
" Sekarang katakan, bagaimana pertemuan mu dengan calon mertua mu?" Mia menaik turunkan alis nya lucu menatap Simi.
" Ya ya, bagaimana? Ayo ceritakan pada kami" Yemi yang sedang kesal pun menjadi antusias untuk mendengarkam cerita dari Simi dan melupakan sejenak kekesalan nya pada sang suami yang super protektif.
" Haruskah aku menceritakan nya sekarang?" Simi tersipu saat mengatakan nya.
" Ish, kenapa kamu harus tersipu seperti itu? Kami hanya bertanya tentang pertemuan mu dengan keluarga kak Alfa, bukan bertanya malam pertama mu" Mia memutar bola mata nya malas.
" Iya, lagi pula kamu tidak cocok tersipu begitu tahu?" Yemi ikut memutar bola mata nya malas.
" Ish, biar pun kalian mendesak ku. Aku tidak akan mengatakan apa pun tentang malam pertama ku, malam pertama ku hanya aku dan om Alfaro yang tahu. Iya kan om?" Simi tersenyum manis pada Alfaro.
" Tentu saja" jawab Alfaro dengan senyum yang tak kalah manis.
" Kalian ini kenapa malah membahas malam pertama mereka yang masih jauh, aku takut mereka sudah tidak kuat lagi ingin segera melakukan nya" Devan terkekeh saat mengatakan nya.
" Tentu saja itu tidak boleh, kalian belum halal ya!" Mia menatap tajam pada Simi dan Alfaro.
" Cih, lagian siapa juga yang mau melakukan malam pertama kami malam ini" Simi mendengus kesal.
" Sudah - sudah, sekarang ceritakan pertemuan kalian tadi siang!" Yemi kembali pada topik pembicaraan.
" Baiklah aku akan menceritakan nya pada kalian, jadi dengarlah!" Simi pun mulai menceritakan bagaimana pertemuan nya tadi dengan keluarga Alfaro dari awal dia memasuki mansion yang sangat luas dan juga megah sampai perdebatan yang terjadi di antara mereka yang berakhir dengan baik karena daddy dan mommy Alfaro hanya ingin menguji kembali Alfaro yang mereka tahu sudah berubah dari Alfaro yang sombong dan arogan juga suka berfoya - foya menjadi Alfaro yang sekarang baik dan sederhana juga pekerja keras.
"Aldiron Petra Company? Jadi keluarga mu adalah pemilik perusahaan terbesar di Singapura ini? " Kenzi tampak mengerutkan kening nya dengan wajah yang terkejut.
" Apa maksud mu Aldiron Petra Company yang itu?" Devan bertanya pada Kenzi dengan wajah yang tak kalah terkejut.
__ADS_1
" Apa kalian tahu Al, Al apa tadi?" Yemi menatap Kenzi dan Devan dengan tatapan menyelidik.
" Aldiron Petra Company sayang" Kenzi mengusap kepala Yemi dengan lembut.
" Ya itu tadi Aldiron Petra Company, apa kalian tahu?"
" Tentu saja kami tahu, kalian tahu Aldiron Petra Company adalah kerajaan bisnis terbesar di Singapura dan terkenal di seluruh dunia. Kalian tahu hotel ini adalah salah satu properti milik nya" Devan yang menjelaskan
" Daebak, pantas saja kak Alfa bisa mentraktir kita di hotel semegah ini. Ternyata karena hotel ini milik keluarga nya" Mia memandang Alfaro dengan wajah yang berbinar. " Aish, kalau tahu seperti ini sudah sejak dulu aku meminta kak Alfa untuk mentraktir ku" Mia tersenyum penuh arti menatap Alfaro.
" Hentikan itu Mia! Kenapa kamu tidak meminta nya pada suami mu sendiri, dia juga mampu membiayai liburan mu di sini" Yemi memutar bola mata nya malas.
" Ish, itu berbeda Yem! Kalau dari suami ku itu berarti tabungan kami terkuras, tapi kalau di traktir kak Alfa tabungan kami selamat, iya kan pak?" Mia nyengir kuda.
