The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 74 - Kekacauan di Kota Spanric part 2


__ADS_3

Izuru hanya diam di tempat melihat semua petualang di kalahkan dengan mudah. Setelah laki-laki itu selesai dengan para petualang itu, ia melihat ke arah Izuru.


"Apa yang harus kulakukan? Lari? Atau menyerang? Tentu saja menyerang! Aku harus berani di saat-saat seperti ini!" Batin Izuru membulatkan tekadnya.


Izuru menarik pedangnya dan berlari ke arah laki-laki itu. "Hiyaaaaa.....!!" Teriak Izuru.


Laki-laki itu mengangkat petualang yang baru saja ia bunuh dan langsung dilemparkan ke arah Izuru.


Izuru melihat seseorang terbang di depannya dan, Braakkk....! Izuru tertimpa oleh tubuh petualang itu.


"Akh....! Berat sekali!" Kata Izuru. Beberapa saat kemudian laki-laki itu muncul di depannya melihat ke arah Izuru.


"Hiii....! Jangan bunuh aku! Aku masih mau hidup!" Kata Izuru panik.


"Jika aku lepaskan kau pasti akan muncul lagi."


"Tidak, aku bukan orang seperti itu. Ini hanya reflek saja, orang pasti akan marah jika kotanya di serang bukan?" Kata Izuru.


"Benar juga, baiklah akan aku lepaskan kau. Sepertinya kau tipe yang sayang nyawa." Kata Laki-laki itu lalu berjalan pergi dari sana.


"Huff.... Untung saja. Apa pria ini sudah mati?" Tanya Izuru sedikit mengangkat kepalanya untuk melihat wajah pria di atasnya.


Wajah pucat dengan satu mata yang masih terbuka. "Sepertinya dia benar-benar mati. Bagaimana ini?"


"Arrgghh...! Arggghh...!" Izuru mencoba bangun sekuat tenaga, tapi itu menjadi sulit karena badan besar pria itu.


"Tolong! Let me out...!" Teriak Izuru menyerah.


Kebetulan sekali di dekat sana ada salah satu petualang yang bangun. Izuru yang melihat itu segera memanggilnya.


"Hey! Kau, tolong angkat orang ini!" Panggil Izuru.


Petualang itu tampak sedikit kebingungan. Tapi ia mendengar panggilan Izuru dan segera menoleh.


"Di mana orang tadi!? Apa di sudah pergi?" Tanya Petualang itu.


"Iya, dia sudah pergi. Tolong bantu aku mengangkat orang ini!"


"Untung saja aku tidak mati, aku harus pergi dari sini!" Kata Petualang itu ingin melarikan diri.


"Hey, tunggu! Bantu aku!" Teriak Izuru, tapi tampaknya orang itu tidak mempedulikannya.


"Aku yang melindungi mu tadi!" Teriak Izuru berbohong.


"Apa? Kau yang melindungiku?" Tanya Petualang itu.


"Iya, benar! Karena itu giliran kau yang membantuku!" Kata Izuru.

__ADS_1


Petualang itu kembali untuk membantu Izuru. Dengan dua orang mengangkat pria itu jadi lebih mudah, dan akhirnya Izuru berhasil keluar dari tindihan pria itu.


"Aku minta maaf." Kata Izuru.


"Tidak apa-apa, anggap saja ini ucapan terima kasihku."


"Bukan itu. Sebenarnya aku bohong, sampai jumpa!" Kata Izuru langsung lari meninggalkan petualang itu.


Izuru berlari sekencang mungkin. Keadaan kota sedang sangat buruk, orang-orang banyak yang membantu mengeluarkan orang yang masih terjebak dalam rumah yang hancur, beberapa rumah warga juga terbakar akibat tersambar api dari rumah yang terkena ledakan itu.


"Kota kacau balau, aku harus segera memberitahu yang lain!" Kata Izuru berlari sambil melihat sekeliling.


"Semoga saja aku segera bertemu dengan Iona dan Rin." Kata Izuru.


Seseorang terlihat sedang berlari ke arah yang berlawanan, sementara Izuru sedang memikirkan banyak hal saat ini, ia tidak sadar ada seseorang tepat di depannya yang sebentar lagi akan tertabrak.


"Aduh!"


Izuru menabrak orang itu dengan keras sampai ia hampir jatuh di atas orang itu.


"Maafkan aku.....!?" Izuru membuka matanya dan terkejut melihat ternyata Iona yang ada di bawahnya.


