Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 78


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu dan Mia selama beberapa hari ini tampak menikmati pekerjaan nya sebagai pelayan kafe di kafe milik Dika itu. Untung nya Devan selama beberapa hari ini juga sangat sibuk di perusahaan nya dengan pekerjaan nya yang sangat menumpuk karena dia tinggalkan saat membantu persiapan pernikahan Celin satu minggu yang lalu, belum lagi kegiatan nya di sekolah yang mepersiapkan hari kelululsan angkatan Mia saat itu. Apa lagi Devan akan kembali meninggalkan pekerjaan nya untuk hari pernikahan mereka nanti yang akan mereka laksanakan tiga minggu lagi dari sekarang. Sehingga membuat Dia tidak punya waktu untuk menemui Mia, hanya terkadang menelpon saja dan mengirim pesan singkat untuk sekedar menanyakan kabar calon istri nya itu.


Hari ini Mia sedang membersihkan beberapa meja yang kosong karena kafe belum terlalu ramai. Ini baru jam sebelas dan kafe belum terlalu ramai di jam segitu karena biasa nya kafe akan ramai sebentar lagi pada jam makan siang.


" Mia, kamu di panggil kak Dika tuh!" Salah satu teman sesama pelayan Mia datang dan menyuruh Mia menemui Dika di ruangan nya.


" Oke, terima kasih. Kamu bisa tolong gantikan pekerjaan ku sebentar!" Mia tersenyum manis.


" Ish, tentu saja aku yang akan menggantikan mu memang siapa lagi." Orang itu tampak mendengus dengan kekehan di akhir ucapan nya.


" Terima kasih, kamu baik deh. Nanti aku kenalkan kamu sama cowok ganteng deh" Mia mengerlingkan mata nya sebelum pergi dari sana membuat teman Mia yang nama nya Oliv menggelengkan kepala nya melihat kelakuan teman nya itu.


Beberapa waktu telah berlalu, Mia tampak keluar dari ruangan Dika dengan Dika yang mengikuti nya dari belakang.


" Mia, aku fikir kita harus membeli beberapa buku bisnis untuk kita baca sebelum menghadapi ujian masuk kuliah hari senin besok" Dika masih saja mengoceh walau mereka sudah keluar dari ruangan nya. Tadi Dika memanggil Mia ke ruangan nya karena ingin membicarakan bagaimana cara memajukan kafe nya dan juga ujian masuk kuliah yang akan mereka hadapi senin besok.


" Aku tidak perlu membeli nya, di rumah pak Devan atau uncle Kenzi juga banyak. Aku akan meminjam nya saja, lebih irit" Mia terkekeh saat mengatakan nya.


" Cih, tau deh yang punya calon suami seorang pebisnis hebat" ucap Dika dengan nada mengejek membuat Mia semakin terkekeh saja.


" Eh Mia, bukan kah itu pak Devan? Kenapa dia bersama dengan wanita, lihatlah!" Dika menunjuk ke arah meja di mana tempat Devan dengan seorang wanita yang entah siapa itu saat mata nya tanpa sengaja menangkap sosok yang sangat dia kenali itu.


Tapi yang mereka lihat seperti nya wanita itu menyukai Devan, terlihat dari cara mata itu menatap Devan dan pakaian yang dia pakai terlihat seperti ****** yang ingin merayu pelanggan nya. Bagaimana bisa Mia dan Dika tidak berfikiran seperti itu, wanita itu kini sedang memakai pakaian yang cukup terbuka pada bagian dada nya walau dia memakai sebuah kardigan di luar nya, rok yang dia pakai juga terlihat terlalu pendek untuk ukuran rok mini ukuran normal.

__ADS_1


" Cih, seperti nya wanita itu merasa gatal" Mia mendecih.


" Garuk Mi!" Dika menepuk pundak sahabat nya itu untuk menyemangati nya. " Tapi tunggu dulu, kita lihat dulu apa pak Devan mu itu tergoda atau tidak dengan wanita itu" Dika tersenyum menyeringai menatap Devan dan wanita itu di meja nya.


" Kamu benar juga, kalau dia tergoda berarti dia juga perlu aku garuk" Mia menatap nyalang pada ke duanya.


Sementara di meja tempat Devan berada


" Dira tolong kamu recap ulang hasil miting barusan dan kamu email ke saya sekarang! Nanti akan aku periksa semua nya" Devan berkata tanpa menolehkan pandangan nya dan tangan nya masih sibuk dengan ponsel yang ada di tangan nya.


