
Getaran itu perlahan semakin kuat, bebatuan kecil juga mulai berjatuhan dari langit-langit gua. "Apa ini?" Tanya Izuru pelan.
"Monster itu muncul..." Kata Rin, Izuru dan Iona terkejut dan melihat ke Rin. "...sesuai dengan legenda itu." Sambung Rin.
"Apa maksudmu?" Tanya Izuru.
"Jika Rin sudah tahu tentang monster yang ada di tambang ini, tapi tetap membawa kita ke sini. Itu artinya, Rin ingin bunuh diri." Jelas Iona.
"Woy! Kalau mau bunuh diri gak usah ajak-ajak!" Kata Izuru.
"Siapa yang ingin mati? Aku tidak pernah berencana untuk mati di sini. Aku membawa kalian ke sini karena, untuk meningkatkan kemampuan kita harus terkena situasi yang sebenarnya! Latihan saja tidak cukup, kita harus merasakan perang yang sebenarnya!" Teriak Rin.
"Sial, jiwa psikopatnya aktif lagi." Kata Izuru dalam hati, lalu ia perlahan mendekati Iona dan hendak membisikkan sesuatu ke telinganya. "Hey, kau tidak mau mati kan? Ayo kita pergi dari sini." Bisik Izuru.
"Tapi kita sudah masuk terlalu jauh, kembali melewati terowongan sempit juga termasuk bunuh diri. Kita lebih mudah menghindar jika di tempat luas." Bisik Iona balik.
"Maksudmu kita harus melawan, begitu?"
"Iya, sepertinya itu satu-satunya jalan."
"Oi, Rin! Seperti apa monster itu?" Tanya Izuru.
"Seperti itu." Jawab Rin menunjuk ke arah sebuah terowongan besar di depan mereka. Tiba-tiba muncul banyak mata bersinar dari kegelapan, getarannya pun semakin kuat. Mata-mata itu semakin mendekat dan kemudian keluar seekor kelabang raksasa yang lebar tubuhnya sekitar 2 meter.
__ADS_1
"Setelah di pikir lagi, kita tidak akan menang." Kata Iona lalu berlari ke belakang ke arah terowongan yang tadi mereka lewati.
"Woy tunggu aku!" Kata Izuru ikut berlari menyusul Iona. Kelabang raksasa itu menjalan semakin cepat mendekati mereka, dan kepala kelabang itu menabrak salah satu tiang penyangga di tambang itu. Retakan menjalar dengan sangat cepat, sampai ke atas terowongan masuk. Bebatuan besar jatuh menutupi jalan Izuru dan Iona sebelum mereka berhasil keluar. "Apa!? Terowongannya runtuh!"
Iona segera membuka tangannya dan mengarahkannya ke batu yang menghalang itu. "Tidak bisa, ini terlalu berat."
"Bagaimana ini, apa kita akan mati di sini!?" Tanya Izuru panik. "Woy, kau yang menyebabkan ini semua!" Teriak Izuru tepat di belakang Rin.
"Lebih baik kita korbankan saja orang ini." Kata Iona juga muncul di dekat Izuru.
"Ide bagus! Siapa tahu monster itu hanya ingin satu korban."
Rin hanya diam saja tanpa berkata apa-apa, tangannya mengepal lalu berkata. "Para legenda hidup dan orang-orang hebat lainnya, awalnya sama dengan kalian. Mereka juga mengalami hal seperti ini..."
"Bisa kau langsung ke intinya saja!?" Sela Izuru.
"Blessing!" Cahaya biru tiba-tiba muncul di sekitar Izuru. Izuru terkejut dan melihat ke arah Iona. "Izuru, tolong bantu Rin! Aku yakin dia sudah berusaha sangat keras sampai-sampai membuat keputusan bodoh seperti ini." Kata Iona.
"Itu juga tujuanku di dunia ini, kurasa tidak ada pilihan lain lagi!" Izuru mulai melangkah dari tempatnya dan berlari mengejar Rin. Izuru berlari dengan sangat cepat mengejar Rin, "hebat, tubuhku rasanya sangat ringan. Jadi ini efek blessing?" Kata Izuru dalam hati. Ia lalu berlari bersama Rin mendekati monster itu.
"Izuru!?" Kata Rin terkejut menyadari Izuru ada di sampingnya.
