
"Besok adalah waktunya..." Kata Zhagi masih berdiri di makam yang sama.
"Kalau kau bilang tiga hari, itu artinya lusa." Kata Nishiki.
"Aku tidak peduli dengan itu! Walaupun Crgoshiro sudah mati di tanganku, aku akan tetap menghancurkan kota yang sudah melindunginya!" Kata Zhagi.
...*****...
Perjalanan Izuru memakan waktu sampai pagi hari. Mereka langsung pergi setelah berhasil menangkap Crgoshiro, walaupun banyak rumah dan jalan yang rusak akibat pengejaran itu. Mereka tidak ingin terlambat karena meladeni kerusakan-kerusakan itu, karena ini menyangkut nasib semua orang di Kota Spanric.
Izuru duduk bersandingan dengan Meiro. Mereka berdua masih mengawasi Gorden yang duduk di seberang.
Gorden tampak masih tidak dapat bergerak, akibat racun Meiro. Di tengah keheningan itu, ia memulai pembicaraan dengan sebuah pertanyaan. "Apa yang sebenarnya terjadi di kota itu?"
"Setelah kau pergi, Zhagi kembali mencari mu. Tapi, dia tidak menemukanmu. Jadi dia menyuruh orang yang sangat kuat untuk menghancurkan banyak rumah agar kami mengatakan di mana kau berada." Jelas Izuru.
"Orang yang sangat kuat?" Tanya Gorden.
"Iya, dia mungkin adalah teman Gadis Necromancer yang mengincar Senjata Legendaris Shun." Jawab Izuru.
Meiro tampak sedikit terkejut mendengar kata Necromancer. Izuru menyadari sikap aneh Meiro dan mencoba bertanya. "Ada apa Meiro?" Tanya Izuru.
"Bukan apa-apa." Jawabnya.
"Oh ya, aku menyimpan pertanyaan ini dari kemarin. Siapa Zhagi sebenarnya? Apa dia punya hubungan dengan kejadian GoldWar?" Tanya Izuru.
"Zhagi... Dia..."
"Kita sebentar lagi sampai! Sebelum mengeluarkannya kalian tutup gerbang rumahnya dulu, aku takut ada orang yang akan melihatnya." Kata Destra bertengger di samping kereta kuda dan bicara dari jendela.
Setelah mengatakan itu ia kembali duduk di kursi depan bersama Rin. "Bukannya gerbangnya hancur kemarin?" Tanya Rin.
"Oh iya, aku lupa! Sial pekerjaanku jadi bertambah." Kata Destra.
"Jangan lupa pintu depan dan atap juga belum kau perbaiki kan?" Sambung Rin.
"Arghh... Jangan mengingatkan hal itu sekarang! Aku sudah lelah berkeliling selama dua hari."
"Hahahaha...." Rin tertawa lembut mendengar keluhan Destra.
Setelah beberapa menit, kereta kuda mulai memasuki gerbang masuk Kota Spanric. Tiba-tiba Gorden terjatuh di lantai keramik, mereka ternyata sudah sampai dan langsung melempar Gorden kedalam.
"Ini?" Gorden melihat sekeliling rumah itu.
"Akhirnya..." Kata Nona Reshieka berjalan mendekati Gorden yang masih terbaring tidak bisa bergerak di lantai.
__ADS_1
"Lihat kekacauan yang kau buat." Sambung Nona Reshieka.
"Kenapa kau menyalahkan aku!? Kau seharusnya menyembunyikan keberadaan ku di sini! Itu artinya ini salahmu Zhagi bisa menemukanku di sini!" Kata Gorden membentak.
"Iya, aku salah. Salah membuat keputusan untuk bekerja sama denganmu."
"Kau...!" Gorden tampak sangat kesal dan menggertakkan giginya.
"Oh ya! Bagaimana Asura?" Tanya Izuru.
"Dia masih tidak sadarkan diri." Kata Iona muncul dari belakang Nona Reshieka.
"Halo-halo! Kami akan menghancurkan kota ini!" Kata Hira dengan ekspresi datar di depan rumah Nona Reshieka bersama dengan Nishiki.
Semua orang seketika terkejut mendengar suara Hira di luar. "Bukankah itu!?" Tanya Nona Reshieka.
"Bukankah ini belum tiga hari? Kenapa mereka sudah datang?" Tanya Izuru.
"Kita harus membawa Asura dan Fiel pergi!" Kata Nona Reshieka berlari masuk kedalam kamar mereka.
Terlihat Asura dan Fiel masih belum sadar. Nona Reshieka terlihat panik dan berusaha mengangkat Asura. "Seseorang bantu aku!" Kata Nona Reshieka.
"Biar aku saja!" Kata Izuru datang.
