
Di rumah kecil yang tenang itu, Gorden sedang berada di depan meja makan, bersama Kakek Larden dan juga cucunya Kharlan. Tapi, tepat saat mereka ingin duduk tiba-tiba lentera yang menerangi seluruh ruangan itu padam dengan sendirinya.
"Apa yang terjadi? Kenapa lentera nya tiba-tiba mati?" Tanya Kakek Larden.
"Aku juga tidak tahu, padahal semua jendelanya tertutup." Jawab Gorden.
"Ayo nyalakan lentera nya di luar." Kata Kakek Larden membawa lentera yang padam keluar.
Saat mereka keluar, sudah banyak orang yang juga keluar dari rumah mereka masing-masing. Di luar juga sangat gelap tanpa satupun lentera yang menyala.
"Kenapa semuanya gelap?" Tanya Gorden melihat sekeliling. Ia lalu terkejut melihat sesuatu bersinar berbentuk ikan kecil tepat dihadapannya. "Apa ini? Sihir?" Tanya Gorden dalam hati.
Kemudian ikan kecil itu berubah warna menjadi merah dan lalu suara hentakan kaki beberapa orang dari depan, seperti berlari ke arah Gorden. "Itu dia! Crgoshiro!" Teriak Destra sambil menunjuk ke arah Gorden. Destra dan yang lainnya sudah ada di depan Crgoshiro dan Kakek Larden.
"Bagaimana kalian menemukanku!?" Tanya Crgoshiro dalam hati panik.
"Crgoshiro? Apa yang dia maksud buronan itu!?" Tanya salah satu warga di sekitar sana.
"Crgoshiro... Jadi kau... Kau..." Kata Kakek Larden. Ia lalu tiba-tiba menjadi lemah dan hampir jatuh, tapi segera di tangkap oleh warga.
"Kakek!!" Teriak Kharlan berlari kearah kakeknya yang hampir pingsan itu.
"Sudah kubilang, pencarian ku itu selalu tepat." Kata Destra menghapus efek sihirnya dan membuat semua lentera kembali menyala.
"Gorden, kau harus kembali! Zhagi berjanji akan menghancurkan kota jika kau tidak segera menemuinya!" Kata Izuru. Gorden tampak panik dan juga bingung, ia lalu berlari pergi dengan cepat. "Dia lari!?" Kata Izuru lalu segera mengejarnya bersama yang lain.
Gorden berlari sekuat tenaga, ia tidak tahu ke mana jalan ini akan membawanya. Di belakang Izuru dan yang lainnya masih mengejar.
Meiro berusaha sekuat tenaga mengikuti yang lain, saat itu ia terpikir sesuatu dan segera membuka tasnya sambil terus berlari. "Kak Izuru! Lemparkan ini ke badan Crgoshiro! Ini akan membuatnya lumpuh sesaat!" Kata Meiro memberikan sebuah benda dari kayu yang di ujungnya terdapat jarum kecil.
Izuru langsung mengambilnya dan bersiap melempar. "Semoga saja kena, hiya...!" Kata Izuru melempar jarum racun itu, dan meleset.
Seseorang sedang keluar dari rumahnya tepat saat jarum racun yang dilempar Izuru melesat kearahnya. Hasilnya jarum itu menancap di pundak orang itu dan seketika membuatnya jatuh lemas.
__ADS_1
"Maaf!" Kata Izuru berlari melewatinya.
"Apa yang kau lakukan!? Lempar kearah Crgoshiro!" Kata Meiro.
"Kau pikir aku bisa membidik!? Kenapa tidak suruh pemanah seperti Rin?" Tanya Izuru.
"Izuru siap-siap! Aku akan mengejarnya dari atas!" Kata Rin.
"Baiklah. Tunggu, siap-siap apa?" Tanya Izuru. Tanpa menjawab Rin langsung melompat naik keatas punggung Izuru, lalu ia berdiri di kedua pundak Izuru.
"Woy, aku akan jatuh!" Teriak Izuru, tubuhnya mulai tidak seimbang. Rin langsung melompat keatas rumah warga yang sekiranya memiliki atap yang rendah.
Rin berlari di atap rumah warga, ia melompat dari satu rumah ke rumah lain, tapi masih berada dibelakang Gorden. Gorden yang melihat Rin ada di atas rumah-rumah di sebelah kiri jalan langsung berbelok ke arah gang kecil di sebelah kanan.
