
Di sebuah ruangan gelap dengan dinding bata yang tampak sudah lama sekali ditinggalkan, terlihat melalui cahaya samar dari jendela, Nishiki, seorang necromancer yang tadi menyerang desa duduk di sebuah kursi tahta. "Aku terlalu sering bermain-main dengan mereka." Kata Nishiki sambil memegang sebuah kurungan kecil dengan sesuatu di dalamnya. Ia menggoyang-goyangkan kurungan itu, dan benda di dalamnya bergerak memberontak dengan menggigiti jeruji besi di dekat wajah Nishiki. Lalu kurungan itu diletakan di atas meja samping tahta. "Untuk penyerangan berikutnya aku akan mengeluarkan sisa tentaraku. Lihat saja, aku pastikan desa itu tersapu bersih dari peta." Kata Nishiki dengan tatapan serius.
"Aku tidak percaya, ternyata Iona mencoba membunuhku." Kata Shun duduk di tempat tidur.
"Tenang saja, ini pasti karena efek kutukan dari necromancer itu. Kita akan anggap ini tidak pernah terjadi sebelumnya." Kata Izuru berdiri di depan Shun.
Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam. "Tuan Shun, aku dengar pembicaraan kalian. Apa benar, Iona mencoba membunuh Anda?" Tanya Sayaka, anggota party Shun.
"Sayaka? Kau dengar semuanya?" Tanya Shun terkejut.
"Iya, aku dengar semuanya. Jika itu memang benar, aku tidak bisa membiarkannya begitu saja!" Jawab Sayaka lalu pergi keluar dari sana.
"Sayaka, tunggu!" Kata Shun memanggil Sayaka, tapi ia tidak bisa mencegahnya pergi.
"Ini gawat, dia pasti akan memberitahu semua orang!" Kata Izuru, lalu ia segera berlari keluar. Izuru melihat sekeliling, mencari Sayaka agar tidak memberitahu kepada orang lain tentang apa yang ia dengar.
"Di mana Sayaka?" Tanya Shun juga keluar.
"Aku tidak melihatnya." Jawab Izuru.
"Kita harus mencarinya!" Kata Shun lalu berlari bersamaan dengan Izuru, tapi menuju arah yang berbeda.
Izuru terus berlari tanpa tentu arah, lalu ia melihat kerumunan. Di sana terlihat ada seorang gadis di antara para petualang. Izuru segera berlari kearah mereka. "Sayaka!" Panggil Izuru lalu memegang pundak gadis itu. Ternyata dia adalah orang lain, "ah maaf, aku salah orang." Kata Izuru lalu pergi. "Sial, ke mana lagi aku harus mencari?" Tanya Izuru bingung.
Setelah beberapa menit mereka berdua kembali ke menara. "Bagaimana?" Tanya Shun.
"Aku tidak bisa menemukannya." Jawab Izuru lalu ia melihat ke samping dan seketika ia terkejut.
"Ada apaaaa...!? Ehh... Sayaka!?" Kata Shun terkejut melihat Sayaka bersama panglima dan beberapa prajurit lain. "Panglima? Ada apa anda ke mari?" Tanya Shun seperti tidak tahu apa-apa.
"Tuan Shun, apa benar salah satu pengikut mu merencanakan pembunuhan pada anda?" Tanya Panglima.
"Itu memang benar, tapi..."
__ADS_1
Plak..! Izuru menampar mulut Shun dan menarik kerah bajunya. "Apa kau bisa tidak jujur sekali saja?" Tanya Izuru dengan tatapan tajam.
"Ada apa kalian?" Tanya panglima.
"Tidak ada apa-apa." Jawab Izuru melepaskan Shun.
"Jadi, intinya semua yang nona ini katakan itu benar? Kalau memang benar begitu, aku tidak bisa membiarkan hal itu! Ini pertama kalinya Keluarga Zergaken gagal mendidik pendamping untuk para pahlawan terpilih. Aku akan memberitahu mereka agar tuan Shun bisa mendapat pendamping yang lebih baik." Kata Panglima.
"Kau tidak perlu melakukan itu, Panglima! Aku akan selesaikan ini secara pribadi." Kata Shun.
"Ini bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tapi juga kepentingan seluruh negeri. Hal ini tidak bisa di anggap remeh!" Kata Panglima lalu menerobos masuk ke dalam kamar Iona. "Bangunkan dia!" Kata Panglima.