" Baik pak" Dira pun membuka laptop yang di bawa nya dan mulai menerjakan tugas nya dengan sesekali mata nya mencuri pandang pada Devan. " Ish, kalau di lihat dari dekat seperti ini pak Devan sangat tampan. Aku harus mendapatkan nya" batin Dira tersenyum penuh arti.


Setelah beberapa saat Dira dan Devan sama - sama sibuk dengan gadjet mereka masing - masing akhir nya Devan menyimpan ponsel nya pada kantong celana nya karena makanan sudah di antarkan oleh salah satu pelayan di sana.


" Urusan, urusan apa pak?" Dira mengerutkan kening nya


" Bukan urusan mu" Devan pun langsung menyantap makanan nya tanpa memperdulikan raut wajah Dira yang terlihat kesal. Sebenar nya Devan berencana akan ke kontrakan Mia saat pulang dari sana karena jujur saja beberapa hari tidak bertemu dengan nya, Devan sangat merindukan calon istri nya itu.


" Ish, sombong sekali dia. Lihat saja aku akan membuat mu bertekuk lutut di hadapan ku" batin Dira memberengut kesal seraya memakan makanan nya.


Mereka makan dalam keheningan karena tidak ada yang harus mereka bicarakan sekarang.


" Maaf pak ada makanan yang menepel pada bibir bapak" tangan Dira terulur hendak mengusap sisa makanan yang ada pada bibir Devan untuk melancarkan aksi nya mencari perhatian bos tampan nya itu.

__ADS_1


" Aku bisa sendiri, jaga sikap kamu Dira. Saya tidak suka ada yang bersikap kurang sopan pada saya" Devan menepis tangan Dira kasar seraya melayangkan tatapan tajam nya. Devan bukan pria bodoh yang tidak tahu gerak - gerik wanita yang tertarik pada nya, dan Devan bisa melihat dengan jelas sikap Dira pada nya bahkan sejak pertama kali Devan mulai terjun langsung di perusahaan nya. Maka dari itu Devan selalu menjaga jarak dengan nya dan jarang mengajak nya dalam pertemuan - pertemuan seperti tadi, baru kali ini dia mengajak nya karena terpaksa. Kalau saja tadi Devan tidak melupakan salah satu berkas nya, dia tidak mungkin menyuruh Dira mengantarkan nya dan ikut miting bersama dengan nya tadi.


" Ma maaf" Dira sempat ketakutan dengan tatapan yang di layangkan oleh Devan barusan.


Sementara di tempat Mia dan Dika, Mia tampak tersenyum penuh kemenangan melihat Devan yang memperlakukan wanita itu dengan kasar.


" Cih, pak guru BK menyebalkan itu ternyata setia juga" Dika mendecih seraya menyunggingkan senyum di bibir nya.


" Benar, gak salah kan aku pilih calon suami" Mia tersenyum senang. " Sekarang biar aku memberi pelajaran pada bibit pelakor itu" Mia pun mendekati meja Devan dengan senyum mengembang di bibir nya. Sedangkan Dika bersiap untuk menonton pertunjukan yang akan segera di mulai.


" Maaf tuan , nona, apa kalian membutuhkan yang lain nya? Desert mungkin?" Ucap Mia setelah dia tepat berada di samping Devan.


" Tidak, kami sudah kenyang" Dira berucap ketus karena masih kesal pada sikap Devan pada nya.


Sedangkan Devan tampak mengerutkan kening nya saat mendengar suara yang tak asing di telinga nya.


" Tuan nya mungkin" ucap Mia lagi berhasil membuat Devan menoleh ke arah nya.


" Kamu?" Devan membulatkan ke dua bola mata nya menatap Mia yang kini berdiri di hadapan nya. Devan tampak menelisik penampilan Mia saat ini yang memakai pakaian yang sama dengan pelayan di sini.


" Bagaimana tuan, apa anda mau memesan desert? Desert di sini terkenal sangat enak lho!" Mia masih mengembangkan senyum nya namun Devan masih terdiam.


" Ini pelayan gak tahu diri banget sih, bos saya sedang tidak ingin di ganggu. Saya juga sudah bilang kami sudah selesai makan nya" Dira tiba - tiba berkata kasar pada Mia. " Maaf pak, biar saya urus pelayan ini" Dira pun berdiri hendak mendorong tubuh Mia namun Devan dengan cepat menghalangi nya sehingga tubuh Devan yang terdorong namun tidak terjadi apa - apa pada tubuh Devan karena Devan bisa menahan nya sedangkan Mia tampak menyungingkan senyum di bibir nya di belakang punggung Devan.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2