The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 40 - Pekerjaan Baru


__ADS_3

Di pagi hari yang sedikit mendung, saat semua orang di rumah tengah tidur. Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dan membangunkan Izuru. "Ughh... Siapa yang datang pagi-pagi begini?" Tanya Izuru sambil berjalan keluar dari kamarnya, lalu ia membukakan pintu.


"Maaf mengganggu pagi-pagi begini." Kata Shun di depan pintu.


"Kau ternyata? Ada apa?" Tanya Izuru pergi dari depan pintu dan duduk di ruang tamu. Shun lalu masuk dan duduk di kursi dekat Izuru duduk.


"Aku ingin memberikan hadiah dari Raja Kerajaan Hyron." Jawab Shun.


"Uang?"


"Iya, 30 keping emas untuk kalian bertiga." Jawab Shun memberikan sebuah kantung uang pada Izuru.


"Wah, terima kasih. Tapi, bukankah ini terlalu sedikit sebagai hadiah dari raja?" Tanya Izuru menerima uang itu.


"Aku harus membaginya sama rata dengan petualang lain yang membantu." Kata Shun.


"Bukannya kami yang paling membantu di sana, seharusnya kau berikan bonus untuk kami!"


"Aku sudah memberikan bonus sedikit. Kalau aku beri lebih banyak, orang nanti akan mengira aku korupsi."


"Tuan Shun, masih berapa lama kau mau di sini?" Tanya Karin masuk kedalam rumah.


"Siapa lagi dia?" Tanya Izuru.


"Dia pendamping baruku. Adiknya Iona."


"Ehh...? Yang benar!?" Kata Izuru terkejut. "Sebentar akan kupanggilkan Iona!" Kata Izuru lalu pergi masuk ke dapur, lalu naik ke lantai 2.


"Ehh... Tunggu Izuru!" Kata Shun mencoba menghentikan Izuru, tapi ia sudah pergi duluan. "Aduh, bagaimana ini? Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika mereka berdua saling bertemu. Lebih baik aku pergi sekarang saja!" Pikir Shun, ia lalu menarik tangan Karin dan pergi keluar dari runah. "Izuru, aku sedang buru-buru!" Teriak Shun lalu mereka pergi menggunakan kereta kuda.


"Ada apa sih? Aku masih ngantuk." Kata Iona berjalan sambil menguap.


"Ayo cepat!" Kata Izuru berjalan ke ruang tamu sambil menggandeng tangan Iona. "Itu dia! Ehh? Di mana mereka?" Tanya Izuru melihat ruang tamu yang sudah kosong. Lalu Izuru melihat keluar sudah tidak ada kereta kuda Shun. "Apa mereka sudah pergi?"


"Siapa maksudmu itu?" Tanya Iona.


"Shun dan..."


"Shun!? Apa kau sudah lupa? Aku tidak mau bertemu dengannya lagi!" Kata Iona segera pergi ke dapur.


"Padahal aku belum selesai bicara." Kata Izuru lalu menutup pintu depan dan pergi ke dapur Izuru lalu duduk di meja makan bersama Iona. "Oh ya, aku dapat uang dari Shun." Kata Izuru menunjukan kantung uangnya pada Iona.


"Dapat berapa?" Tanya Iona melihatdan membuka kantung itu.


"30 keping emas." Jawab Izuru.


"Bagus, dengan ini beban kita jadi lebih ringan." Kata Iona. Setelah matahari terbit mereka pergi ke guild untuk mencari quest.

__ADS_1


"Apa ini!? Biasanya papan ini penuh dengan kertas sampai bertumpukan di belakang." Kata Izuru heran saat melihat kertas quest di papan yang lebih sedikit dari biasanya.


"Iya, tumben sekali. Di sini juga tidak banyak orang." Kata Iona.


Izuru lalu datang ke hadapan meja resepsionis. "Hey, kenapa tumben sekali papan quest sepi?" Tanya Izuru.


"Aku juga tidak tahu, biasanya orang-orang akan memberikan permintaan saat pagi. Tapi, hari ini tidak banyak yang datang." Kata Gadis Resepsionis itu.


"Begitu? Kebanyakan hanya quest sulit dengan bayaran rendah, itu hanya akan membuang waktu dan tenaga." Kata Izuru, lalu di belakangnya datang Rin.


"Mungkin kita perlu mencari pekerjaan selain bertarung." Kata Rin.


"Benar juga! Dan aku tahu siapa saja yang akan membantu kita." Kata Izuru. Lalu mereka meminta bantuan gorden untuk mendapat pekerjaan.


"Ya memang sih aku butuh pelayan di sini." Kata Gorden setelah mendengar cerita Izuru.


