
" Kalau saya, bagaimana menurut anak - anak saja. Kalau mereka memang saling mencintai dan keputusan mereka sudah matang untuk menikah, saya setuju saja" Roy berkata enteng.
" Bagaiman Mia, apa kamu mau menerima lamaran dari kami?" Ivan kali ini bertanya pada Mia yang tampak menundukan wajah nya, entah karena dia malu atau karena memikirkan sesuatu. Entah lah hanya dia yang tahu.
" Bagaimana pun aku harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah aku lakukan pada pak Devan, biarlah mungkin suatu hari nanti cinta akan tumbuh di hati pak Devan seperti uncle Kenzi pada Yemi" batin Mia. Ya, mia masih ragu karena belum mengetahui perasaan Devan pada nya. Dia takut kalau Devan merasa terbebani dengan pernikahan yang akan mereka langsungkan. " Aku akan menerima nya, aku mau menikah dengan pak Devan" putus Mia pada akhir nya.
" Syukurlah!" Semua nya tampak berwajah lega saat mendengar ucapan Mia tersebut terutama Devan tentu nya.
"Baiklah, untuk pernikahan mereka kita akan bicarakan setelah kelulusan mereka selesai" Ivan pun menambahkan.
"Kami setuju" Roy dan Anis menganggukan kepala nya.
Hari itu mereka mengisi waktu dengan mengobrol dan saling mengenal, Dena yang merasa penasaran dengan Yemi pun mulai mendekati Yemi untuk berbicara pada nya.
" Kamu sahabat nya Mia, nama kamu siapa sayang?" Dena tersenyum ramah pada Yemi yang sedang asyik mengobrol dengan Mia juga Devan.
" Ah, iya tante. Nama saya Yemi" Yemi membalas senyum Dena tak kalah ramah.
" Yemi, nama yang cantik seperti orang nya" puji Dena
" Terima kasih tante" Yemi tersipu malu.
" Aish, gak cocok tau Yem lo tersipu kayak gitu biasa nya lo malu - maluin." Mia berkata dengan nada mengejek membalas perkataan Yemi tadi.
__ADS_1
" Ish, balas dendam nih cerita nya?" Yemi pun berkata dengan nada yang sama.
" Mana mungkin, gue kan orang nya gak pendendam" Mia berkata dengan terkekeh. Devan dan Dena yang melihat keakraban ke dua nya menjadi ikut tersenyum.
" Oh ya, kamu tinggal di sekitar sini? Orang tua kamu di mana?" Dena masih penasaran dengan Yemi.
" Tidak, aku tinggal di apartemen x bersama dengan suami ku karena ke dua orang tua saya meninggal karena kecelakaan beberapa bulan yang lalu" Yemi tersenyum untuk menutupi kesedihan yang tiba - tiba kembali saat teringat akan ke dua orang tua nya.
" Suami? Kamu sudah menikah, bukan nya kamu masih sekolah?" Dena mengerutkan kening nya.
" Ish, mommy ini kenapa terus nanya - nanya Yemi kayak gitu. Iya Yemi udah nikah beberapa bulan yang lalu, nanti akan aku ceritakan semua nya kalau mommy masih penasaran" Devan merasa heran pada mommy nya yang bersikap kepo tidak seperti biasa nya. Karena yang Devan tahu mommy nya itu orang yang cuek dan jarang memperdulikan kehidupan orang lain, tapi ini kenapa mommy nya itu seperti nya sangat ingin mengetahui kehidupan Yemi.
" Sudahlah, tidak apa - apa pak. Aku senang mengobrol dengan tante, aku jadi teringat mendiang ibuku bila melihat tante. Seperti nya kalian punya mata yang sama" Yemi terkekeh saat mengatakan nya.
" Mungkin itu hanya kebetulan saja, banyak juga orang yang tidak saling mengenal tapi wajah mereka mirip" Devan ikut menimpali.