"Iya, aku akan membantumu! Aku juga mau dapat level!"
__ADS_1
"Awas!" Rin mendorong Izuru ke samping, lalu ia melompat ke arah yang berlawanan. Tiba-tiba monster itu meluncur ke posisi mereka tadi sampai tanahnya retak. Rin mengambil satu anak panah dan menarik busurnya. Panah dan busurnya mulai bercahaya dengan aura di sekitarnya. "Sheruko no Geza!" Teriak Rin lalu mengarahkan busurnya ke atas, kemudian melepaskannya. Panah itu melesat ke atas dengan cepat sampai menabrak langit-langit gua tambang dan akhirnya meledak, membuat batu besar jatuh lalu menimpa kepala monster itu.
"Hebat..." Kata Izuru kagum.
"Ayo cepat serang!" Teriak Rin lalu berlari mendekat. Izuru yang mendengarnya ikut berlari ke arah monster itu dan kemudian menebas beberapa kaki monster kelabang itu sekaligus, semua yang terkena tebasan pedang Izuru langsung terpotong dengan mudah. "Jangan serang kakinya, serang saja tubuhnya!" Kata Rin yang baru sampai di sana, lalu busurnya mengeluarkan pisau melengkung di ujungnya. Menggunakan itu Rin menusuk dan merobek tubuh bagian bawah monster kelabang itu. Tapi tubuh monster itu mulai bergerak dan kepala monster itu berhasil keluar dari bebatuan. Sekarang monster itu mengincar Rin dan langsung mengejarnya. Rin berlari menjauh diikuti Izuru dan monster itu menyilang tubuhnya.
"Ayo gunakan jurus mu lagi!"
"Tidak bisa, mana ku belum cukup." Jawab Rin. Monster itu berjalan sangat cepat, melebihi kecepatan Izuru dan Rin. Monster itu langsung melesat ke arah lalu menabrak mereka berdua, Rin terpental ke samping, tapi Izuru justru terpental naik ke atas kepala monster itu.
"Woah..!!?!?" Teriak Izuru lalu berpegangan pada salah satu antena monster itu.
"Izuru, aku tidak bisa menahan blessing ini lebih lama lagi." Kata Iona mulai berkeringat dan wajahnya sedikit pucat.
Kelabang itu menggeliat mencoba menjatuhkan Izuru dari kepalanya, sampai kelabang itu menabrakkan kepalanya sendiri ke langit-langit tambang. Gemuruh benturan monster itu terdengar keras, bebatuan kecil berjatuhan, jika seperti ini terus mungkin jalan keluar juga akan runtuh. Izuru terpaksa turun dari kepala monster itu, ia meluncur turun menggunakan tubuh panjang monster kelabang itu. Selagi meluncur turun pedang Izuru juga merobek tubuh monster itu, cairan hijau keluar dan menciprat ke seluruh badan Izuru.
"Gwaaaaahhh....!!!" Suara monster itu menggeliat kesakitan. Izuru jatuh sebelum meluncur mencapai ujung monster itu, ia berguling-guling beberapa kali sampai menabrak dinding area tambang itu.
"Sheruko no Geza!" Panah beraura itu meluncur lagi dari Rin dan melesat ke arah kepala monster itu. Ledakan di kepala membuat monster itu jatuh. Rin berlari dengan cepat ke arah kepala monster itu dan langsung melompat ke atasnya, lalu mendekat ke sebuah benda berdetak di tengah kepalanya. Mengangkat busurnya ke atas, kemudian muncul belati di ujung busurnya dan langsung menusuk monster itu.
"Ughh..." Izuru sadar dengan padangan yang sedikit buram terduduk bersandar di dinding setelah jatuh dari monster itu. Lalu ia mengangkat pedangnya yang sudah hancur berkeping-keping dan juga cairan dari monster itu sudah masuk melewati luka-luka di tangannya. "Aku merasa sangat lelah... Kita sudah menang..." Kata Izuru dalam hati.
"Izuru...!" Teriak Iona samar-samar sambil berlari ke arah Izuru.
__ADS_1
"Iona... Skill Blessing mu sangat berguna..." Kata Izuru lalu menutup matanya, sampai waktu yang tidak di ketahui.
Bersambung...