The Fake Legend

The Fake Legend
Chapter 112 - Malam Penyerangan


__ADS_3

Malam datang dan menyelimuti seluruh tempat dengan keheningan juga sinar bulan. Di bagian pinggir Fhsyle ada sebuah pulau-pulau kecil lain, seperti yang sudah diceritakan sebelumnya. Untuk ke sana cukup dengan terbang atau menggunakan sebuah jembatan kayu yang di topang oleh rantai besar. Ada juga orang yang bertugas menjaga jembatan, seorang pria tua yang sedang meneguk minuman hangat sambil duduk bersantai di bangku tua.


Ada seseorang berdiri di depan jembatan itu. Dari belakang muncul lagi satu orang. Orang pertama lalu membuka tudungnya, rambut putih terlihat terurai terkena angin.


"Bersiaplah, kita akan segera mulai. Aku punya firasat baik tentang rencana ini." Ucap Nathasia pelan pada orang di belakangnya.


Orang itu hanya diam mendengarkan tanpa bereaksi apa-apa. Mereka lalu lanjut berjalan sampai terlihat oleh pria tua penjaga jembatan itu.


Nathasia berjalan tepat di depannya. Pria itu lalu berdiri dan hendak menghampiri Nathasia. Hanya bergerak selangkah pria itu langsung jatuh tidak sadarkan diri, anak buah Nathasia lah yang sudah memukul leher pria itu dari belakang. Agar rencana mereka berjalan lancar, tidak boleh ada saksi mata.


Mereka melewati jembatan tanpa terburu-buru. Saat berada di tengah, mereka bagaikan berdiri di tengah bulan yang bersinar terang.


Di pulau kecil itu tampak sebuah rumah yang sangat besar dan mewah. Di luar terlihat ada beberapa orang penjaga yang sedang mengobrol santai di tanah beralaskan sebuah tikar. Juga ada beberapa orang yang tengah berpatroli di sekitar sana.


Dengan cepat mereka mengatasi semua penjaga yang tengah berpatroli satu per satu. Menyadari ada yang hilang, penjaga lain yang tadinya sedang mengobrol santai langsung bersiap di posisi.


Dari dalam tanah muncul tangan-tangan hitam yang langsung mencekik semua penjaga di sana sekaligus. Hanya dalam beberapa saat mereka semua langsung jatuh tak berdaya.


Nathasia berjalan melewati para penjaga itu, ia berhenti sesaat dan melihat keadaan mereka. "Huh, begitu saja? Lalu apa gunanya mereka? Hanya ku serang seperti itu saja langsung pingsan, atau mungkin mereka mati?"


"Prrttt....! Siapa peduli." Ucap Nathasia.


Terlihat pintu yang cukup besar terkunci rapat. Dari seluruh sisi pintu muncul sebuah cahaya, lalu mulai terlihat api berwarna ungu yang mulai membakar melewati celah.


Kedua daun pintu terlempar ke dalam seperti terkena sebuah ledakan dan di depan pintu terlihat Nathasia bersama anak buahnya.


Mereka kemudian masuk ke dalam rumah besar itu. Di dalam sana ada berbagai barang-barang mewah, seperti sofa, meja dengan ukiran, jam pasir besar, lukisan-lukisan pemandangan, dan lampu gantung berwarna emas.

__ADS_1


Di depan ada sebuah tangga yang mengarah ke lantai dua, ke sana lah tujuan mereka. Saat hendak mendekat ke tangga, ia melihat beberapa di atas tangga. Mereka memakai seragam pelayan sambil membawa berbagai senjata dan siap menyerang kapan saja.


"Kami sudah tahu, pasti ada orang berbahaya di antara Ras lain yang tinggal di bawah. Atas perintah pemimpin Fhsyle ini, kami akan mengirim mu kembali ke dunia bawah!" Ancam salah satu dari wanita pelayan itu.


"Coba saja!" Teriak Nathasia berlari ke arah mereka.


Dua orang yang menggunakan pedang juga maju dan langsung menebas Nathasia yang baru datang. Tebasan itu mengenai tubuh Nathasia, tapi sama sekali tidak menghentikan dirinya. Ia langsung mencekik leher kedua gadis pelayan itu dan melempar mereka dengan keras.


