
" Jadi bagaimana? Apa kamu bersedia menikah dengan Devan?" Ivan yang melihat ada keraguan pada wajah Mia pun kembali bertanya untuk memastikan perasaan gadis yang ada di hadapan nya. Ivan tidak mau kalau anak nya menikahi seorang gadis karena terpaksa.
" Aku" Mia masih ragu. " Kalau paman dan bibi ku menyetujui nya, maka aku siap untuk menikah dengan pak Devan" jawab Mia mantap pada akhir nya.
Mia fikir tidak ada salah nya menyetujui hal itu, karena jujur saja jauh dalam lubuk hati nya yang paling dalam, Mia sangat bahagia saat mendengar bahwa guru mesum menyebalkan yang selama beberapa minggu ini mengisi hari - hari nya mau menikah dengan diri nya. Walaupun Mia berfikir kalau Devan seperti itu hanya karena ingin meminta pertanggung jawaban dari nya saja. Tidak tahu saja Mia kalau Devan saat ini sudah jatuh cinta sedalam - dalam nya pada diri nya dan mereka sudah saling mengungkapkan perasaan mereka masing - masing pada saat Mia sedang tidak sadarkan diri malam itu.
" Syukurlah kalau begitu, kami akan segera mengatur pertemuan dengan paman bibi mu dalam waktu dekat ini" Dena tampak mengembangkan senyum nya dengan bersemangat.
" Bagaimana kalau besok Den, kayak nya besok kita ada waktu" Cecil pun tak kalah semangat.
" Ah, baiklah bagaimana menurut mu?" Dena tampak bertanya pada Mia yang terlihat masih agak ragu. " Oh ya, kita belum berkenalan kan? Perkenalkan aku adalah calon mertuamu, nama mommy Dena dan ini daddy mu nama nya Ivan." Dena baru ingat kalau mereka belum saling memperkenalkan diri. " Dan yang ada di samping mu adalah om Indra dan tante Cecil, mereka adalah orang tua Celin, om Indra ini adalah kakak nya daddy kamu" Dena terkekeh saat mengatakan nya. " Dan ini Celin, dia akan menikah dalam waktu satu minggu ini. Nah setelah selesai acara pernikahan nya nanti, baru kita akan menyiapkan pernikahan kalian, bagaimana?" Dena tersenyum dan di balas senyuman manis dari Mia.
" Aku terserah om dan tante saja" Putus Mia pada akhir nya seraya menganggukan kepala nya dengan wajah yang tampak malu.
" Eits, jangan panggil om dan tante! Tapi panggil kami mom and dad sama seperti Devan" ucap Dena dengan penuh penekanan.
" Baik mom, dad" ucap Mia kikuk dengan wajah yang merona karena malu.
Hari itu Mia pada akhir nya ikut membantu persiapan pernikahan Celin dan Denis di sana. Mia awal nya merasa canggung berada di tengah - tengah keluarga Devan namun karena keluarga Devan yang sangat baik dan ramah terhadap Mia membuat Mia pada akhir nya bisa berbaur dengan baik bersama anggota keluarga Devan. Dan baru pertama kali ini Mia merasakan kehangatan sebuah keluarga. Suasana dan kehangatan yang sudah lama tidak dia rasakan sejak ke dua orang tua nya bercerai dan pergi tanpa memperdulikan diri nya sama sekali.
__ADS_1
Tak terasa air mata menetes dari sudut mata nya, namun Mia buru - buru menghapus nya. Saat ini Mia sedang membantu Celin, Cecil dan Dena yang sedang memasukan beberapa aneka kue ke dalam toples untuk nanti di suguhkan pada acara pernikahan Celin dan Denis nanti. Mereka sesekali mengobrol dan bercanda, bahkan tak jarang juga mereka menggoda Mia yang sebentar lagi juga akan menjadi anggota keluarga mereka. Dan itu semakin membuat Mia merasa bahagia sekaligus malu.
