Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 7


__ADS_3

Selama beberapa hari ini Yemi tampak belajar dengan serius di rumah nya setiap malam. Yemi memang anak yang pintar namun sifat nya yang terlalu cuek dan kebiasaan buruk yang selalu membuat ulah disekolah nya membuat dia selalu jadi langganan guru BK disekolah nya. Dan Kenzi kebetulan tahu tentang Davin dan Dinda yang dulu sering dipanggil ke sekolah karena nya. Itu lah alasan Kenzi mengajukan syarat itu, selain untuk memberatkan nya itu juga untuk mendidik Yemi menjadi anak yang pintar.


Tidak tahu saja Kenzi, kalau Yemi walaupun badung tapi dia mempunyai otak yang cerdas sehingga dia selalu menjadi juara di kelas nya. Bahkan teman - teman Yemi pun selalu heran dengan teman nya yang satu itu. Biang onar dan pembuat masalah bahkan tak jarang dia juga dihukum karena kesiangan. Namun tetap saja itu tidak mengurangi kecerdasan yang dia miliki.


" Akhir nya ujian kita sudah berakhir" Mia menjatuhkan kepala nya di atas meja kantin.


Hari ini adalah hari terakhir mereka melaksanakan ujian tengah semester dan baru saja mereka mengerjakan soal yang terakhir karena setelah ini mereka tinggal melaksanakan ujian olah raga saja.


" Ya, akhir nya selesai juga" Yemi tampak tersenyum senang membuat Mia menatap sahabat nya itu dengan tatapan menyelidik.


" Lo kayak nya seneng banget?" Mia memincingkan mata nya.


" Seneng dong, kan udah selesai ujian. Gue udah gak sabar pingin cepat - cepat melihat hasil ujian gue" Yemi tampak bersemangat.


" Ish, tahu deh yang nilai nya gede" Mia memutar bola mata nya malas.


" Ya iya lah, gue kan belajar. Gak kayak lo yang nonton drakor mulu" Yemi berbicara dengan nada mengejek.


" Ish, udah ah gue laper mau makan" Mia hendak pergi untuk memesankan makanan untuk nya.


" Tunggu! Yemi menghentikan langkah Mia membuat nya menoleh " seperti biasa ya!" Yemi menaik turunkan alis nya.


" Iya - iya, bakso dengan kuah yang super pedas kan?"


" Pinter" Yemi mengacungkan ibu jari nya


Mia pun melangkah kan kaki nya untuk memesankan makanan untuk nya dan juga untuk sahabat nya, sedangkan Yemi tampak tersenyum sendiri memikirkan tentang pernikahan nya dengan uncle Ken nya.


" Aih, gue jadi gak sabar deh" Yemi tampak menangkup kedua pipi nya seraya tersenyum sendiri seperti orang gila.

__ADS_1


" Lo baik - baik aja kan Yem?" Mia yang baru saja kembali setelah memesankan pesanan mereka tampak memegang kening sahabat nya itu.


" Ish, gue sehat ya" Yemi mendengus kesal seraya menghempaskan tangan Mia yang memegang kening nya dengan kasar.


" Habis lo aneh, senyam senyum senyam senyum" Mia mendudukan kembali tubuh nya di kursi yang tadi dia tempati.


" Gue lagi seneng banget, soal nya mimpi gue akan segera terwujud" Yemi tampak bersemangat.


" Mimpi lo ? Mimpi yang mana?" Mia mengerutkan kening nya.


" Ish , mimpi yang mana lagi. Ya menikah sama uncle Ken lah" Yemi menjawab dengan enteng sedangkan Mia tampak membulatkan bola mata nya.


" What? Apa gue gak salah denger? Lo mau mer..mmmpth" Mia tidak bisa melanjutkan perkataan nya saat tangan Yemi membekap mulut nya.


" Mulut lo Mi, lo mau satu sekolahan tahu soal ini?" Yemi mendengus kesal, sedangkan Mia tampak nyengir kuda setelah Yemi melepaskan tangan nya yang membekap mulut Mia.


Bagaiman Yemi tidak kesal saat Mia mengatakan nya dengan suara yang tinggi bahkan bisa di bilang berteriak membuat semua yang ada di kantin itu menoleh dan kepo atas apa yang dikatakan oleh Mia tadi.


" No, i am serious" Yemi tampak melipat kedua tangan nya didepan dada nya.


