
Keesokan hari nya Alfaro menyuruh Simi pulang dengan sedikit paksaan karena Simi tetap keukeuh tidak mau pulang ke rumah nya dengan alasan tidak ingin bertemu dengan kekakasih nya. Namun bukan Alfaro nama nya kalau dia tidak bisa memaksa Simi untuk meninggalkan apartemen nya. Alfaro tidak mungkin membiarkan Simi diam di apartemen milik nya hanya sendirian saja, secara Alfaro baru mengenal Simi malam tadi dan dia belum mengenal dengan baik gadis itu.
Dan pada akhir nya setelah bersusah payah Alfaro dapat mengeluarkan Simi dari dalam apartemen nya tadi pagi dan entah dia pergi ke mana Alfaro juga tidak tahu dan tidak perduli juga.
Sementara itu di perusahaan Devan, tampak Mia yang sudah memakai kemeja putih dan rok berwarna hitam, satu - satu nya baju formal yang dia punya tampak menatap gedung yang menjulang tinggi berada tepat di depan nya.
" Wow daebak, gedung ini tinggi sekali" Mia menatap kagum pada gedung yang ada di hadapan nya.
Mia hendak memasuki gedung itu untuk menemui Devan hari ini, Mia baru pertama kali mendatangi tempat kerja Devan ini dan dia mendapatkan alamat nya dari Devan melalui share lokasi karena Devan pagi ini harus menghadiri pertemuan yang sangat penting sehingga dia tidak bisa menjemput Mia hari ini.
" Maaf mbak, di sini sedang tidak ada lowongan pekerjaan" Satpam yang ada di sana terlihat menghentikan langkah Mia yang akan masuk ke dalam perusahaan ini. Pak satpam itu melihat penampilan Mia saat ini seperti orang yang baru akan melamar pekerjaan di sana.
" Tapi saya di suruh pak Devan untuk datang ke sini pak" Jawab Mia dengan enteng nya.
" Tapi pak Devan hari ini sedang ada pertemuan penting, jadi saya tidak bisa membiarkan mbak masuk sebelum pak Devan menyetujui nya" pak satpam itu menjelaskan.
" Saya tahu kalau pak Devan sedang ada pertemuan penting pak, tapi saya di suruh untuk menunggu nya di ruangan nya" ucap Mia lagi.
" Kalau seperti itu mbak lebih baik bicara pada mbak receptionis itu!" Pak satpam itu menunjuk kan meja recepcionis yang ada di loby perusahaan.
" Terima kasih pak, saya permisi" Mia pun tersenyum ramah dan di balas dengan senyum ramah pula oleh satpam itu.
__ADS_1
Mia pun melangkah kan kaki nya ke meja receptionis yang ada di sana dan mengatakan hal yang tadi dia katakan pada satpam di depan sana, tapi mbak receptionis itu malah menyuruh nya menunggu di kursi yang berderet tak jauh dari sana sampai Devan selesai dengan pertemuan nya. Mia pun mau tidak mau menuruti perkataan mbak itu
" Ish, ternyata begini ya sulit nya ketemu dengan orang penting" gumam Mia pelan seraya mengeluarkan ponsel nya, dia memutuskan untuk memainkan ponsel nya saja selama menunggu Devan.
" Ck ck ck, lihat siapa ini yang datang ke perusahaan kita!" Saat Mia tengah asyik memainkan ponsel nya, tiba - tiba terdengar suara yang menghampiri nya, namun Mia tetap acuh dan masih sibuk dengan ponsel nya. " Hey pelayan cafe, ngapain kamu di sini? Mau antar makanan ya?" Salah satu dari mereka terdengar berbicara kembali dan Mia tahu persis dengan suara itu.
Ya siapa lagi kalau bukan Dira dan dua teman nya, Dira yang entah dari mana tiba - tiba berhenti di loby perusahaan saat mata nya tak sengaja melihat Mia sedang duduk sendirian di sana.
" Apa Dir, dia pelayan kafe? Apa kita juga bisa meminta nya membawa makanan juga untuk kami?" Salah satu teman Dira ikut berbicara dengan nada mengejek nya diikuti tawa ketiga nya.
