Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 41


__ADS_3

Selama dua hari ini setelah Yemi melihat Celin berada di ruang kerja Kenzi, Yemi tidak pernah menegur Kenzi dan terkesan menghindar dari uncle nya itu. Saat malam hari Yemi selalu tidur lebih awal sebelum Kenzi pulang bekerja dan makan malam dengan makanan yang dia pesan sendiri secara online.


Bila pagi hari, Yemi juga akan berangkat ke sekolah sangat pagi sekali sebelum Kenzi keluar dari kamar nya. Hari ini Kenzi berencana pulang dari kantor nya lebih awal karena ingin bertemu dan berbicara pada istri kecil nya yang sudah dua hari ini tidak dia temui di apartemen milik nya. Dan Kenzi merasa tidak nyaman saat Yemi menghindari nya, Kenzi berencana akan bertanya pada Yemi kenapa dia menghindari nya sejak dua hari yang lalu dan bila itu karena Celin, Kenzi akan menjelaskan hubungan nya dan Celin pada Yemi.


Tadi nya Kenzi ingin melihat Yemi yang cemburu pada Celin, karena bagi Kenzi Yemi sangat lucu dan menggemaskan bila sedang marah dan cemburu pada nya. Namun ternyata kali ini dia salah, Yemi tidak marah - marah atau memberengut kesal pada nya melainkan malah mengacuhkan dan menghindari nya dan itu membuat Kenzi merasa sangat tidak nyaman.


Ceklek.


Kenzi membuka pintu apartemen dari luar dan langsung masuk begitu saja, Kenzi melihat sekeliling tampak sepi padahal jam segini biasa nya Yemi sudah pulang dari sekolah nya sejak tadi pagi.


" Kemana anak ini, bukankah biasa nya jam segini dia sudah harus pulang?" Kenzi bergumam sendiri seraya menatapa jam tangan yang melingkar pada pergelangan tangan nya.


Kenzi masuk dan menyalakan semua lampu yang ada di apartemen nya seraya mata nya terus menyusuri setiap sudut apartemen nya mencari keberadaan Yemi di sana.


" Apa dia sedang tidur ya?" Gumam Kenzi lagi seraya melangkahkan kaki nya menuju kamar Yemi dan membuka nya.


Ceklek


Pintu kamat Yemi terbuka dari luar oleh Kenzi, namun Yemi sama sekali tidak ada di sana. Tempat tidur nya juga tampak masih rapi seperti belum ada yang menempati nya.


" Dia juga tidak ada di sini" Kenzi melangkahkan kaki nya menuju tempat tidur nya Yemi dan mendudukan diri nya di atas tempat tidur itu. Tempat tidur yang selalu menjadi saksi bisu dikala Kenzi melakukan hal yang iya - iya pada Yemi.

__ADS_1


Kenzi tampak mengangkat sudut bibir nya saat mengingat kejadian di mana Kenzi tidak bisa menahan diri nya sendiri untuk tidak menyentuh istri kecil nya itu.


Mata Kenzi menyusuri setiap sudut ruangan Yemi dan memperhatikan setiap barang - barang Yemi, namun saat dia melihat ke arah lemari baju Yemi Kenzi merasa ada yang menghilang di sana.


" Oh God, dimana koper Yemi? Bukan kah seharus nya ada di sana?" Kenzi merasa panik saat melihat bagian atas lemari Yemi yang dia pakai untuk menyimpan koper berwarna pink milik gadis kecil itu tampak kosong.


" Tunggu - tunggu" Kenzi juga membuka lemari pakaian Yemi dan benar saja sebagian baju Yemi tampak menghilang dari tempat nya.


" ****, Yemi kamu di mana?" Kenzi menyugar rambit nya Frustasi. Tak menunggu lama Kenzi mengambil ponsel yang ada di kantong celana nya dan mulai memanggil nomor Yemi, namun tidak ada jawaban dari sana. " Kenapa tidak di angkat?" Kenzi terus mengulangi melakukan panggilan pada nomor Yemi namun hasil nya tetap sama tidak di angkat. Itu cukup membuat Kenzi frustasi, Kenzi mengingat apa yang di katakan Celin pada nya tempo hari. Bahwa Yemi bisa saja merasa lelah dengan perasaan nya yang tak terbalas , apa lagi saat ini Yemi masih salah faham akan hubungan nya dengan celin.


