
"Katakan! Kenapa kamu bisa ada disini dan kenapa kamu tidak mengabari uncle terlebih dahulu?" Kenzi menatap Yemi dengan tatapan menyelidik.
Mendengar itu Yemi mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya yang ia simpan disamping nya. Yemi dan Kenzi kini sedang duduk berhadapan di atas sofa yang ada di kamar Kenzi.
" Aku kesini untuk memberikan ini pada uncle" Yemi tampak menyerahkan beberapa lembar kertas yang tadi ia ambil dari dalam tas nya.
" Apa Ini?" Kenzi tampak menerima kertas yang diberikan oleh Yemi dengan alis yang terangkat sebelah.
" Apa uncle lupa? Ini untuk perjanjian kita"
" Perjanjian? " Kenzi tampak mengingat - ingat tentang perjanjian yang dia sepakati dengan Yemi satu minggu yang lalu.
" Ish, apa uncle lupa ha?" Yemi mendengus kesal.
" Oh, perjanjian yang itu ya" Kenzi menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal " uncle tidak melupakan nya hanya saja uncle tidak ingat" Kenzi terkekeh
" Ish , itu sama saja" Yemi mengerucutkan bibir nya.
" Iya- iya, nah kita lihat apakah syarat dari uncle sudah kamu penuhi" Kenzi tampak membuka lembar demi lembar kertas yang tsdi di berikan Yemi dan betapa terkejut nya Kenzi saat melihat nilai - nilai Yemi yang hampir sempurna. Bahkan tidak ada nilai 80, nilai minimal yang diajukan oleh Kenzi. Semua nilai Yemi diatas 90 semua.
" What, apa ini tidak salah? Bagaimana bisa nilai anak kecil ini sebagus ini bahkan ini hampir sempurna" batin Kenzi seraya menelan saliva nya susah.
" Kenapa, uncle terkejut kan melihat nilai ku yang terbilang sempurna itu? Asal uncle tahu saja, seperti biasa nilaiku menjadi nilai paling tinggi di kelasku" Yemi berkata ponggah sambil melipat kedua tangan nya di depan dada nya.
" Apa kamu yakin kamu tidak mencontek untuk mengisi ujian ini" Kenzi tampak menatap curiga pada Yemi
__ADS_1
" Ish, uncle jangan berbicara sembarangan ya! Aku ini selalu juara kelas dengan nilai ku yang terbilang sempurna bahkan aku juga beberapa kali juara umum di sekolahku" tangan Yemi menepuk tangan Kenzi dengan cukup keras namun itu tak membuat Kenzi kesakitan.
" Bukankah kamu itu murid yang nakal dan selalu jadi langganan guru BK?" Kenzi tampak bingung setelah mendengarkan ucapan Yemi karena setahu dia Yemi selalu jadi langganan guru BK dan membuat Davin dan Dinda dipanggil beberapa kali karena nya.
" Itu sih beda lagi cerita nya" Yemi tampak nyengir kuda memperlihatkan deretan gigi putih nya. " Sekarang bagaimana?" Yemi tampak tak sabar ingin mendengarkan keputusan dari Kenzi setelah dia menunujukan hasil ujian nya itu.
" Baiklah" Kenzi membuang nafas nya pelan." Seperti yang sudah kita sepakati sebelum nya, aku akan menikah dengan mu. Tapi dengan sebuah perjanjian" Kenzi mengangkat sudut bibir nya.
" Perjanjian? Apa maksud uncle kita akan nikah kontrak begitu? Seperti yang ada di dalam novel - novel dan film - film itu?" Yemi tampak mengerutkan kening nya.
" Ya, bisa dibilang seperti itu" jawab Kenzi enteng.
" Aku tidak mau" Yemi mendengus kesal. Enak saja uncle nya itu mengambil keputusan seperti itu. itu nama nya memberikan harapan palsu untuk Yemi dan Yemi tidak akan menerima nya semudah itu.
" Ya sudah kalau tidak mau, berarti tidak akan ada pernikahan" Kenzi berkata enteng.
" What?" Yemi tampak membulatkan kedua mata nya. " Tidak bisa seperti itu uncle, uncle sudah berjanji pada ku" Yemi mengerucutkan bibir nya.
