Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 31


__ADS_3

" Berisik banget sih mereka" Yemi mendengus kesal karena mendengarkan beberapa ocehan dari para wanita lebay yang ada di sana.


"Wow, ganteng nya!"


" Iya, apa lagi dia sangat sukses dan kaya raya"


" Ya dia lebih tampan dari yang ada di foto"


Begitulah kira - kira perkataan dari tamu wanita yang ada di sana saat melihat salah satu tamu yang baru datang ke dalam ball room tempat pesta itu di adakan.


" Mereka heboh karena melihat pria tampan yang akhir - akhir ini sering muncul di majalah bisnis" Devan berbicara dengan nada datar nya


" Ish, jadi penasaran. Seganteng apa sih dia? Apa benar - benar tampan seperti yang mereka omongkan " Yemi tampak penasaran atas apa yang mereka semua lihat sampai bersikap heboh seperti itu.


" Sebelas dua belas lah dengan ku" Devan berkata dengan percaya diri.


" Ish, kalau seperti itu berarti dia tidak tampan sama sekali" Yemi terlekeh saat mengatakan nya.


" Apa maksudmu?"


" Ish apa bapak tidak bisa memikirkan nya sendiri maksud dari perkataan saya itu" Yemi memutar bola mata nya malas membuat Devan mendengus kesal.


Karena merasa penasaran Yemi pun dengan malas menolehkan pandangan nya, namun sepersekian detik kemudian mata nya membola dengan sempurna saat melihat siapa yang baru saja memasuki ruang ball room tempat pesta itu di adakan sekarang.

__ADS_1


" Mampus, kenapa uncle dan kak Alfa ada di sini?" batin Yemi seraya langsung kembali menolehkan pandangan nya dan membalikan badan nya agar Kenzi dan Alfaro tidak dapat melihat keberadaan nya. " Gawat, aku harus segera pergi dari sini" Yemi masih saja bergumam pelan seraya menggunakan tas kecil yang di bawa nya untuk menutupi sebagian wajah nya dengan wajah yang terlihat panik.


" Yemi, kamu kenapa?" Devan mengernyitkan kening nya menatap aneh pada gadis yang ada di hadapan nya.


" Ti tidak apa - apa pak" Yemi tersenyum kikuk.


" Ayo Yemi, fikirkan alasan untuk bisa pergi dari sini. Kalau tidak, kamu akan mati" batin Yemi dengan wajah yang terlihat gelisah.


" Kamu tidak apa - apa kan? Kenapa kamu sangat berkeringat seperti itu? Apa kamu sakit?" Devan kini menatap Yemi dengan wajah cemas saat gadis itu terlihat gelisah dengan keringat yang mengalir deras dari dahi nya


" Aku tidak apa - apa pak, hanya saja..." Yemi tampak berfikir alasan apa yang akan dia gunakan untuk bisa keluar dari tempat itu tanpa membuat guru BK nya itu curiga.


" Hanya apa?" Devan menatap dengan tatapan menyelidik pada Yemi membuat Yemi semakin tidak bisa berfikir alasan apa yang akan dia berikan pada guru BK nya itu. Apa lagi saat ini Kenzi dan Alfaro tampak melangkah maju mendekat ke arah Yemi kini berdiri.


" Sakit perut? Kalau begitu kamu pergilah ke kamar mandi sekarang, apa aku perlu mengantar mu?" Devan menatap cemas pada gadis yang ada di hadapan nya itu


" Eh, apa tadi dia bilang? Dia percaya pada kebohongan ku" batin Yemi seraya menatap tak percaya pada pria yang kini sedang menatap nya dengan tatapan cemas nya. " Tidak usah pak, aku bisa pergi sendiri" Yemi nyengir kuda seraya melangkahkan kaki nya menjauh dari sana. Dan dalam waktu yang singkat Yemi sudah menghilang dari hadapan Devan yang masih melihat kepergian Yemi dengan wajah yang sama.


