The Fake Legend

The Fake Legend
Arc 3 End - Chapter 92 - Lore of GoldWar


__ADS_3

"Gorden?" Kata Izuru lalu mengusap matanya seperti tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Gorden!" Panggil Izuru sambil menempel di jeruji besi.


Gorden membuka mata dan mengangkat wajahnya melihat ke depan. Seketika terkejut melihat Izuru berada di seberangnya.


"Kau...? Kenapa ada di sini?" Tanya Gorden.


"Apa semua ini benar? Apa kau, akan berakhir di sini?" Tanya Izuru.


Gorden tersenyum sekilas dan menjawab. "Benar. Aku sudah tidak ingin lari lagi."


"Apa kau tidak takut dengan kematian?" Tanya Izuru.


"Tentu saja aku takut. Tapi, dari pada aku terus di kejar rasa bersalah, lebih baik menghadapinya dan semua akan langsung selesai." Jelas Gorden.


"Tapi, pasti ada jalan lain kan!?"


"Ada satu hal yang ingin kutanyakan. Kenapa kau tidak membenciku seperti yang lain? Padahal kita baru saja bertemu beberapa minggu lalu."


"Karena... Karena kau orang pertama yang membantuku! Kau memberiku pekerjaan dan tempat berteduh, walaupun kau tidak tahu dari mana asal usul ku. Jika kau tidak peduli siapa diriku, aku juga tidak peduli siapa kau dan apa yang kau lakukan dulu!" Kata Izuru dengan mata yang berkaca-kaca.


"Aku tidak bisa melihat orang yang sudah berjasa dalam hidupku mati begitu saja tanpa melakukan sesuatu!" Sambung Izuru.


Gorden terdiam mendengar perkataan Izuru, ia lalu tersenyum. "Terima kasih, kau satu-satunya temanku yang tersisa." Kata Gorden.


"Sepertinya sebentar lagi waktunya." Kata Gorden lalu berdiri.


"Apa?" Kata Izuru bingung.


"Kau tidak dengar? Raja hampir menyelesaikan pidatonya."


"Tidak..." Kata Izuru terkejut.


"Oh ya, aku ingin memberitahumu sesuatu. Hutan di dekat pegunungan barat, aku meninggalkan sesuatu di sana. Awalnya aku ingin memberikannya pada temanku Zhagi, tapi dia sudah tidak ada lagi. Karena itu, aku akan memberikannya padamu." Kata Gorden.


"Ada apa di sana?" Tanya Izuru.


"Kau akan mengetahuinya. Baiklah, aku pergi dulu ya." Kata Gorden berdiri di pintu sel dan para penjaga datang dan membawanya keluar.


"Gorden..!" Teriak Izuru mencoba membuka pintu selnya.

__ADS_1


Izuru lalu mengeluarkan pedangnya dan menusuk lubang kunci, tapi tetap tidak bisa terbuka.


"Gorden...!"


Izuru lalu mencoba mendobrak pintu berkali-kali dengan sekuat tenaga. Tapi tetap tidak bisa. Akhirnya Izuru menggunakan elemen racun di sekitar bilah pedang, lalu mengayunkannya ke pintu besi dan menciptakan percikan api yang kemudian membakar pedangnya.


"Aku harus keluar dari sini...!" Teriak Izuru menebas pintu sel berkali-kali dengan pedangnya yang terbakar.


Gorden sudah berjalan di tengah arena menuju alat eksekusi. Orang-orang meneriaki Gorden sambil melemparkan batu kearahnya membuat banyak luka di wajahnya. Sementara yang dilakukan Izuru malah membuat penjaga datang ke sana.


"Hey! Hentikan itu..!" Teriak penjaga sambil membawa tombak.


Izuru melihat penjaga itu membawa sebuah kunci. "Itu dia! Aku harus mendapatkan kunci itu." Kata Izuru dalam hati.


Ia terus menebas pintu sel sampai membuat penjaga itu semakin mendekat dan akhirnya berada di depan pintu. Penjaga itu memasukan tombaknya ke sel dan hampir mengenai Izuru.


"Hentikan itu!" Kata penjaga itu.


Izuru langsung menarik tombaknya sampai membuat penjaga itu terbentur jeruji besi, dengan itu Izuru bisa mengambil kunci setelah itu menendang penjaga itu sampai terjatuh.


Izuru membuka pintu sel secepat yang ia bisa dan berlari pergi menyusuri lorong yang terlihat cahaya terang dan dua penjaga di depan.


"Seseorang tangkap dia!" Teriak penjaga di belakang Izuru.


