
Sementara di dua kamar pasangan sedang merasakan pergulatan penuh cinta di dalam kamar mereka masing - masing, Simi tampak mengerutkan kening nya dengan wajah yang sulit untuk di artikan saat melihat kondisi kamar nya saat ini.
" Cih, apa - apa an yang om itu lakukan pada kamar ku? Dia fikir aku akan bulan madu dengan siapa, dengan diri nya ha?" Simi mendengus kesal seraya memutar bola mata nya malas.
Bagaimana Simi tidak kesal? Saat ini kamar nya sudah di hias sedemikian rupa seperti kamar pasangan yang akan honey moon atau malam pertama nya. Pada tempat tidur nya banyak kelopak bunga yang di taburkan di sana bahkan ada yang di buat bentuk hati di tengah - tengah nya. Tak hanya itu saja, di atas tempat tidur juga ada selimut yang di bentuk sedemikian rupa menyerupai sepasang angsa yang sedang berciuman. Memang dekorasi nya sangat bagus dan kamar itu juga memiliki fasilitas yang lengkap dengan kamar yang sangat luas, tapi tetap saja kalau kamar nya dihias seperti itu dan yang akan menempati nya seorang yang lajang pasti Simi akan membuat orang mana pun merasa tersinggung akan semua itu.
" Ish, menyebalkan! Aku harus protes pada om Alfa" Simi pun meletakan barang - barang nya di sana dan langsung keluar dari kamar itu untuk menemui Alfaro di kamar nya.
Simi pun dengan perasaan yang sangat kesal membuka pintu kamar nya, namun apa yang dia lihat di depan kamar Alfaro membuat dia mengurungkan niat nya. Kamar Alfaro dan Simi memang bersebrangan, jadi saat Simi membuka pintu nya maka langsung akan terlihat kamar Alfaro. Tapi apa yang kini Simi lihat membuat perasaan kesal nya berubah menjadi perasaan yang sangat sakit tergores dalam hati nya saat ini.
Saat ini Alfaro sedang berpelukan dengan seoarang gadis yang terlihat tak jauh umur nya dengan Simi saat ini.
" Aku sangat merindukan mu" Terdengar oleh Simi gumaman dari gadis yang memeluk erat tubuh kekasih nya itu. Dan Alfaro pun membalas pelukan dari gadis itu.
Tubuh Simi bergetar sangat hebat, detak jantung dan waktu seakan berhenti saat itu juga. Mata Simi juga sudah tampak berkaca - kaca menahan sesuatu yang sudah berdesakan ingin di tumpahkan dari sana.
Prok
Prok
__ADS_1
Prok
" Adegan yang bagus!" Simi berusaha menahan apa yang sudah dia rasakan saat ini dan berusaha untuk terlihat tegar dan kuat di hadapan dua orang yang kini melihat ke arah nya dengan wajah yang berbeda - beda. Simi tampak berjalan mendekat ke arah mereka.
Alfaro menatap Simi dengan wajah yang terkejut sedangkan sang gadis menatap Simi dengan dahi yang mengerut.
" Siapa dia?" Wanita yang kini dalam pelukan Alfaro tampak meminta penjelasan pada Alfaro.
" Dia _ " belum juga Alfaro melanjutkan kata - kata nya Simi sudah memotong nya.
" Aku, jangan membuang waktu mu untuk mengetahui siapa aku! Aku hanya seorang gadis yang dengan kebetulan bertemu dengan om Alfaro yang tampan ini" Simi berkata dengan nada sinis nya. " Oh iya, maafkan aku yang mengganggu momen romantis kalian. Aku permisi!" Simi pun berlalu begitu saja dari hadapan dua orang yang sangat tidak tahu malu menurut nya. " Oh ya, satu lagi. Kamu harus hati - hati dengan dia! Karena dia suka menggigit!" ucap Simi sebelum benar - benar meninggalkan dua orang itu.