" Ya, dia pelayan kafe di kafe x. Aku tidak tahu ada urusan apa dia kemari, apa mungkin dia ingin meminta uang pada pak Devan bekas bayaran semalam ya?" Dira kembali berbicara dengan nada mengejek nya.
" Semalam, bayaran apa?" terdengar lagi suara yang lain nya.
Plak
Satu tamparan mendarat cantik pada pipi mulus Dira dan meninggalkan bekas kemerahan di dana sesaat setelah dia menyelesaikan perkataan nya.
" Jaga mulut mu itu! Jika kau tidak tahu yang sebenar nya, maka jangan asal bicara!" Mia berkata dengan penuh penekanan sambil menunjuk wajah Dira dengan telunjuk nya. Mia tentu saja tidak terima atas tuduhan Dira pada nya, Mia bisa menahan diri nya kalau Dira hanya mengejek nya tentang profesi nya yang hanya pelayan kafe, tapi dia tidak bisa menerima tuduhan yang di tuduhkan Dira kepada nya.
" Dasar ****** kurang ajar, berani nya kamu menamparku?" Dira berniat untuk membalas tamparan dari Mia, namun Mia berhasil menepis nya dan menghempaskan tangan Dira dengan sangat keras sehingga membuat Dira kembali meringis kesakitan
__ADS_1
" Cih, hanya segitu saja kemampuan mu" Mia tersenyum menyeringai menatap nyalang pada ke tiga wanita yang ada di hadapan nya.
" Kenapa kalian diam saja, bantu aku!" Dira berteriak pada ke dua teman nya dan ke dua teman nya itu membantu menyerang Mia sehingga terjadilah keributan di sana antara Mia melawan tiga wanita itu, tentu saja Mia kewalahan melawan mereka bertiga sehingga Mia beberapa kali terkena tamparan , cakaran dan jambakan dari ke tiga nya. Tapi ke tiga wanita itu juga tak kalah kewalahan karena serangan Mia juga beberapa kali mengenai ke tiga nya.
Pak satpam yang ada di sana juga tampak memisahkan mereka dan sempat kewalahan sampai akhir nya satpam yang lain datang membantu dan berhasil menghentikan mereka. Dan di sini lah keempat wanita tadi sekarang berada, di pos satpam dan sedang di sidang oleh satpam - satpam yang ada di sana.
Keadaan Mia dan tiga wanita itu terlihat acak - acakan, pakaian , rambut bahkan wajah mereka yang terdapat beberapa luka tamparan dan cakaran di sana.
" Kenapa kalian bertengkar?" Salah satu pak satpam terdengar berbicara dengan nada tinggi nya. " Dan kamu, kamu ini bukan orang perusahaan ini. Berani - berani nya kamu membuat keributan di perusahaan ini" satpam itu menunjuk pada Mia dengan tatapan tajam nya.
" Apa bapak tidak lihat, mereka yang mulai duluan dan mengatai saya yang tidak - tidak. Saya tidak bisa diam saja dong pak" Mia berkata dengan santai nya.
" Enak saja, kamu yang pertama menyerang ku!" Dira tak mau kalah.
" Aku tidak akan menamparmu kalau mulut mu itu tidak liar seperti tadi" Mia juga tak mau kalah.
" Sudah hentikan! Kita tunggu pemimpin perusahaan ini dan kita lihat apa hukuman yang pantas untuk kalian karena sudah melakukan keributan di perusahaan ini" Satpam itu berkata tegas dan penuh penekanan.
" Apa? Pak Devan akan ke sini? Mampus, pasti gue di omeli habis - habisan" Mia menutupi wajah nya sendiri dengan ke dua tangan nya.
" Mampus, kamu pasti akan di marahi oleh pak Devan dan dia tidak akan mau menemui mu lagi. Lihat saja!" Dira berkata dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
Mia hanya memutar bola mata nya malas mendengar perkataan dari wanita yang dia anggap bibit pelakor itu.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