
Beberapa bulan telah berlalu, sebentar lagi Yemi akan melakukan ujian akhir nya. Namun sebelum itu sekolah mengadakan study tour ke sebuah pantai di sekitar kota Jakarta. Hanya kelas 12 saja yang ikut dan mereka di haruskan menginap di sana selama 3 hari. Sekolah juga sudah menyiapkan tempat menginap di sana agar para siswa dan siswi merasa nyaman saat berada di sana.
Devan jelas sangat senang dengan acara ini. Bahkan yang membuat perjalanan ini menjadi tiga hari dari waktu dua hari yang di tentukan pihak sekolah adalah dia. Para guru yang lain nya tidak bisa menolak permintaan Devan karena Devan adalah anak dari pemilik sekolah itu. Devan ingin memanfaatkan waktu di sana untuk mendekati Yemi dan mengutarakan perasaan nya pada gadis yang selama beberapa bulan ini membuat nya menjadi gila.
" Yes, kita liburan ke pantai dong" Mia bersorak girang sesaat setelah pak Bambang membagikan surat pemberitahuan.
" Bukan liburan Mi, tapi study tour!" Yemi memutar bola mata nya malas.
" Bagi gue, mau study tour kek mau liburan kek. Pokok nya jalan - jalan" Mia kembali bersorak girang sedangkan Yemi tampak menatap kertas yang ada di tangan nya dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Berisik lo Mi! Bisa diem gak?" Dika yang sedari tadi mengobrol dengan teman yang lain merasa terganggu dengan suara Mia yang lumayan cempreng itu.
" Ish, sirik aja sih lo!" Mia mendengus kesal.
" Eh, temen lo kenapa?" Dika merasa heran melihat Yemi yang hanya diam memandangi kertas yang ada di tangan nya.
" Tau" Mia mengangkat bahu nya sendiri. " Yem, lo kenapa sih?" tanya Mia seraya menepuk pelan bahu Yemi.
" Huuufth" Yemi membuang nafas nya kasar. " Gue dilema Mi, Dik" Yemi memandang ke dua sahabat nya itu secara bergantian.
" Dilema kenapa lo?" Dika terkekeh saat mengatakan nya.
" Gue dilema, kan gue mau banget ya pergi sama kalian semua nginep di pantai. Tapi gue gak mau kalau harus berpisah dengan uncle Ken" Yemi menjatuhkan kepala nya di atas meja dengan lemas dan wajah yang di buat sedih.
" Ish, kirain gue kenapa?" Mia memutar bola mata nya malas.
" Yoi, gue juga kira apa? Ternyata masalah uncle lagi uncle lagi" Dika melakukan hal yang sama dengan Mia.
__ADS_1
" Ish, kalian tidak tahu saja. Tiga hari itu waktu yang lama tahu" Yemi mendengus kesal karena ke dua sahabat nya itu tidak mengerti perasaan Yemi saat ini.
" Iya - iya, kami tahu" Mia dan Dika bicara bersamaan karena mereka tidak ingin terus berdebat dengan Yemi.
" Kenapa gak lo bawa aja tuh si uncle!" Dika asal bicara tapi tidak dengan Yemi yang menganggap nya serius.
" Ah, lo bener juga" Yemi tiba - tiba berdiri sambil menggebrak meja dengan keras sehingga membuat Mia dan Dika menjadi kaget.
" Kok gue gak kefikiran ya, thanks Dik. Lo memang bisa gue andelin, walaupun kadang - kadang" Yemi menepuk pundak Dika dengan cukup keras.
" Aw, B aja kali napa? Gak usah nepuk segala!" Dika mendengus kesal seraya mengusap bahu nya yang tadi di tepuk oleh Yemi.
" Eh Yem, lo serius mau ngajak uncle lo" Mia tak habis fikir dengan otak gila Yemi.
" Iya Yem, gue kan cuma asal bicara tadi!" Dika merutuki kebodohan nya sendiri yang bisa - bisa nya memberikan ide itu. Karena mana ada study tour ngajak keluarga.