"Hampir sampai!" Kata Izuru dalam hati.


Gorden sudah sampai di tengah arena. Para algojo kemudian mengunci kepala Gorden di alat pemenggal. Bersamaan dengan Izuru yang sudah keluar dari lorong, tapi langsung di tangkap oleh penjaga yang lain.


"Lepaskan aku!" Teriak Izuru langsung terdiam melihat Gorden di sana.


Raja Hyron turun untuk melakukan hukuman. Sambil membawa pedang, Raja berada di depan Gorden yang sudah terkunci.


Raja mengangkat pedangnya bersiap untuk memotong tali yang menahan pisau besar di atas. Lalu, mengayunkannya...


"Tidak...!!!" Teriak Izuru segera menutup matanya.


Tiba-tiba keheningan menyelimuti seluruh tempat itu, tidak terdengar apapun kecuali suara gerimis. Izuru perlahan membuka matanya, dan....


Ia melihat pedang Raja berada dekat di tali. Raja menghentikan ayunan pedangnya sebelum tali itu terpotong, hal itu membuat semua orang di sana heran.


"Yang Mulia?" Panggil salah satu algojo di sana.

__ADS_1


"Kau hebat Crgoshiro. Kau sudah menunjukan keberanian untuk menerima hukuman, karena itu aku membatalkan hukuman ini." Kata Raja Hyron.


"Bawa dia kembali ke penjara khusus." Sambung Raja.


Seketika semua orang di sana sangat terkejut dengan keputusan Raja. Beberapa warga langsung berteriak untuk melanjutkan hukuman. Tapi Raja tidak mendengarkan semua itu dan segera kembali ke atas.


"Apa apaan ini? Ada yang aneh di sini." Kata Nona Reshieka.


Raja menjelaskan bahwa Kerajaan masih membutuhkan Crgoshiro, ia sudah membuktikan dirinya menyesal dengan tidak kabur dari penjara walaupun tidak di jaga dan pasrah menerima kematian yang sudah di depan mata.


Pernyataan itu membuat banyak orang mulai paham dengan keputusan Raja, tapi beberapa orang tetap merasa bahwa Raja bertindak tidak adil. Mereka yang tidak setuju dengan keputusan itu mulai merasa bahwa Raja sudah tidak seperti dulu lagi.


Setelah semua itu, Crgoshiro di bawa ke penjara dengan penjagaan yang sangat ketat, entah sampai kapan dia akan di sana. Sementara itu Izuru di jemput oleh Nona Reshieka dan tampaknya semua penjaga sudah mengenalnya.


Akhirnya mereka pulang ke Kota Spanric saat malam tiba...


"Izuru, jangan lakukan hal bodoh seperti itu lagi. Mungkin kau belum tahu hal terburuk yang bisa terjadi jika berani macam-macam dengan Kerajaan besar." Kata Nona Reshieka duduk bersama Izuru di dalam kereta kuda.


"Maafkan aku, tapi semuanya sudah selesai. Walaupun aku tidak tahu kapan lagi kita akan bertemu, setidaknya dia masih punya kesempatan mendapat kehidupan yang lebih baik suatu saat nanti." Jawab Izuru.


"Mungkin 20 tahun lagi kau bisa menemuinya." Kata Nona Reshieka.


"Semoga aja..."


...*****...


Di penjara khusus, Gorden duduk diam dengan rantai di kaki dan tangannya. Ia hanya memikirkan tentang dua orang teman baiknya itu, dan tidak peduli apa yang terjadi tadi. Beberapa saat kemudian seseorang datang dan berdiri di depannya, ia adalah Yang Mulia Raja.


"Apa yang kau mau dariku?" Tanya Gorden.


"Tidak ada, aku hanya tidak mau kehilangan satu-satunya putraku." Jawab Raja.


"Itu dulu, sebelum kau meninggalkan Ibu bersamaku dan lebih memilih tahta."


"Lupakan hal itu, kita bisa memulai semuanya lagi. Seperti dulu."


"Hmph... Tidak akan pernah..."


...*****...


Arc Lore of GoldWar, End...

__ADS_1


Akhirnya selesai! maaf kalau lama, **Author bimbang Crgoshiro mau saya kill atau tidak. ternyata keputusan akhirnya adalah tidak, karena karakter yang sudah punya background yang rapi, dan suatu saat bakal muncul lagi.


terima kasih sudah membaca sampai sini, like kalau kalian suka, itu akan sangat membantu mengembangkan novel ini. untuk selanjutnya Arc Spear and Angel, petulangan kali ini tidak di bawah, tapi di atas**...!


__ADS_2