Rin berhenti karena ia tidak bisa menyebrang kearah yang Gorden tuju. "Bagaimana ini, jaraknya terlalu jauh untukku bisa melompat ke sana."
Izuru dan yang lainnya baru sampai di sana langsung masuk ke gang yang Gorden tuju. Izuru tampak kelelahan dan berada di belakang.
Rin tanpa pikir panjang langsung melompat ke seberang, sambil merapal sebuah mantra sihir. "Elemen angin!" Teriak Rin mengeluarkan sihir angin yang membuatnya seperti memiliki pijakan di udara. Tapi, itu tetap belum cukup, dan akhirnya Rin menabrak jendela rumah warga di depannya.
"Rin..!?" Panggil Izuru berhenti.
"Nanti saja kita urus dia, tetap kejar Crgoshiro!" Kata Destra terus berlari sambil melihat kebelakang.
Izuru yang mendengar perintah Destra pun langsung menyusulnya. "Rin! Kami akan menjemputmu nanti!" Kata Izuru.
"Hah... Hah... Mereka tidak akan berhenti mengejar ku. Aku akan menggunakannya untuk terakhir kalinya, ini bukan untuk menyakiti seseorang!" Kata Gorden.
"Sihir Suci! Gold Dust Slash!" Dari kedua tangannya keluar seperti debu kuning yang berkilauan, lalu ia menebaskan nya ke kedua arah. Itu membuat dinding rumah warga runtuh dan menghalangi jalan.
"Crgoshiro menghalangi jalan kita!?" Kata Izuru terkejut dan berhenti mengejar di depan reruntuhan itu.
"Cepat lakukan sesuatu!" Kata Destra.
__ADS_1
"Aku tidak bisa!" Jawab Izuru.
"Sial, aku juga tidak punya sihir penghancuran. Kalau begitu panjat saja!" Kata Destra.
Gorden masih terus berlari. Ia melihat kebelakang sesaat, sudah tidak ada yang mengejar lagi. "Sepertinya sudah aman." Kata Gorden sedikit merasa tenang. Tapi, tiba-tiba terdengar sebuah suara kayu yang hancur dari dekat dan di atas sudah ada Rin yang melompat keluar dari jendela rumah warga.
Gorden melihat keatas sesaat dan langsung di hantam oleh Rin. Rin yang berada do atas Gorden kemudian mengunci lehernya dengan kedua lengannya. Gorden tampak mencoba melepaskan lengan Rin dari lehernya dengan memutar badannya berkali-kali agar Rin terlempar, tapi ia mampu bertahan.
"Lepaskan aku!" Kata Gorden lalu berjalan mundur kearah dinding, ia berniat menabrakkan Rin ke dinding. Namun saat ia sudah dekat dengan dinding Rin langsung memutar paksa tubuh Gorden, membuatnya berbalik dan menabrakkan wajahnya sendiri ke dinding.
"Argghhh...!" Teriak Gorden kesakitan.
"Kalian cepat ke sini!" Teriak Rin memanggil yang lain.
Dari belakang reruntuhan, Izuru masih mencoba memanjat. "Itu suara Rin!" Kata Izuru.
"Ayo cepat, Rin berhasil menangkapnya!" Kata Destra sudah berada di atas dan lalu melompat ke seberang.
Gorden diam kesakitan, hal itu membuat Rin sedikit lengah. Gorden segera melompat dan menjatuhkan dirinya kebelakang, Rin tidak bisa menghindarinya, ia pun terbentur jalanan dan tertindih tubuh Gorden.
"Akhirnya!" Kata Gorden bangun dan ingin berlari kabur. Beberapa langkah dan ia pun jatuh dengan sendirinya.
"Bagus, untung saja bidikan ku tepat sasaran." Kata Destra sambil membawa jarum racun milik Meiro dan di punggung Gorden juka tertancap jarum racun itu.
Destra mendekat kearah Gorden dengan santai. "Kau cukup membuat kami kerepotan." Kata Destra di belakang Gorden.
Izuru yang baru selesai memanjat langsung menghampiri Rin yang masih terbaring di jalanan.
"Rin! Kau tidak apa-apa?" Tanya Izuru berada di dekat Rin.
"Kepalaku pusing." Jawab Rin.
Jadi, kita berhasil menangkap Crgoshiro? Semoga saja ini bisa menjadi akhir dari serangan mereka ke Kota Spanric.
__ADS_1
Bersambung...