"Tidak bisa, aku baru saja memberikan mantra tidur padanya." Jawab Izuru.
"Aku bisa!" Kata Sayaka muncul dari kerumunan. Lalu ia membaca sebuah mantra dan seketika Iona bangun, tapi ia tampak bingung.
"Apa? Di mana ini?" Tanya Iona. "Kenapa aku terikat?"
"Aku akan bertanya padamu, apakah kau memiliki maksud untuk membunuh Tuan Shun?" Tanya Panglima pada Iona.
"Membunuh? Aku tidak tahu apa yang terjadi di sini." Jawab Iona tampak bingung.
"Berbohong tidak ada gunanya!" Teriak panglima di depan wajah Iona.
Iona tampak ketakutan. "Aku tidak tahu, tapi aku melihat mimpi aneh. Aku membawa pisau dari toilet dan..." Kata Iona.
"Jadi itu benar. Setelah penyerangan berakhir aku akan membawamu menghadap keluargamu, kau harus bertanggung jawab atas perbuatan mu! Aku minta beberapa prajurit untuk menjaga tempat ini dan yang lain aku minta keluar dari sini, termasuk kamu tuan Shun." Kata Panglima, lalu mereka semua keluar dari menara.
"Sial, kenapa ini jadi lebih buruk? Mungkin saja Iona akan di jatuhi hukuman yang berat. Hukuman mati itu mungkin saja, karena seperti yang panglima katakan, ini menyangkut nasib seluruh negeri." Kata Izuru dalam hati.
"Tolong jangan bunuh aku! Aku akan melakukan apapun!" Kata Seorang prajurit ketakutan di tengah ruangan seperti ruangan persembahan.
"Aku tidak butuh orang lemah seperti kau dalam pasukan ku." Jawab Nishiki sambil berjalan mendekat dengan sebuah pedang. Lalu ia menebas prajurit itu dan sebuah kepala menggelinding. Jasad prajurit itu jatuh di sebuah lantai yang penuh dengan corak, darah yang keluar dari kepala mengalir ke jalur-jalur di lantai.
__ADS_1
Setelah beberapa detik corak-corak itu bersinar. "Ritualnya berhasil, sekarang waktunya penyerangan." Kata Nishiki lalu pergi dari ruangan itu.
Izuru yang sedang berada di ruangan Rin, tiba-tiba saja cahaya dari jendela ruangan meredup. Izuru lalu beranjak dari kursi dan berjalan menuju jendela. "Mendung? Mungkin hari ini akan hujan." Kata Izuru ingin menutup jendela, tapi ia sangat terkejut saat melihat ke atas. "Aaa.... Aa...apa itu?" Tanya Izuru terkejut.
Semua orang yang berada dalam ruangan satu persatu keluar dan melihat ke langit. "Apa yang terjadi?" Tanya panglima melihat semua orang di luar.
"Panglima, lihat itu!" Kata salah satu prajurit menunjuk ke atas. Panglima melihat ke atas dan terkejut melihat melihat bulan yang besar bergerak dengan cepat menutupi matahari.
"Gerhana matahari?" Kata Izuru memandangi langit yang perlahan menghitam.
"Hey kau! Apa yang terjadi?" Tanya Shun muncul dari belakang.
"Aku punya nama kau tahu? Hari ini gerhana matahari." Jawab Izuru.
"Gerhana matahari? Apa ini sering terjadi di dunia ini?" Tanya Shun.
"Aku tidak tahu, aku bukan dari dunia ini."
"Eh? Itu artinya kau juga reinkarnasi!?" Tanya Shun terkejut.
"Itu benar, tapi kita bahas itu nanti. Ayo kita temui panglima!" Kata Izuru berlari diikuti Shun. "Panglima!"
"Tuan Shun?" Kata Panglima menoleh kebelakang.
"Kenapa yang di sebut malah Shun? Ngomong-ngomong apa gerhana matahari saat ini normal terjadi?" Tanya Izuru.
"Tidak, ini tidak seperti biasanya. Seharusnya gerhana matahari hanya berlangsung 2 kali selama 5 tahun, tapi kali ini tidak dalam jadwal." Jelas panglima.
"Apa ini gerhana yang sengaja di buat oleh seseorang?" Tanya Izuru.
"Waktunya telah tiba, aku pasti akan mendapatkan pedang itu sekarang!" Kata Nishiki di depan benteng desa.
Bersambung...
__ADS_1