" Ish, gue kan bisa suruh uncle buat nyisul ke sana" Yemi berkata dengan penuh percaya diri.
" Nanti deh gue fikirin, yang penting gue harus bisa ajak uncle ke sana juga" Yemi tersenyum menyeringai memikirkan sesuatu yang entah apa itu membuat Mia dan Dika sama - sama memandang Yemi dengan wajah yang heran sekaligus cemas mengingat teman nya yang satu itu terkadang berbuat hal yang gila.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Hari ini sekolah pulang lebih awal karena para guru akan rapat tentang study tour yang akan di laksanakan. Hari ini Yemi juga tumben tidak bertemu dan di ganggu oleh guru gila menyebalkan nya, mungkin Devan kini sedang di sibukan oleh persiapan kegiatan sekolah yang akan di adakan dua hari lagi itu.
Karena sekolah hari ini pulang lebih awal, Yemi memutuskan untuk datang ke perusahaan ayah nya yang kini di jalankan oleh Kenzi dan membawakan makan siang yang tadi dia beli di restoran favorit uncle nya itu.
Senyum manis terus mengembang di wajah cantik Yemi sepanjang perjalanan menuju Alfano Corp. Yemi hari ini membawa mobil nya sendiri karena Kenzi tadi tidak sempat mengantarkan Yemi terlebih dahulu ke sekolah karena ada meting pagi.
__ADS_1
" Selamat siang pak!" Yemi menyapa pak satpam yang berjaga di depan pintu masuk.
" Selamat siang non, silahkan masuk!" Pak satpam itu membukakan pintu masuk untuk putri pemilik perusahaan itu.
" Terima kasih" Yemi pun masuk dengan senyum yang tak pudar dari wajah nya. Tak lupa dia juga menyapa dan tersenyum ramah pada karyawan yang ia temui sepanjang perjalanan menuju ke ruangan uncle Ken nya yang bersetatus sebagai suami nya itu.
" Semoga uncle suka" Yemi mengangkat kantong berisikan makanan seraya tersenyum senang. Yemi harap kali ini tidak ada hal menyebalkan lagi yang terjadi saat ini mengingat kekesalan nya dulu saat terakhir kali dia datang ke sini untuk mengantarkan makan siang untuk Kenzi.
" Siang kak Alfa!" Yemi menyapa Alfaro yang sedang bekerja di meja depan ruang kerja Kenzi.
" Siang nona Yemi" Alfaro menjawab tanpa melihat karena kesibukan nya.
" Selamat bekerja kak, aku akan menemui uncle dulu" Yemi yang tak mau mengganggu Alfaro yang terlihat sangat sibuk dan ingin segera menemui uncle nya pun langsung melangkah kan kaki nya untuk masuk ke dalam ruangan suami nya itu.
" Tunggu - tunggu, apa tadi nona Yemi? Tidak di dalam kan ada_" Alfaro terlihat panik saat melihat Yemi yang sudah memutar handle pintu ruangan Kenzi.
Ceklek
Pintu ruangan Kenzi terbuka dari luar.
Brruukk
Kantong berisikan makanan yang di bawa Yemi terjatuh begitu saja saat melihat pemandangan yang ia lihat saat ini di depan nya, di ruangan uncle Ken nya yang bersetatus sebagai suami nya. Mata Yemi tampak membulat sempurna dan ke dua telapak tangan Yemi menutup mulut nya yang ikut terbuka.
Mata Yemi seketika berkaca - kaca dan menumpahkan sesuatu yang berdesakan sejak Yemi melihat apa yang ada di hadapan nya.
Saat ini di ruangan Kenzi, Kenzi sedang berpelukan dengan mesra bersama dengan wanita cantik yang terlihat dewasa dengan pakaian yang modis dan make up yang natural membuat wanita itu terlihat sangat cantik dan sempurna di mata semua pria.
__ADS_1
Siapakah dia?
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