Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 93


__ADS_3

Yemi tampak menutup mulut nya sendiri dengan mata yang sudah berkaca - kaca melihat semua itu. Yemi sangat terkejut sekaligus terharu dengan semua ini.


" Bagaimana, apa kamu suka?" Mia memegang ke dua tangan Yemi. " Uncle Ken sudah bersusah payah menyiapkan ini untuk mu, aku, kak Devan dan kak Alfa juga, jadi aku harap kamu menyukai nya" Mia tersenyum manis pada Yemi.


" Ya sayang, aku sangat kesulitan untuk membuat kejutan ini" Kenzi memasang wajah memelas nya.


" Kesulitan?" Yemi mengerutkan kening nya.


" Ya, uncle Ken sempat kesulitan meyakinkan pak Devan agar mau membagi pesta pernikahan nya malam ini" Mia terkekeh saat mengatakan nya.


" Itu karena aku hanya ingin sedikit mengerjai kak Kenzi saja" ucap Devan membela diri. " Lagi pula kalau bukan karena kamu adik sepupuku dan sedang mengandung, aku tidak mau membantu nya untuk menyiapkan kejutan ini" Devan melipat ke dua tangan nya di depan dada nya.


" Aku sangat menyukai nya, terima kasih" Yemi mengusap sudut mata nya yang mulai berair. " Lihatlah, aku bahkan sampai menangis saking senang nya" Yemi mengibas - ngibaskan tangan nya agar air mata nya tidak terjatuh kembali namun air mata itu jatuh juga di pipi mulus nya.


" Sudah, jangan menangis lagi! Apa kamu mau make up mu itu luntur dan wajah mu menjadi jelek huh?" Mia kembali terkekeh saat mengatakan nya.


" Tentu saja tidak!" Yemi kembali mengusap sudut mata nya dan ikut terkekeh bersama dengan Mia.


Tak lama para tamu mulai berdatangan dan mengucapkan ucapan selamat untuk ke dua pasangan pengantin itu. Sebagian tamu merupakan para kerabat dan kolega bisnis Devan dan Kenzi dan yang lain nya adalah teman - teman sekolah mereka. Bahkan teman - teman sekelas Mia dan Yemi juga banyak yang hadir di sana termasuk sahabat mereka Dika.


" Selamat Mia, alhir nya kamu menikah juga dengan pak guru ini" Dika hendak memeluk Mia namun Devan menahan nya.


" Jangan pernah menyentuh istri ku!" Ucap Devan dengan penuh penekanan seraya melayangkan tatapan tajam pada sahabat istri nya itu.

__ADS_1


" Ish, bapak ini pelit sekali!" Dika mendengus kesal membuat Mia terkekeh melihat nya.


" Terima kasih kamu mau datang, kamu datang dengan Oliv? Apa kalian?" Mia menaik turunkan alis nya lucu.


" Apa ha? Tadi kebetulan saja aku dari kafe dan dia juga akan datang kesini jadi aku ajak bareng aja sekalian, lagi pula aku malas datang sendirian" ucap Dika kemudian menggeser tubuh nya untuk memberi selamat pada Yemi dan Kenzi sedangkan Oliv yang kini menyalami Mia.


" Selamat Yem, akhir nya pernikahan mu di publikasikan juga" Dika kembali hendak memeluk Yemi namun lagi - lagi dia ditahan oleh suami nya yang tak lain adalah Kenzi.


" Jangan coba - coba!" Kenzi melayang kan tatapan tajam nya pada Dika.


" Ish, tidak pak guru, tidak uncle Ken, ke dua nya sama - sama posesif dan menyebalkan" Dika berbisik pada Yemi membuat Yemi terkikik geli saat mendengar nya.


" Aku bisa dengar!" Kenzi memutar bola mata nya malas.


Sedangkan di sudut tempat pesta yang lain nya tampak Alfaro yang menatap penuh arti pada ke dua pasangan yang kini sedang sibuk menyalami para tamu yang datang sambil membawa satu gelas minuman di tangan nya.


" Kalau saja kami melanjutkan sandiwara itu, minggu depan aku juga akan seperti mereka" gumam Alfaro dengan sudut bibir yang terangkat. " Ais, apa yang aku fikirkan? Bagaiman bisa aku berfikir untuk menikah dengan gadis gila itu" Alfaro merutuki kebodohan nya sendiri.