" Ah, bapak benar juga" Yemi tertawa renyah dikuti tawa Mia dan juga Dena.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Beberapa hari telah berlalu dan hari ini adalah hari dimana perikahan Celin di adakan. Mia dan Yemi pun sudah meghadiri acara kelulusan mereka hari kemarin dan sekarang ke dua nya sudah resmi lulus dari sekolah mereka.
Mia berencana akan melanjutkan kuliah nya sedangkan Yemi akan mengambil cuti sampai dia melahirkan. Dan baru akan melanjutkan kuliah nya setelah di rasa sang bayi susah bisa dititipkan pada baby sitter nya.
__ADS_1
Mia kini tampak sudah sangat cantik memakai gaun brides maid karena Celin yang meminta nya, Devan pun sudah terlihat gagah dan tampan dengan mengenakan setelan jas berwarna senada dengan gaun yang di pakai Mia sekarang.
" Apa Yemi juga akan datang?" Mia bertanya pada Devan yang tampak sedang tersenyum penuh arti menatap diri nya. " Ish, kenapa bapak malah melihat ku seperti itu? Apa aku terlihat aneh?" Mia mengerucutkan bibir nya lucu saat melihat Devan yang hanya diam saja saat diri nya bertanya.
" Habis kamu cantik" bukan nya menjawab pertanyaan dari Mia, Devan malah bicara gombal pada Mia seraya mengerlingkan mata nya.
" Ish, sejak kapan bapak bisa gombal seperti ini?" Mia memalingkan wajah nya dengan kesal untuk menutupi wajah nya yang sudah memerah karena malu, dan jangan lupakan detak jantung Mia yang saat ini sudah berdetak sangat kencang.
" Aku bukan gombal, tapi fakta" Devan tersenyum menggoda menatap Mia yang wajah nya semakin memerah.
" Sudahlah, lebih baik aku pergi membantu mommy" Mia pun hendak beranjak menjauhi Devan, namun tangan nya di tarik oleh Devan sehingga Mia yang tidak siap pun menabrak dada bidang Devan dan Devan pun dengan sigap mengunci tubuh Mia sehingga kini diri nya dan Mia terlihat saling mendekap satu sama lain. Jantung Mia berdetak dengan sangat cepat, mata Mia dan Devan kini saling bersirobok satu sama lain dengan tubuh mereka yang saling menempel satu sama lain.
" Lepaskan pak!" Mia memberontak minta di lepaskan, namun Devan mengunci tubuh Mia dengan sangat kencang sehingga Mia kesulitan untuk melepaskan diri nya.
" Kenapa hem? Aku hanya ingin memeluk calon istri ku ini sebentar saja, rasa nya aku kelelahan" Devan malah menjatuhkan kepala nya di atas pundak Mia membuat Mia semakin tidak bisa bergerak.
" Ekhem" belum sempat Mia protes, terdengar suara deheman seseorang yang terdengar familiar di telinga ke dua nya. " Kalian ini belum muhrim, jadi jangan seperti ini. Kalau kalian sudah tidak tahan aku bisa menikahkan kalian hari ini juga bersama dengan pernikahan Celin" Ivan yang baru saja akan memasuki ball room tempat pesta di laksanakan tak sengaja melihat putra semata wayang nya yang sedang asyik berpelukan dengan calon istri nya.
" Eh, daddy" Devan melepaskan pelukan nya dengan Mia dan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, sedangkan Mia kini menunduk malu dengan wajah yang semakin merona. " Tapi apa yang daddy katakan barusan boleh juga" Devan terkekeh saat mengatakan nya.
" Ish, dasar kamu ini!" Ivan menjitak kepala putra nya itu. " Apa kamu sudah sangat tidak tahan untuk menunggu satu bulan lagi huh" Ivan mendengus kesal melihat kelakuan putra nya itu. Ya, pernikahan Devan dan Mia memang sudah di tentukan dan akan di laksanakan bulan depan setelah acara pernikahan Celin selesai.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1