" Menggigit? Apa kakak sekarang jadi seekor tikus yang suka menggigit?" Gadis itu malah terkikik geli saat mendengar ucapan Simi barusan
" Kakak mau kemana ha? Apa kakak tidak merindukan ku? Sudah bertahun - tahun aku tidak bertemu dengan mu" gadis itu merengek manja dengan bibir yang mengerucut tajam.
" Anaya, kamu ini bukan anak kecil lagi oke! Tadi itu calon istri ku dan seperti nya dia sudah salah faham pada mu" Alfaro menyugar rambut nya frustasi
" Kakak ipar? Ish, kenapa kakak tidak bilang dari tadi" Anaya sekarang berwajah panik.
__ADS_1
Ya, gadis itu adalah Anaya. Adik satu - satu nya Alfaro yang Alfaro punya. Usia nya tidak berbeda jauh dengan Simi dan yang lain nya, Sifat nya juga tidak jauh dari mereka yang sangat manja dan masih kekanak - kanakan. Anaya datang ke hotel milik keluarga mereka itu sesaat setelah mendengar kabar kedatangan kakak yang sudah lama tidak dia temui itu. Anaya sangat senang dengan kabar itu dan memutuskan untuk langsung menemui Alfaro di sana walau pun dia sendiri tidak tahu tujuan dari kepulangan sang kakak nya itu.
" Ya, dan gara - gara ulah mu calon kakak ipar mu bisa saja pergi meninggalkan ku" Alfaro mendengus kesal.
" Aish, itu tidak boleh terjadi. Cepat kamu kejar dia sekarang!" Anaya mendorong tubuh Alfaro dengan sangat keras agar kakak nya itu pergi menyusul Simi yang pergi dengan wajah yang kesal.
" Tentu saja aku akan mengejar nya, dan kamu cepat lah pulang!" Alfaro memutar bola mata nya malas.
" Tidak mau, aku akan menunggu mu di sini" tanpa mendengarkan ucapan Alfaro terlebih dahulu, Anaya langsung masuk ke dalam kamar Alfaro dan mengunci nya dari dalam agar kakak nya itu tidak menyuruh nya pergi dari sana. Anaya sungguh sangat merindukan kakak nya itu karena sejak kepergian Alfaro ke Jakarta, Anaya hanya berteman dengan para pelayan saja di rumah karena Anaya memang tidak mempunyai banyak teman dengan status nya yang seoarng putri orang terkaya dan tersukses di negara itu yang membuat nya kesulitan mendapatkan teman yang benar - benar tulus berteman dengan nya. Anaya sangat senang kakak nya sudah kembali ke negara asal mereka, apa lagi saat mendengar dia membawa calon kakak ipar nya juga. Anaya sangat tahu persis bagaimana kakak nya yang sangat cuek dan juga dingin terhadap siapa pun apa lagi wanita, Anaya sempat berfikir kalau kakak nya itu akan sulit menemukan gadis yang benar - benar di cintai nya.
Alfaro pun tidak menghiraukan adik nya itu lagi dan langsung berlari menyusul ke arah mana tadi Simi berlari. Namun ternyata Simi seperti nya menaiki lift dan turun ke lantai bawah, Alfaro pun tak menunggu lama langsung menaiki lift dan pergi menyusul Simi ke lantai bawah. Sesampai nya di lantai bawah Alfaro mengedarkan pandangan nya mencari sosok yang dia cari.
" Apa kau melihat gadis yang tadi datang bersama ku?" Alfaro bertanya pada salah satu pegawai hotel yang di temui nya.
" Maaf tuan muda, saya tidak melihat nya" jawab pegawai itu
" Baiklah, terima kasih!" Alfaro pun kembali berjalan seraya mengedarkan kembali pandangan nya dan pegawai itu pun kembali mengerjakan pekerjaan nya.
Sementara di balik pilar besar yang berada di loby, tepat di belakang Alfaro saat ini terlihat Simi yang sedang mengusap kasar sudut mata nya yang sudah berair.
__ADS_1
" Kenapa semua nya harus seperti ini?" Gumam Simi seraya mata nya menatap Alfaro dari pantulan kaca yang ada di hadapan nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