" Tidak - tidak, ini tidak boleh terjadi? Yemi kamu tidak boleh pergi meninggalkan ku. Kamu hanya milik ku" Gumam Kenzi seraya berlari ke arah pintu luar apartemen untuk mencari istri kecil nya itu.


Sementara di sebuah pantai tepat nya di sebuah kamar di salah satu penginapan yang ada di sana tampak Yemi yang sedang memberengut kesal melihat foto Kenzi yang ada pada layar ponsel nya.


" Uncle Ken jahat, uncle Ken menyebalkan!" Yemi memaki foto yang ada pada layar ponsel nya. Yemi sangat kesal pada Kenzi yang selama dua hari ini malah tidak berusaha untuk berbicara pada nya atau menjelaskan apa - apa tentang wanita yang dua hari yang lalu ada di dalam ruangan nya.


" Apa aku harus menyerah ya?" Yemi merasa lesu setiap memikrkan diri nya yang harus menyerah pada Kenzi. " Aih, lama - lama aku pusing juga. Lebih baik aku menikmati acara study tour ini dan bersenang - senang" Yemi menghibur diri nya sendiri dan langsung keluar dari kamar nya menyusul Mia dan Dika yang sudah sejak tadi bermain di tepi pantai.


Yemi baru saja akan melangkahkan kaki nya untuk menemui teman - teman nya saat tangan Yemi tiba - tiba di tarik oleh seseorang.


" Ish, apa an sih pake tarik - tarik segala?" Yemi memberontak saat tangan nya di tarik oleh seseorang menuju ke sebuah tempat yang tidak tahu di mana.

__ADS_1


" Ikut aku, dan jangan banyak bicara" Seseorang itu menggerutu kesal saat Yemi memberontak.


" Kita mau kemana sih pak, lepaskan aku bisa jalan sendiri" Yemi mendengus kesal seraya melepaskan cekalan tangan nya dari pria yang bersetatus sebagai guru BK nya, siapa lagi kalau bukan Devan.


" Maaf" Devan refleks melepaskan tangan Yemi yang sedari tadi dia pegang.


" Kita mau ke mana sih pak? Aku ingin bermain dengan teman - teman ku tahu" Yemi memberengut kesal pada pria yang ada di hadapan nya itu.


" Aku hanya ingin mengajak mu ke tempat - tempat yang harus kamu dan yang lain nya datangi besok dan kamu sebagai ketua dari mereka harus tahu lebih awal" Jawab Devan beralasan. Karena sebenar nya Devan hanya ingin menghabiskan waktu nya berdua saja bersama dengan Yemi.


" Ish, bilang dong pak dari tadi. Ayo!" Yemi pun melangkahkan kaki nya lebih dulu meninggalkan Devan yang tersenyum penuh kemenangan.


" Pak, kenapa anda bengong saja di sana? Aku kan tidak tahu kemana kita akan pergi?" Yemi yang baru sadar kalau diri nya tidak tahu kemana tujuan mereka pun berteriak kepada Devan yang malah bengong sambil senyum - senyum sendiri membuat Yemi brigidig ngeri saat melihat nya. " Dasar guru gila menyebalkan yang aneh" batin Yemi memandang jengah pada Devan yang baru akan melangkahkan kaki nya.


" Makan nya, jangan asal pergi begitu saja kalau kamu tidak tahu apa - apa!" Devan mendahului Yemi begitu saja dan berjalan di depan Yemi dengan sikap ponggah nya, dan Yemi pun mengekori Devan dari belakang.


" Mau ke mana mereka?" Seseorang tampak melihat mereka berdua dengan tatapan menyelidik.


Siapa hayo?


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2