" What?" Mia tampak kembali terkejut namun sepersekian detik kemudian dia kembali cuek saat pesanan yang mereka pesan tadi datang.


" Terima kasih!" Mia dan Yemi berucap bersamaan dengan senyum yang mengembang di bibir mereka.


" Jadi lo beneran mau maried sama uncle lo itu?" Mia masih kepo dan belum menyuapkan makanan nya.


" Beneran, nanti gue ceritain habis makan oke!" Yemi pun mulai menyendokan makanan favorit nya saat berada di sekolah yaitu bakso dengan kuah super pedas. Entah kenapa Yemi sangat menyukai makanan itu.


Yemi dan Mia pun memakan makanan mereka dengan lahap dan sampai mangkuk dihadapan mereka sama - sama kosong.

__ADS_1


" Sekarang lo cerita!" Mia sudah tidak sabar untuk mendengarkan cerita dari Yemi.


" Iya - iya gue cerita" Yemi meminum minuman nya terlebih dahulu untuk menetralisir rasa panas yang terasa membakar pada lidah nya akibat dari kuah pedas yang dia makan tadi.


Yemi pun mulai menceritakan awal mula dari saat Yemi pergi dari rumah nya dan menginap di apartemen Kenzi saat itu. Juga keinginan nya yang ingin tinggal bersama dengan Kenzi dan tidak mau kembali ke rumah besar itu dan hanya tinggal sendiri dengan para pelayan, namun Kenzi tidak mengizinkan nya dengan alasan mereka bukan muhrim dan tidak bisa untuk tinggal di satu atap yang sama.


Sehingga pada akhir nya Yemi berinisiatif untuk mengajak Kenzi untuk menikah dan Kenzi pun menyetujui nya dengan syarat , Yemi harus mendapatkan nilai minimal 80 pada setiap mata pelajaran nya.


" Ish, ternyata lo gila juga ya, berani nya lo ngajak maried duluan si uncle" Mia tampak berdecak


" He he, lo udah tahu kan kalau gue bisa lebih gila lagi" Yemi terkekeh.


" Ya ya ya, gue tahu lo gila" Mia memutar bola mata nya malas. " Lagian uncle Ken juga terlalu bodoh, bisa - bisa nya dia kasih syarat yang gampang kayak gitu"


" Hey, jangan mengatai uncle seperti itu" Yemi menatap Mia dengan sorot mata yang tajam membuat Mia menjadi tidak enak karena sembarangan berbicara namun sepersekian detik kemudian " uncle itu bukan bodoh, hanya tidak terlalu pintar" Yemi tertawa keras merasa lucu dengan ucapan nya sendiri dan melihat reaksi sahabat nya yang seperti orang ketakutan.


" Itu sih sama aja dodol" Mia mendengus dengan tawa yang sama keras nya dengan tawa Yemi.


" Gue juga heran kenapa uncle memberikan syarat yang sangat mudah bagiku, tapi sudah lah itu berarti Tuhan sangat sayang pada ku sehingga mempermudah jalan ku untuk menikah dengan uncle Ken" Yemi tersenyum penuh kemenangan.


" Ya, kau benar setidak nya setelah kamu kehilangan. Tuhan juga akan memberikan sesuatu sebagai ganti nya, iya kan?"


" Ya , mungkin kamu benar. Tapi rasa kehilangan yang aku alami kemarin tidak sebanding dengan yang aku dapatkan sekarang. Karena bagaimana pun juga tidak akan ada yang lebih berharga dari mereka di dunia ini" wajah Yemi berubah sendu membuat Mia merasa bersalah dengan ucapan nya.


" Maaf" hanya itu yang terucap dari mulut Mia


" Ini bukan salah lo, gue aja yang terlalu melow. Udah ah, yuk balik kekelas!" Yemi pun mengajak Mia yang masih merasa bersalah untuk kembali ke kelas mereka setelah sebelum nya mereka membayar terlebih dahulu makanan mereka.


Jujur Yemi masih merasa sangat sedih bila mengingat kejadian yang menimpa nya seminggu yang lalu, tapi Yemi juga sadar bahwa dia harus melanjutkan kembali hidup nya dan bangkit dari keterpurukan nya walaupun itu sangat berat untuk dijalani oleh Yemi.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa tambahkan juga ke favorite kalian dan beri hadiah yang banyak untuk karya ku ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2