"Benar kan? Karena itu aku menawarkan Rin untuk bekerja di sini! Dia ini bisa menjadi pelayan, memasak, mencuci piring, dan juga badannya seksi aku yakin akan banyak pelanggan yang datang ke sini!" Kata Izuru.


"Hey, apa maksud yang terakhir itu?" Tanya Rin.


"Hmm... Benar juga, aku rugi jika tidak mengambil tawaran itu. Baiklah aku setuju!" Kata Gorden setuju.


"Bagus! Kau mengambil keputusan yang tepat!" Kata Izuru.


"Baiklah, sekarang ini seragam mu." Kata Gorden memberikan seragam pelayan yang agak terbuka.


Rin lalu menerima seragam itu dan melihatnya sesaat. "Apa tidak ada yang lain? Ini terlalu memalukan, apa lagi di depan banyak orang!" Kata Rin dengan wajah yang memerah.


"Ngomongnya seperti tidak punya perasaan! Kenapa tidak Iona saja?" Keluh Rin.


"Karena dada Iona kecil." Jawab Izuru spontan.


"Baru kali ini aku senang punya dada kecil." Kata Iona sambil menyentuh dadanya sendiri.


"Cepat pakai, sebentar lagi akan ramai." Kata Gorden.


"Awas saja jika bayaranku sedikit." Kata Rin sambil berjalan masuk ke kamar mandi.


"Semangat bekerja! Sekarang giliran mu mencari pekerjaan." Kata Izuru lalu keluar dari bar Gorden bersama Iona.


"Perasaanku tidak enak soal ini." Kata Iona berjalan bersama Izuru.


"Tenang saja, kau akan bekerja bersama ku." Kata Izuru.


"Jadi Izuru ingin bekerja di sini lagi!?" Tanya Asura terkejut.


"Entahlah kita tidak terlalu sibuk saat ini, jadi mungkin kami bisa menyelesaikan semua pekerjaan berdua." Kata Fiel.

__ADS_1


"Tolonglah, kita benar-benar butuh pekerjaan!" Kata Izuru memohon.


"Kita bolehkan saja ya. Kasihan sekali Izuru pasti sudah berkeliling mencari pekerjaan seharian." Kata Asura.


"Bukannya ini masih pagi? Yah kalau hanya satu tidak apa-apa, tapi aku tidak yakin dengan yang satu lagi." Kata Fiel melihat ke arah Iona.


"Iya benar, kalau satu mungkin bisa. Tapi, empat orang itu terlalu banyak." Kata Asura.


"Kalau begitu selamat bekerja, aku akan mencari di tempat lain!" Kata Izuru berjalan pergi.


"Tunggu dulu!" Asura menarik tangan Izuru.


"Ada apa?"


"Kau yang harus bekerja di sini!" Kata Asura.


"Kenapa? Bukannya sama saja?" Tanya Izuru.


"Kau tahu kan pekerjaan di rumah ini sangat berat. Jadi mininal harus seorang pria."


"Bukannya kalian itu wanita?" Tanya Izuru.


"Itu benar, tapi seperti yang kubilang aku adalah ras naga, dan Fiel setengah hewan. Jadi kekuatan kita jauh lebih besar dari pada manusia betina. Benarkan Fiel?" Kata Asura sedikit mendekat ke Fiel.


"Iya terserah kau saja." Kata Fiel.


"Tuh dengar sendiri kan?"


"Iya baiklah, cukup menarik jika aku bisa melihat telinga hewan Fiel. Jadi bagaimana, kau harus mencari pekerjaan sendiri loh?" Tanya Izuru pada Iona.


"Tidak apa, aku cari sendiri saja. Ya sudah aku pergi dulu." Jawab Iona lalu pergi keluar dari rumah.


"Baiklah sampai jumpa!" Kata Izuru.


Iona lalu berjalan sendirian di jalanan kota, lalu Iona melihat beberapa orang yang tengah mencuci gerobak dan kereta kuda. Iona tertarik dan segera mendekat ke orang-orang itu. "Anu permisi." Kata Iona.


"Ada apa?" Tanya salah satu pria di sana.


"Apa ada lowonga pekerjaan di sini?" Tanya Iona.


"Pekerjaan ya? Ya, kami memang butuh tambahan orang. Baiklah kau bisa bekerja di sini." Jawab pria itu memberikan Iona pekerjaan.


"Terima kasih banyak!"


"Baiklah sekarang pekerjaanmu adalah mencuci kereta kuda ini." Kata pria itu memberikan sebuah ember kayu dan sebuah kain di dalamnya.


"Akan segera kukerjakan!" Kata Iona berlari ke arah kereta kuda yang di tunjukan. Namun Iona berhenti dan wajahnya tampak sangat terkejut, ternyata Karin ada di depan Iona.

__ADS_1


"Kakak? Akhirnya kita bertemu." Kata Karin tersenyum sinis.


Bersambung...


__ADS_2