" Ya sudah, berati kamu harus menerima perjanjian ini. Bagaimana? " Kenzi menaikan sebelah alis nya.
" Oke, apa saja isi perjanjian nya?" putus Yemi pada Akhir nya.
Kenzi pun mengeluarkan sebuah kertas kosong dan bolpoin untuk dia isi dengan perjanjian pernikahan antara diri nya dan juga Yemi.
Kenzi memang menyayangi Yemi namun itu hanya sebatas sayang kepada adik nya, itu saja. Kenzi tidak mungkin mencintai Yemi karena Yemi sudah di anggap seperti anak nya sendiri karena saat Kenzi pertama kali ke Indonesia dan di bantu oleh Davin, saat itu Yemi masih bayi dan Kenzi sedikit nya ikut andil dalam pertumbuhan Yemi.
__ADS_1
" Perjanjian nomor satu, kita harus merahasiakan pernikahan ini dari publik. Hanya kerabat dekat saja yang tahu"
" Oke, aku setuju lagi pula aku masih sekolah. Aku pasti dikeluarkan dari sekolah kalau sampai mereka tahu aku sudah menikah" Yemi mengangguk - anggukan kepala nya.
" Yang ke dua, kita tidur terpisah aku di kamar ini dan kamu di kamar sebelah. Nanti uncle akan membeli tempat tidur dan beberapa furniture untuk mu." Kenzi kembali ingin menulis.
" Tidak, aku tidak mau. Bukankah aku sudah bilang kalau aku ingin tidur sambil dipeluk oleh uncle" Yemi mengedip - ngedipkan mata nya lucu.
" Ish, kalau kamu tidur dengan uncle. Uncle tidak bisa menjamin kalau uncle tidak akan melakukan sesuatu pada mu. Kamu tahu uncle pria normal dan uncle tidak mau melakukan itu dengan wanita yang tidak uncle cintai. Apa kamu mengerti? Lagi pula dalam hubungan tanpa cinta wanitalah yang paling dirugikan di sana."
" Apa maksud uncle berbicara seperti itu? Apa tidak ada rasa cinta sedikit pun yang ada di hati uncle untuk ku?" wajah Yemi berubah sendu.
" Tidak, tidak untuk hari ini atau pun seterus nya. Uncle sudah menganggap mu seperti anak uncle sendiri, apa kau tahu uncle bahkan sudah menggendong dan mengasuh mu sejak kamu masih bayi" Kenzi berbicara seraya menatap serius wajah Yemi.
" Tidak uncle, mungkin hari ini uncle tidak mencintai ku tapi suatu hari nanti. Uncle sendiri yang akan mengatakan nya pada ku kalau uncle mencintai ku?" Ucap Yemi dengan semangat yang tampak berapi - api
" Ya, terserah pada mu" Kenzi memutar bola mata nya malas. Kenzi sudah sering mendengar hal ini dari mulut gadis yang ada di hadapan nya itu.
" Tapi aku heran, kenapa uncle tidak bisa mencintai ku sebagai wanita?" Yemi tampak berfikir dia menyangga dagu nya dengan tangan kanan nya yang ia topangkan pada paha nya. " Lihat aku!" Yemi tiba - tiba menangkup wajah Kenzi supaya melihat ke arah nya dengan jarak yang sangat dekat membuat jantung Kenzi tiba - tiba berdetak dengan sangat kencang.
" A apa yang ingin dia lakukan" batin Kenzi seraya menelan saliva nya susah. Mata Kenzi tampak menyapu melihat wajah cantik yang ada dihadapan nya dan berhenti pada bibir mungil berwarna merah muda milik Yemi "seperti nya manis" batin Kenzi. Namun sepersekian detik kemudian Kenzi langsung menepis fikiran kotor nya dan langsung menepis kasar tangan Yemi yang masih menangkup wajah nya.
" Apa yang kamu lakukan ha?" ucap Kenzi dengan nada tinggi. " Jangan melakukan hal itu lagi apa lagi pada laki - laki!" Ucap Kenzi tegas dengan nada tak ingin di bantah.
Jangan Lupa Like, vote dan komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorit kalian dan beri hadiah yang buanyak pada karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1