Sementara di sisi lain yaitu sisi Kenzi dan Alfaro


" Yemi, apa itu Yemi?" Batin Kenzi saat melihat seorang gadis yang memakai gaun berwarna gold tanpa lengan dengan rok panjang yang mempunyai belahan selutut dan dengan tatanan rambut yang di kuncir kuda. Kenzi perlahan melangkah kan kaki nya untuk mendekati gadis yang dia yakini kalau itu Yemi untuk memastikan apa yang di lihat nya sekarang. Sedangkan Alfaro tampak mengikuti bos nya itu kemana pun dia melangkah kan kaki nya.


Tak lama Kenzi dan Alfaro sudah sampai ke tempat di mana tadi seorang gadis yang terlihat seperti Yemi berdiri. Namun saat mereka sampai di dana hanya ada seorang pria yang menatap pintu keluar dengan raut wajah yang aneh.

__ADS_1


" Ah, tidak mungkin itu dia. Di sini bahkan tidak ada orang yang dia kenal" Kenzi masih berbicara dalam hati nya sendiri seraya menggeleng - gelengkan kepala nya dengan sudut bibir yang terangkat.


" Apa bos baik - baik saja?" Alfaro merasa aneh dengan tingkah Kenzi saat ini.


" Tidak , aku tidak apa - apa. Aku hanya merasa otak ku kini sudah semakin parah rusak nya" Kenzi terkekeh saat mengatakan nya.


" Maksud bos?" Alfaro mengerutkan kening nya


" Tadi aku seperti nya melihat Yemi di sini, padahal itu jelas - jelas tidak mungkin" Kenzi terkekeh saat mengatakan nya.


" Ya, otak bos memang sudah sangat rusak karena terlalu bucin pada istri kecil mu itu " batin Alfaro tersenyum mengejek ke arah Kenzi yang masih memikirkan apa yang dia lihat tadi.


" Kenapa kamu tersenyum begitu ha? Apa kamu sedang mengejeku dalam hati mu?" Kenzi menatap tajam pada asisten kepecayaan nya itu yang kini sedang tersenyum mengejek entah pada siapa.


" Ti tidak bos, mana saya berani mengejek bos" Alfaro menunduk takut saat melihat tatapan tajam yang di layangkan oleh atasan nya itu." Kenapa dia bisa tahu kalau aku sedang mengejek nya" batin Alfaro


" Sudahlah, ayo kita temui pemilik pesta dan kita segera pergi dati sini secepat nya" Kenzi memang tidak terlalu suka acara pesta dan keramaian. Apa lagi saat ini yang dia fikirkan adalah untuk segera bertemu dengan istri kecil nya yang dia sangka sedang tertidur lelap di dalam kamar nya.


Sementara itu Yemi yang berhasil keluar dari dalam ruangan pesta, terburu - buru menghampiri mobil milik nya dan langsung memasuki mobil nya itu.


" Huuufth" Yemi bernafas lega seraya mengelus dasa nya saat dia berhasil memasuki mobil nya. " Untung aku tidak ketahuan oleh uncle, kalau ketahuan kan bisa gawat. Bisa - bisa aku di gantung di pohon toge" gumam Yemi seraya menyalakan mesin mobil nya.


" Lagi pula ngapain uncle kesini sih, jangan - jangan acara yang uncle maksud adalah pesta ini kali ya. Aduh Yemi, bodoh banget sih lo" Yemi membenturkan kepala nya sendiri pada stir mobil yang ada di hadapan nya. " Oke, sekarang gue harus pergi dari sini sebelum uncle melihatku. Dan aku juga harus sampai ke apartemen lebih dulu dari uncle, yah begitu" Yemi membuang nafas nya kasar dan langsung menginjak pedal gas mobil nya dengan kecepatan yang lumayan tinggi agar dia cepat sampai ke apartemen sebelum uncle Ken suami nya pulang.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2