"Kau angkat Asura!" Kata Nona Reshieka memberikan Asura pada Izuru.
"Kau angkat Fiel!" Perintah Nona Reshieka pada Destra.
"Apa apaan ini? Aku bahkan belum makan dari kemarin!" Kata Destra.
Setelah itu Izuru dan Destra keluar dari kamar dengan menggendong Asura dan Fiel.
"Ayo cepat keluar dari pintu belakang!" Kata Nona Reshieka.
"Tunggu! Bagaimana dengan Gorden?" Tanya Izuru.
"Biarkan saja mereka membawanya pergi! Ayo cepat!" Kata Nona Reshieka memimpin ke pintu keluar.
Mereka berlari di lorong yang berkelok-kelok dan bercabang. Saat itu Izuru memikirkan apa yang akan terjadi dengan Gorden di sana tanpa bisa melakukan apa-apa. Saat memikirkan itu Izuru tidak sadar bahwa mereka sudah keluar dari rumah.
Izuru lalu berhenti dan tertinggal oleh yang lainnya, Meiro juga berhenti saat melihat Izuru. "Ada apa kak?" Tanya Meiro.
"Meiro, apa kau bisa memberikan obat penawar racun pelumpuh padaku?" Tanya Izuru sambil meletakan Asura di tanah dan di sandarkan di dinding.
"Ini!" Kata Meiro memberikan jarum yang berisi obat penawar.
__ADS_1
"Terima kasih, tolong panggil yang lain untuk mengambil Asura. Aku akan kembali!" Kata Izuru lalu berlari pergi ke dalam.
Nona Reshieka menyadari bahwa Izuru tidak ada di dekat mereka. Ia menoleh kebelakang dan melihat Izuru berlari kedalam. "Izuru! Kembali!" Teriak Nona Reshieka.
Tapi Izuru tidak mendengarkannya dan terus berlari ke depan. Saat itu Izuru memikirkan kenapa dia mati-matian membantu Gorden yang jelas-jelas bersalah.
Hanya sedikit orang yang mau berteman denganku, dari dulu aku hanya memiliki sedikit teman. Mungkin karena itu, aku merasa bahwa teman itu adalah hal yang sangat berharga.
Kelak suatu hari nanti, jika aku berhasil menjadi seorang pahlawan, aku tidak mau menjadi pahlawan sendirian! Aku ingin bersama dengan semuanya! Karena ini bukan cerita tentangku saja, ini juga cerita tentang semuanya!
Gumaman itu membuat Izuru semakin merasa bersemangat dan mempercepat langkah kakinya. Dan akhirnya Izuru melompat kedalam cahaya dari ruangan tempat Gorden berada.
Saat itu Hira dan Nishiki sudah dekat dengan Gorden. Tapi Izuru mendarat dan langsung menusuk punggung Gorden dengan penawar.
"Apa yang kau lakukan di sini!? Aku sudah bisa bergerak?" Tanya Gorden terkejut kemudian berdiri.
"Ayo cepat kita lari!" Kata Izuru.
"Tidak, aku tidak akan lari lagi!" Jawab Gorden lalu berjalan mendekat ke arah Hira dan Nishiki.
"Kalian adalah utusan Zhagi kan? Di mana dia sekarang? Aku akan pergi menemuinya." Tanya Gorden.
"Apa aku bisa percaya padamu, setelah kau menghilang selama 4 tahun?" Tanya Hira.
"Kali ini aku tidak akan lari lagi." Jawab Gorden.
Hira lalu melirik ke arah Nishiki. Nishiki mengangguk, kemudian mendekat dan membuat mantra pelacak pada dada Gorden. "Zhagi ada di lokasi GoldWar." Kata Nishiki.
"Aku akan ke sana." Kata Gorden lalu berjalan melewati Hira dan Nishiki.
"Apa kau akan menyerahkan dirimu? Lalu apa yang akan terjadi?" Tanya Izuru.
Gorden menghentikan langkahnya dan mengatakan. "Tidak ada yang akan terjadi. Aku akan mencoba bicara dengannya." Jawab Gorden lalu meneruskan langkahnya.
"Gorden..." Izuru hanya bisa melihat Gorden pergi.
"Kalian kenapa tidak ikut ke sana?" Tanya Izuru pada Hira dan Nishiki.
"Hmm..? Kami diperintahkan untuk menghancurkan kota ini, walaupun Crgoshiro sudah menyerahkan diri." Jawab Nishiki.
"Apa...?"
"Sekarang bersiaplah!" Kata Nishiki melihat dengan mata merah dan ekspresi kejam.
Bersambung...
__ADS_1
uwah sebentar lagi novel ini akan mencapai 500 favorit! terima kasih untuk kalian yang terus stay di novel ini ya!