
Yemi langsung berdiri menjauh dari Kenzi dengan bibir yang mengerucut tajam setelah Kenzi tadi berkata dengan nada tinggi pada nya.
" Maaf, uncle tidak bermaksud untuk membentak mu" Kenzi merasa bersalah dengan apa yang tadi dia lakukan pada Yemi.
" Katakan uncle, apa yang kurang dari diriku?" Yemi tampak berkata serius.
" Kamu" Kenzi menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, tidak tahu apa yang akan dia katakan pada Yemi.
" Lihat aku! Apa dada ku kurang besar ha?" Yemi tampak memegang ke dua dada nya dan menggenggam nya membuat Kenzi melongo tak percaya dengan apa yang di lakukan oleh anak kecil di hadapan nya.
" Apa yang dia lakukan sekarang" gumam Kenzi seraya menepuk kening nya sendiri seraya mengedipkan mata nya berkali - kali " Tentu saja itu tidak terlalu kecil, bahkan itu sangat pas dalam gengggaman ku" batin Kenzi seraya mata nya menatap tangan nya. Kenzi teringat akan peristiwa di malam yang terjadi satu minggu yang lalu saat dia tidak sengaja memegang aset berharga milik Yemi yang terasa empuk itu.
"Ah, seperti nya ukuran nya cukup." bergumam sendiri seraya tangan nya ia jauhkan dari dada nya." Apa bokong ku yang kurang besar?" Kini Yemi memegang bokong nya sendiri.
" Apa lagi yang dia lakukan" batin Kenzi meraup wajah nya dengan kasar. " Oh God, ujian apa lagi yang kau berikan padaku" jerit hati Kenzi menatap frustasi pada Yemi. Kenzi jelas merasa frustasi menghadapi sikap ajaib Yemi yang selalu membuat kepala Kenzi berdenyut.
Kenzi saat ini harus menahan sesuatu yang sudah terbangun sedari tadi saat Yemi memegang kedua buah da da nya dan menunjukan nya pada Kenzi.
" Ah seperti nya bukan juga!" Yemi bergumam sendiri lagi seraya menilik tubuh nya sendiri. " Apa aku kurang tinggi ya, atau aku kurang langsing?" Yemi mematut dan memutar tubuh nya sendiri di depan Kenzi. " Aih, seperti nya tidak ada yang salah dengan bentuk tubuh ku. Teman - teman ku selalu bilang kalau tubuh ku ini sudah sempurna. " Yemi berbicara penuh percaya diri dan sepersekian detik kemudian Yemi melirik Kenzi yang hanya diam saja mendengarkan ocehan nya membuat dia menjadi kesal.
" Kenapa uncle diam saja? Ayo uncle, bicaralah!" Yemi merengek manja membuat kepala Kenzi berdenyut.
__ADS_1
" Sudah diam! Kenapa kamu membuat uncle pusing? " Kenzi memegang kepala nya yang semakin berdenyut.
" What? Uncle pusing?" Yemi tampak terkejut "biar aku memijit nya" Yemi mendekati Kenzi dan mulai meletakan kedua tangan nya pada kepala Kenzi dan bersiap untuk memijit nya. Namun Kenzi yang merasa kaget dengan pergerakan tiba - tiba dari Yemi membuat Kenzi refleks mendorong tubuh Yemi sehingga tubuh Yemi terjungkal
Bruk
" Aw" Yemi berteriak kesakitan saat tubuh nya lagi - lagi harus mencium lantai marmer yang sangat dingin dan keras. " Uncleeee" Yemi berteriak kencang membuat Kenzi menutup kedua telinga nya dengan kedua tangan nya.
" Uncle nyebelin" Yemi menggerak - gerakan kedua kaki nya seraya tubuh nya masih terduduk dilantai.
" Maaf, uncle tidak sengaja" Kenzi membantu Yemi untuk bangkit dari posisi nya.
" Maaf maaf, apa uncle tahu ini rasa nya sangat sakit?" Dan uncle sudah membuatku terjatuh dua kali, uncle" Yemi menekankan kata dua kali seraya mengacungkan dua jari nya pada wajah Kenzi
" Ish, ngagetin apa nya? Aku hanya ingin membantu uncle memijat kepala uncle yang pusing, kenapa aku di salahkan?" Yemi mengerucutkan bibir nya tajam. " Sudahlah aku mau tidur" Yemi berjalan seraya menghentakan kaki nya ke lantai menuju tempat tidur Kenzi.
