuru.


...*****...


Ternyata orang berjubah misterius itu berada tepat di atas ruang kerja Nona Reshieka. Dia lalu menyatukan kedua tangannya, kemudian perlahan di buka dan muncul sebuah api berwarna hitam kecil yang terbang di antara kedua tangannya.


Api itu kemudian jatuh dan langsung terjadi sebuah ledakan yang sangat besar.


...*****...


Duaaarrrr....!!!


"Akkhhh....!" Teriak Izuru dan Asura terpental bersama asap tebal. Semua barang-barang di dalam ruangan itu seketika hancur berkeping-keping dan meninggalkan lubang besar di tengah rumah.

__ADS_1


Izuru dan Asura lalu bangun dan melihat kekacauan itu.


"Apa yang terjadi...?" Tanya Izuru masih tersungkur di lantai yang juga retak.


"Izuru, kamu tidak apa-apa?" Tanya Asura.


"Apa yang terjadi!?" Tanya Rin masuk bersama Iona ke ruangan tempat Izuru dan Asura terpental.


Rin dan Iona datang menghampiri Izuru dan Asura di sana. Mereka lalu melihat ke atas dari lubang bekas ledakan, terlihat orang dengan jubah dan tudung hitam itu berdiri di atas atap.


"Siapa dia!?" Tanya Iona.


Setelah beberapa saat orang itu pergi tanpa berkata apapun. Rin dan Iona lalu membantu mereka berdua. Asura hanya mengalami beberapa luka kecil, tapi Izuru terkena luka bakar di tangan dan punggungnya.


"Tidak tidak tidak! Apa yang terjadi!? Habislah aku, bagaimana kalau Nona Reshieka tahu!?" Kata Asura panik.


"Tadi ada seseorang di atap. Sepertinya dia yang melakukan ini semua." Kata Iona.


"Siapa yang tega melakukan ini padaku!?" Tanya Asura.


"Ada apa ini? Kenapa ada asap keluar dari atap?" Tanya Nona Reshieka tiba-tiba muncul.


"Nnnnnona Reshieka..!?" Kata Asura gemetaran.


"Huaaa.... Tolong maafkan aku!" Kata Asura langsung menangis sambil memeluk kaki Nona Reshieka yang baru saja datang.


"Ada apa ini!?" Tanya lagi Nona Reshieka.


"Tidak apa, yang penting kalian baik-baik saja." Kata Nona Reshieka.


"Fiel! Tolong panggilkan dokter ke sini!" Sambung Nona Reshieka.


"Baik!" Jawab Fiel langsung berlari pergi.


...*****...


Beberapa menit kemudian, hujan sudah berhenti, Izuru dan Asura juga sudah selesai di obati oleh dokter.


"Ini, tuan. Terima kasih banyak." Kata Nona Reshieka memberikan beberapa keping uang kepada dokter yang datang. Dokter itu pun langsung pergi setelah mendapat bayaran mereka.


"Orang itu, sebenarnya siapa?" Tanya Iona.


"Apa mungkin dia salah satu dari Pemburu Senjata Legendaris? Karena kita sudah bertemu tiga dari mereka." Tanya Izuru.


"Memangnya di sini ada senjata legendaris? Seperti yang kita tahu, hanya Shun dan Clara yang memiliki senjata legendaris, sementara lainnya belum di temukan." Jawab Rin.


"Lalu apa?" Tanya Izuru.


"Sepertinya itu ada hubungannya dengan Nona Reshieka. Bagaimana menurutmu Nona Reshieka?" Jawab Iona.

__ADS_1


"Kesampingkan itu, aku harus mencari arsitek untuk memperbaiki ini semua." Jawab Nona Reshieka. Ia lalu bersiul dengan keras dan dari suatu tempat datang seekor burung elang yang besar. Elang itu terbang ke arah Nona Reshieka lalu hinggap di pergelangan tangannya.


"Keren!" Kata Izuru kagum.


Nona Reshieka lalu memberikan kertas ke kaki elang tersebut. "Bawa pesan ini pada Destra." Kata Nona Reshieka lalu melepaskan elang itu ke udara.


"Sepertinya aku akan terlambat." Kata Nona Reshieka melihat ke matahari.


"Nona Reshieka masih ingin pergi?" Tanya Asura berjalan mendekat.


"Iya, tapi aku akan menyewa kusir pribadi saja. Fiel, tetap di sini jaga-jaga jika orang itu kembali. Ingat, kalian hanya perlu mengusirnya, tidak perlu mengejarnya. Paham?"


"Iya, Nona!" Jawab Asura dan Fiel bersamaan.


"Oh ya, ngomong-ngomong arsitek akan datang nanti. Katakan padanya untuk memperkuat pondasi bawah dan atapnya perbaiki saja seperti semula." Kata Nona Reshieka lalu pergi.


"Jadi, sekarang kita menunggu arsitek datang ke sini?" Tanya Izuru.


"Iya, kita tunggu saja." Jawab Asura.


Beberapa jam kemudian langit sudah berwarna kuning kemerahan, tapi arsitek itu belum datang juga.


"Kapan sampainya?" Tanya Izuru duduk di depan bekas ledakan tadi bersama dengan Asura dan Iona.


"Sepertinya besok baru sampai. Mengirim pesan sampai menggunakan elang pasti tempatnya jauh." Kata Iona.


Izuru lalu melihat Rin yang tampak gelisah di belakang mereka.


"Rin, kau kenapa, tampaknya gelisah sekali?" Tanya Izuru.


"Aku, aku tidak tahu." Jawab Rin.


"Kenapa dia itu?" Tanya Izuru.


"Mungkin itu salah satu hal aneh yang dia lakukan." Jawab Iona.


"Hey, duduk sini. Dari pada kau berdiri di sana terus." Ajak Iona.


"Tidak mau! Aku tidak mau mendekati tempat itu!" Jawab Rin spontan.


...*****...


Di tempat lain, sebuah kereta kuda berjalan dengan cepat di jalanan kota. Dan berjalan menuju rumah Nona Reshieka. Fiel yang sedang menunggu di luar rumah, kemudian melihat kereta yang datang ke arahnya.


"Hey, Asura! Arsiteknya datang!" Kata Fiel memanggil Asura. Mereka semua lalu pergi keluar rumah saat tepat kereta itu sampai di depan rumah.


Semuanya sedang menunggu di depan kereta kuda, tiba-tiba pintu terbuka dan seseorang melompat keluar dari dalam kereta kuda.


"Woah... Jadi ini Kota Spanric!? Luar biasa!" Kata seorang gadis yang keluar dari kereta kuda.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2