Tak lama para tamu pun semakin banyak berdatangan dan terlihat mengantri untuk mengucapkan selamat pada ke dua pasang pengantin itu, dan tak sengaja mata Alfaro menangkap sosok yang selama beberapa hari ini tidak ia temui dan selalu mengganggu fikiran nya. Alfaro tanpa sadar mengangkat sudut bibir nya saat melihat Simi yang baru saja datang dan akan memberikan selamat pada para pengantin itu. Namun sepersekian detik kemudian garis lengkung pada bibir Alfaro hilang saat melihat gadis itu menarik tangan seorang pria yang lumayan tampan dan seperti nya seumuran dengan Simi.


" Siapa dia? Apa dia pacar baru gadis gila itu?" Gumam Alfaro pelan dan tanpa dia sadari tangan nya mengepal erat dengan rahang yang mengeras melihat pemandangan itu.


" Selamat Mia, pak Devan, akhir nya kalian menikah juga. Semoga rumah tangga kalian sakinah, mawadah dan warahmah" ucap Simi dengan senyum di bibir nya.

__ADS_1


" Terima kasih karena sudah datang" Mia pun memeluk Simi dengan lembut dan Simi pun membalas nya. " Oh iya, siapa ini? Apa ini pacar baru mu?" Ucap Mia dengan nada menggoda nya.


" Ah, ini_" belum sempat Simi mengatakan nya, Yemi sudah memanggil nama nya.


" Bukankah kamu calon istri kak Alfa? Tapi kenapa kamu tidak bersama dengan nya?" Yemi menghampiri Simi yang masih berbicara dengan Mia. Ya Yemi dan Kenzi belum tahu hal yang sebenar nya karena Mia dan Devan belum sempat mengatakan nya pada Yemi dan Kenzi karena mereka sama - sama sibuk mempersiapkan pesta pernikahan mereka ini. Alfaro juga belum menceritakan nya karena dia fikir itu tidak terlalu penting juga.


" Selamat atas pernikahan kalian, dan selamat juga atas kehamilan mu" Dari pada Simi harus membahas tentang Alfaro, lebih baik dia mengalihkan pembicaraan nya. Karena jujur saja setiap kali Simi mengingat pria itu, entah kenapa selalu ada perasaan aneh yang muncul dalam hati nya.


" Terima kasih, kamu juga semoga pernikahan kalian nanti akan lancar juga" Yemi pun memeluk Simi dan Simi pun membalas nya.


Setelah selesai mengucapkan selamat, Simi pun mengajak orang yang datang bersama nya untuk menikmati hidangan pesta yang di sediakan di sana.


Simi hendak mengambil makanan di meja prasmanan saat terdengar suara bariton yang tak asing lagi di telinga Simi menghampiri nya. Sedangkan pria yang datang bersama nya tadi sudah selesai mengambil makanan nya sejak tadi dan sudah menjauh dari sana.


" Ck, baru juga satu minggu membatalkan pernikahan nya dengan calon suami nya dan mengajak pria lain untuk bersandiwara menjadi kekasih nya, kini sudah menggandeng pria baru lagi" Alfaro tampak menghampiri Simi dan berdiri tepat di samping Simi dan ikut mengambil makanan di sana. " Kamu memang gadis yang hebat" Alfaro tersenyum mengejek pada Simi.


" Maaf ya om, aku tidak tahu maksud dari perkataan om ini" Simi berusaha bersikap sebiasa mungkin walau kini hati nya merasa sakit. Entah kenapa mendengar kata - kata itu meluncur dari bibir Alfaro membuat hati Simi menjadi terluka.


" Maksud ku dengan kecantikan dan keberanian yang kau punya, kau bisa dengan mudah nya menaklukan pria mana pun" " Alfaro masih saja bersikap menyebalkan terhadap Simi membuat Simi menjadi sangat kesal.


" Terima kasih atas pujian nya, aku memang cantik!" Setelah mengatakan hal itu Simi langsung meninggalkan Alfaro karena kebetulan dia sudah selesai mengambil makanan nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2