" Eits, kamu mau ke mana" Kenzi meraih kerah baju belakang Yemi dan menarik nya dengan cukup kencang sehingga membuat Yemi terpental kembali ke belakang.
" Ish, ada apa lagi sih uncle" Yemi merengek manja seraya menghentakan kaki nya kelantai.
" Kamu mau tidur di mana? Sekarang kamu harus pulang!" Ucap Kenzi seraya melepaskan tangan nya yang tadi menarik kerah baju belakang Yemi.
__ADS_1
" Ish, uncle apa aku tidak boleh menginap disini? Bukankah kita akan segera menikah?" Yemi mengedip - ngedipkan mata nya lucu menatap Kenzi dengan tatapan memohon nya.
" Aih, kenapa anak kecil ini menampilkan wajah yang sangat menggemaskan seperti ini?" batin Kenzi seraya memalingkan pandangan nya
" Tidak boleh!" Kenzi berkata tegas tanpa menolehkan pandangan nya.
"Ish, aku tidak mau tahu. Pokok nya aku akan tidur di sini" Yemi langsung berlari dan menjatuhkan diri nya di atas tempat tidur milik Kenzi dan menggulung diri nya dengan selimut yang ada di sana.
Kenzi yang melihat itu pun tidak tinggal diam dan langsung menghampiri Yemi dan berusaha untuk mengeluarkan tubuh gadis itu dari dalam selimut nya.
" Yemi ayo bangun! Kalau kamu tidur di sini uncle tidur dimana?" Kenzi masih sibuk mengeluarkan Yemi dari dalam selimut nya.
" Kita bisa tidur bersama seperti waktu itu kan" jawab Yemi enteng.
" Ish bagaimana uncle menjelaskan nya pada mu? Yang kita lakukan saat itu adalah kesalahan, ingat itu!" Kenzi yang sudah mulai kehabisan kesabaran nya memutuskan untuk mengangkat tubuh Yemi yang masih tergulung oleh selimut itu untuk memindahkan nya di atas sofa. Sungguh hari ini adalah hari yang sangat melelahkan di perusahaan nya dan sekarang dia harus menghadapi anak kecil dihadapan nya. Yang di inginkan Kenzi saat ini adalah tidur dengan nyenyak dan nyaman di atas tempat tidur nya, dia tidak akan membiarkan Yemi merebut tempat tidur nya begitu saja. Kenzi fikir jika Yemi ingin menginap di apartemen nya maka dia harus tidur di sofa dan diri nya yang tidur di atas tempat tidur.
Karena kalau Kenzi tidur satu tempat tidur dengan Yemi sudah di pastikan dia tidak akan bisa tidur dengan nyenyak karena adik kecil nya yang pasti akan terbangun mengingat bagaimana cara Yemi tidur.
" Aaakh , uncle apa yang uncle lakukan?" Yemi terpekik kaget saat tubuh nya melayang karena tubuh nya di angkat oleh Kenzi.
" Aku akan memindahkan mu ke atas sofa, kalau kamu ingin tidur di apartemenku kamu harus mengikuti perkataan ku" ucap Kenzi tegas seraya melangkah kan kaki nya menuju sofa sambil mengangkat tubuh Yemi yang masih terbungkus oleh selimut , namun niat hati ingin melangkah malah nasib naas yang di alami oleh Kenzi saat selimut yang membungkus tubuh Yemi tergerai dan membuat Kenzi tersandung sehingga tubuh mereka berdua tergeletak mengenaskan dengan tubuh Kenzi yang berada di bawah karena Kenzi langsung membalikan tubuh nya sendiri saat terjatuh agar tubuh Yemi tidak tertimpa oleh nya.
__ADS_1
Dan begini lah akhir nya, tubuh Yemi menindih tubuh Kenzi yang ada di bawah nya dengan kedua bibir mereka yang saling menempel tanpa jarak sedikit pun membuat kedua nya membulatkan kedua bola mata mereka dan sepersekian detik kemudian " Aaaakh" Teriak mereka berdua secara bersamaan.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