Dari depan pelayan lain terbang melesat ke arah Nathasia dengan membawa sebuah kapak besar, bersiap untuk menebas. Nathasia juga bersiap menerima serangan itu, ia menciptakan sihir di kedua tangannya. Namun, tiba-tiba dari kedua sisi samping muncul rantai dan mengikat kedua tangannya.


Para gadis yang ia lempar yang menahan tangan Nathasia menggunakan rantai dari dua sisi berlawanan. Rapalan terhenti dan di depan wajahnya sudah ada gadis dengan kapak.


Saat gadis itu menebas ke arah Nathasia, tiba-tiba kapak itu hancur menjadi pecahan-pecahan kecil di udara. Gadis itu menunjukan ekspresi terkejut saat masih berada di udara.


Tangan-tangan hitam kemudian muncul dari belakang tubuh Nathasia, dengan cepat mencengkram tangan dan kaki gadis itu, lalu mendorongnya ke bawah sampai tangga di sana sampai menciptakan lubang yang cukup dalam.


...*****...


Di dalam kamar, seorang anak tengah tertidur. Ia tiba-tiba terbangun karena merasakan getaran di seluruh ruangan. Ia turun dari kasur dan mengambil lentera. Dengan kaki yang gemetar ia berjalan menuju pintu, ia lalu berusaha membuka pintu itu, tapi sepertinya terkunci dari luar.


"Tuan muda! Tolong jangan keluar. Sedang ada keadaan darurat saat ini, tetaplah di kamar." Ucap saah satu pelayan di luar pintu kamar.


Anak itu lalu mundur beberapa langkah dari pintu. Ruangan mulai bergetar lagi, barang-barang di atas meja mulai berjatuhan.


...*****...


"Kupikir kalian lebih kuat, ternyata sama saja dengan penjaga di luar." Ucap Nathasia lalu berjalan naik.

__ADS_1


Hanya beberapa langkah, ia lalu berhenti setelah melihat satu lagi seorang gadis pelayan di ujung tangga ini.


"Oh, kau juga mau seperti temanmu yang lain? Tenang saja, aku tidak pilih kasih kok." Ucap Nathasia.


"Lakukan, kalau kau bisa!"


"Dengan senang hati!" Nathasia lalu berlari dengan cepat ke arah gadis itu.


Ia tidak mendapat serangan apapun sampai tepat di depan gadis itu. Saat ia hendak menyerang, Nathasia tiba-tiba terpental cukup jauh.


Nathasia mendarat dengan cukup baik, dan saat ia mengangkat wajahnya Gadis pelayan itu sudah membawa sebuah kristal yang melayang di tangannya. Kristal itu bercahaya dan mengisi seluruh ruangan di sana dengan aura. Aura itu mengaktifkan 8 artefak sihir yang menempel di dinding ruangan itu sebagai sistem pertahanan.


Semua artefak sihir itu otomatis langsung menembak Nathasia dengan semacam laser. Nathasia menghindar dengan sigap, ia melompati semua serangan itu dan mencoba mendekat.


Tetapi, saat ia mencapai tangga 8 laser itu tiba-tiba menghadang tepat di depannya. Ia menghentikan langkahnya sebelum mengenai laser itu. Kristal di tangan gadis itu kembali mengeluarkan cahaya dan menciptakan gelombang energi yang terbang ke arah Nathasia.


Nathasia langsung menggunakan kuda-kuda bertahan. Tetapi, ia tetap terpental. Berbeda dari sebelumnya, sekarang serangannya jauh lebih kuat dan membuat Nathasia terpental sampai keluar dari rumah itu.


Nathasia jatuh tersungkur di tanah. Ia lalu bangun dan mengelap bedu yang ada di pipinya. Senyum muncul di wajahnya dengan mata yang melotot.


"Kau benar-benar menghiburku...! Tapi, kali ini aku tidak punya banyak waktu. Karena itu, aku akan akhiri sampai di sini!"


Nathasia dalam posisi bersiap. Aura merah mulai muncul di sekeliling tubuhnya.


"Red Mist..." Ucap Nathasia yang sekarang di sekujur tubuhnya muncul kabut merah tebal dan di dalam kabut itu terlihat mata yang menyala.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2