" Kamu kenapa hem?" Devan yang melihat Mia dari kejauhan pun menghampiri Mia saat tak sengaja mata nya menangkap Mia yang sedang mengusap sudut mata nya.
Devan dan para bapak tadi nya sedang minum kopi sambil membicarakan acara lamaran yang akan dilakukan besok ķe rumah paman dan bibi Mia di meja ruang tamu yang letak nya bersebelahan dengan ruang keluarga, dimana Mia dan yang lain nya berada.
" Ah, aku? Aku tidak apa - apa pak" Mia tersenyum manis.
" Ada apa Van?" Dena yang melihat putra nya membisikan sesuatu pada Mia pun bertanya.
" Tidak mom, tadi Devan lihat Mia mengusap air mata nya. Jadi Devan cuman mau memastikan, takut kalian membuly calon isti ku" ucap Devan seraya terkekeh.
" Tahu kamu ini, ngomong sembarangan banget. Tanya sendiri sama orang nya, kenapa dia sampai nangis. Orang tadi baik - baik aja kok" Cecil ikut menimpali.
" Jangan - jangan Mia nangis karena meratapi nasib nya yang akan menikah dengan pria seperti kamu lagi" Dena berkata dengan nada mengejek nya.
" Ish, itu tidak mungkin mom. Justru gadis yang menikahi ku akan menjadi gadis yang paling beruntung sedunia" Devan berkata ponggah.
" Ish, pd banget sih adiku ini" Celin mencubit pipi Devan dengan gemas, membuat Devan meringis kesakitan seraya tertawa geli sedangkan yang lain nya tampak tertawa menertawakan Devan termasuk Mia. Mia sangat senang berada di tengah - tengah keluarga ini.
__ADS_1
" Nah, Mia sayang sekarang kamu katakan pada mommy! Apa benar kamu menangis tadi? Dan kenapa kamu menangis?" Dena bertanya dengan lembut setelah mengehtikan tawa nya. Celin dan Devan yang sedang saling bercanda pun ikut bersiap mendengarkan jawaban Mia.
" Maaf, tadi aku hanya terharu berada di tengah kalian semua nya. Aku merasa punya keluarga di sini, apa lagi sudah lama aku tidak merasakan hangat nya keluarga seperti ini" jawab Mia dengan wajah yang berubah sendu.
" Aaah sayang, mulai sekarang kami adalah keluarga mu" Dena pun menggeser posisi nya mendekati Mia dan memeluk gadis itu dengan sayang.
Ya, Devan sudah menceritakan semua nya tentang Mia pada keluarga nya itu. Devan juga menceritakan pekerjaan Mia selama ini yang membantu pekerjaan paman nya di sebuah bar untuk berterima kasih pada paman dan bibi nya karena telah membiayai sekolah dan keperluan nya. Dena dan yang lain nya tidak merasa keberatan akan hal itu, mereka malah merasa kagum pada gadis itu. Di usia nya yang masih muda dan seharus nya menikmati masa muda nya dengan teman - teman nya tanpa menghawatirkan biaya hidup, gadis ini malah harus bekerja keras di jam dan tempat yang tidak seharus nya di datangi oleh gadis di usia nya sekarang.
"Iya sayang, kami sekarang adalah keluarga mu" Cecil ikut memeluk mereka berdua.
" Terima kasih mom, tante" Mia kembali meneteskan air mata nya karena rasa haru yang dia rasakan.
" Ish, apa aku tidak di ajak!" Celin mengerucutkan bibir nya lucu. " Apa aku bukan anggota keluarga kalian huh" tambah nya lagi seraya ikut memeluk mereka.
" Ikut!" Devan merengek manja seraya mendekati mereka bersiap untuk ikut memeluk mereka, namun tubuh nya keburu di dorong oleh Dena.
" Belum muhrim Dev, kalau mau peluk nanti kalau sudah halal!" Dena berkata dengan penuh penekanan membuat Devan mengerucutkan bibir nya. Celin, Cecil dan Mia pun tertawa melihat wajah Devan yang terlihat kesal itu.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1