"Iona!?" Kata Izuru terkejut sekaligus senang melihatnya.


Iona ada di bawah Izuru dengan dahi yang memerah dengan wajah kesal. Iona tanpa mengatakan apapun langsung menendang ************ Izuru dengan keras.


"Ke.... Kenapa...?" Tanya Izuru terlihat sangat kesakitan.


"Ini kedua kalinya kau menabrak ku dengan keras! Lain kali pakai matamu!" Kata Iona marah.


"Aduh, jangan marah di saat seperti ini. Lihatlah, semua sedang kacau!" Kata Izuru mencoba bangun.


"Kami ingin mencari mu, takut kau melakukan lah bodoh." Kata Rin.


"Tadi aku bertemu dengan pelaku penyerangan ini."


"Di mana!?" Tanya Iona dan Rin bersamaan.


"Tadi di air mancur, tapi sekarang dia sudah pergi. Dia juga orang yang meledakan rumah Nona Reshieka." Jelas Izuru.


"Jadi yang aku lihat di atas itu?" Tanya Iona.


"Kalau begitu kita harus cepat memberitahu Nona Reshieka!" Kata Rin lalu pergi bersama dengan Iona.


"Hey tunggu! Anu ku masih sakit!" Teriak Izuru masih memegangi selangkangannya.


"Sembuhkan saja dirimu sendiri!" Kata Iona tetap berlari meninggalkan Izuru di sana.

__ADS_1


"Entah kenapa aku malah terluka oleh temanku sendiri. Healing!" Kata Izuru menggunakan sihir penyembuh.


*****


Iona dan Rin sampai di rumah, mereka masuk ke dalam rumah lalu ke kamar untuk melihat keadaan Nona Reshieka. "Asura! Apa Nona Reshieka sudah sadar?" Tanya Iona baru saja masuk.


"Iona? Nona Reshieka sudah sadar. Untung saja Meiro segera mengurangi obat biusnya." Jawab Asura.


"Apa yang sebenarnya terjadi di kota?" Tanya Nona Reshieka masih sedikit terlihat lemas.


"Nona, Izuru bilang kalau yang melakukan penyerangan ini adalah pelaku ledakan tempo hari lalu." Jawab Iona.


"Maksudmu orang dengan tudung hitam itu? Dia juga orang yang menyerang aku dan Fiel saat di lokasi penelitian." Kata Nona Reshieka.


"Apa!?" Kata Iona, Rin, dan Asura bersamaan.


"Jadi orang itu mengincar Nona Reshieka!?" Tanya Asura.


"Sepertinya dia tidak mengincar Reshieka. Karena seharusnya dia sudah tahu kalau Reshieka ada di sini, mengingat kejadian tempo hari lalu." Kata Destra.


"Benar juga, jika yang di katakan Asura benar, dia seharusnya langsung ke rumah ini saja, tidak perlu harus menghancurkan rumah-rumah warga." Kata Iona.


"Selain itu di mana Izuru!? Kenapa dia tidak bersama kalian?" Tanya Asura.


*****


Izuru sudah sembuh sekarang dan sedang berlari ke rumah Nona Reshieka. Saat ini Izuru sudah hampir sama dan di depannya sudah terlihat gerbang rumah Nona Reshieka. Tapi, ada seseorang yang tidak asing sedang lewat di depan gerbang rumah Nona Reshieka.


"Itu!?" Kata Izuru memperlambat langkah kakinya, ia menyadari siapa orang itu. Orang di sana adalah Zhagi.


"Orang yang menyerang Gorden waktu itu."


"Hmm...? Kebetulan sekali kita bertemu di sini." Kata Zhagi menyadari kedatangan Izuru.


"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Izuru.


"Aku mencari Crgoshiro, dan aku yakin kau pasti mengetahui di mana dia sekarang."


"Aku tidak tahu di mana dia! Dia sudah lari masuk ke dalam hutan."


"Jangan bohong! Aku melihatmu mengejarnya, kau pasti sudah membujuknya agar tidak lari lagi. Cepat katakan di mana dia!" Teriak Zhagi.


"Sial, orang ini benar-benar keras kepala!" Kata Izuru dalam hati.


"Jika kau tidak mau mengatakannya, maka lebih banyak orang yang akan mati." Kata Zhagi mengangkat satu tangannya yang terlihat di kelilingi aura yang sangat kuat.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2