" Ya, kamu benar sayang" Devan mengacak rambut Mia dengan lembut.
" Aku tidak perduli wlek" Mia memeletkam lidah nya pada Simi membuat Simi memutar bola mata nya malas.
" Tidak apa - apa, kalian bisa menginap di sini secara gratis selama kalian di sini" ucap Alfaro dengan santai mencoba menghentikan perdebatan mereka.
" Kak Alfa memang yang terbaik" Mia mengacungkan ke dua jempol nya.
" Jadi setelah pernikahan kalian, kamu akan kembali mengurus perusahaan keluarga mu di sini?" Tanya Kenzi dengan wajah yang berubah sendu. Ada gurat kekecewaan yang terdengar dari nada suara nya.
" Ya, begitulah" Alfaro menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. Jujur saja saat ini Alfaro juga merasa tidak enak pada bos nya yang sudah membantu nya saat dia datang ke Indonesia beberapa tahun yang lalu.
" Ish, merepotkan! Itu berarti aku harus mencari asisten baru lagi" Kenzi terkekeh saat mengatakan nya. " Aku harap dia akan seperti mu yang mau menuruti setiap perintah ku" wajah Kenzi berubah sendu.
__ADS_1
" Maaf" Cicit Alfaro.
" Kenapa kamu yang harus minta maaf? Seharus nya aku yang meminta maaf padamu, karena selama kau bekerja denganku aku selalu memberikan mu tugas di luar pekerjaan kantor" Kenzi tersenyum tipis.
" Itu semua belum seberapa dengan apa yang kau berikan pada ku sejak aku menginjakan kaki di Indonesia" Alfaro mengingat kembali bagaimana pertemuan nya dan Kenzi pertama kali. " Kalau bos tidak menolongku saat itu dan membawa ku untuk bekerja dengan mu, aku tidak tahu hidupku akan seperti apa sekarang" tambah Alfaro lagi dengan senyum di bibir nya.
" Oh ya, kok aku tidak pernah tahu bagaimana pertemuan pertama kalian. Dan bagaimana kak Alfa bisa menjadi asisten mu sayang?" Yemi mengerutkan kening nya.
" Kamu ingin tahu, itu semua karena seorang gadis kecil lima tahun yang lalu" Kenzi ikut mengingat.
" Gadis kecil?" Simi tampak penasaran.
" Ya, gadis kecil" Alfaro terkekeh saat mengatakan nya. " Biar aku ceritakan!"
Flash back on
Hari ini adalah hari minggu, tampak seorang pria dengan umur sekitar tiga puluhan tampak sedang panik mencari seseorang di tengah ramai nya orang yang sedang berlalu lalang di daerah pertokoan.
" Yemi, dimana kau!" Pria itu berteriak memanggil gadis itu. " Ish, seharus nya aku tadi tidak melepaskan tangan nya. Apa yang harus aku katakan pada pak Davin dan Bu Dinda" pria itu yang tak lain adalah Kenzi menyugar rambut nya frustasi.
Lama Kenzi mencari keberadaan Yemi yang lepas dari genggaman tangan nya. Yemi yang baru berusia tiga belas tahun itu merengek meminta Kenzi untuk mengajak nya membeli hadiah untuk ulang tahun nya dari Kenzi.
Kenzi awal nya tidak mau pergi, tapi Yemi keukeuh mengajak Kenzi saat itu bahkan Yemi sampai menangis dan merengek juga pada ayah nya sehingga mau tidak mau Kenzi harus menuruti kemauan gadis itu.
" Ish, seharus nya aku tidak membawa nya ke sini. Aku seharus nya membawa dia ke mall saja, mungkin akan lebih mudah mencari nya di sana dari pada di sini" Ya Kenzi tadi menuruti keinginan Yemi yang ingin membeli sesuatu di sebuah kawasan pertokoan di pinggir jalan yang lumayan padat orang nya apa lagi di depan pertokoan banyak pedagang kaki lima yang juga menjajakan dagangan nya di sana.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1