Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 56


__ADS_3

" Jangan macam - macam ya!" Devan menatap tajam pada salah satu gadis yang ada di hadapan nya.


" Aku tidak akan menyebarkan nya, asal kali ini bapak mau meloloskan kami. Bagaimana?" Mia menangtang pria yang ada di hadapan nya.


" Ayo lah pak, apa bapak tidak kasihan pada Mia? Sebentar lagi ujian kelulusan dan bagi Mia yang otak nya pas - pasan tidak mungkin bisa mengerjakan nya apa lagi kalau sering tertinggal pelajaran karena hukuman bapak" Yemi menatap Devan dengan tatapan memohon nya.


" Ish, lo gak perlu ngatain gue juga kali" Mia mendengus kesal sedangan Yemi hanya nyengir kuda.


" Baiklah, kalian akan saya loloskan kali ini" putus Devan pada akhir nya membuat Mia dan Yemi bersorak kegirangan. " Tapi" Devan menggantungkan ucapan nya seraya menatap ke dua gadis di hadapan nya secara bergantian.


" Tapi apa?" Ucap Yemi dan Mia bersamaan seraya menatap Devan dengan dahi yang mengkerut.


" Untuk kamu Mia, aku akan memberikan les privat sampai ujian selesai dan itu di mulai dari hari ini!" Devan tersenyum menyeringai menatap Mia.


Glek


Mia menelan saliva nya dengan susah. Mia bukanlah gadis yang bodoh, namun dia hanya malas belajar saja. Mia paling tidak suka yang nama nya belajar dan sangat menyukai kebebasan. Dan apa tadi yang di bilang oleh guru di hadapan nya? Dia akan menjadi guru privat untuk nya, oh no!


Dan akhir nya di hari itu, Mia dan Yemi lolos dari hukuman Devan dengan syarat seperti tadi dan dengan berat hati Mia pun menyetujui nya, lagi pula tidak ada salah nya toh itu juga demi kebaikan nya sendiri.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sore hari nya Mia yang sedang bersantai di atas kasur busa kesayangan nya sambil memainkan ponsel nya di kejutkan dengan suara pintu nya yang di ketok dari luar.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


" Siapa sih, ganggu aja orang lagi santai?" Mia mendengus kesal pada orang yang saat ini sedang mengetuk pintu nya.


Ceklek


Pintu pun di buka oleh Mia dan mata Mia membulat sempurna saat melihat siapa yang ada di hadapan nya. Di depan nya saat ini berdiri seorang pria tampan dengan pakaian kasual nya tengah menatap Mia dengan tatapan jengah nya.


" Ish, lama sekali. Sebenar nya apa yang sedang kamu lakukan ha?" Devan mendengus kesal seraya masuk ke dalam kontrakan sempit Mia tanpa di persilahkan terlebih dahulu oleh sang pemilik kontrakan.


" Tentu saja aku sedang bersantai, aku kan harus pergi bekerja nanti malam" Mia mengikuti guru menyebalkan nya itu.


" Ini baru permulaan, kamu rasakan akibat nya karena berani macam - macam dengan ku" batin Devan tersenyum menyeringai menatap Mia.


" Aku sudah siap" Mia pun meletakan tas dan minuman yang dia bawa di atas karpet yang dia gelar dekat kasur busa tempat biasa dia tidur, Devan pun ikut turun dan duduk di dekat Mia.


" Ayo kita mulai!" Devan mulai membuka laptop yang tadi dia bawa sedangkan Mia membuka tas sekolah nya dan mulai mengeluarkan buku - buku nya. " Kerjakan soal - soal ini dan berikan pada ku setelah kau selesai mengerjakan nya, bila jawaban mu banyak yang salah maka bersiaplah menerima hukuman dari ku" Devan tersenyum menyeringai


" Ish, bapak itu guru atau polisi sih. Sedikit - sedikit hukuman, sedikit - sedikit hukuman" Mia mencebikan bibir nya.


" Jangan banyak bicara, cepat kerjakan!" Devan berkata dengan nada tak mau di bantah.


Mia pun dengan perasaan kesal langsung mengerjakan tugas - tugas yang di berikan oleh Devan. Sedangkan Devan tampak bersantai seraya memunum minuman yang tadi di ambil kan oleh Mia untuk nya.

__ADS_1


Lama Mia mengerjakan tugas - tugas itu dengan susah payah. Jujur saja soal - soal yang di berikan Devan terlalu sulit untuk otak Mia yang terbilang pas - pasan itu.


" Aih, kenapa ini sangat sulit sekali" batin Mia seraya mengacak rambut nya frustasi. " Apa benar ini tugas untuk anak SMA ya, aih seharus nya ini untuk mahasiswa atau untuk anak - anak jenius seperti Yemi" Mia masih saja mengeluh dalam hati nya. Padahal bukan soal nya yang terlalu sulit, tapi karena Mia yang terlalu cuek pada pelajaran di sekolah dan malas untuk belajar.


" Apa sudah selesai?" Devan melihat Mia yang masih saja menatap kertas soal yang di berikan oleh nya padahal sudah dua jam berlalu dan soal yang di berikan hanya dua puluh soal saja. " Kenapa lama sekali ha?" Devan mendengus kesal.


" Ish, apa bapak tidak lihat? Aku sekarang sedang berusaha untuk mengerjakan nya" Mia mengerucutkan bibir nya.


" Tapi ini terlalu lama, ini sudah dua jam Mia" Devan pun mengambil kertas yang sedang di kerjakan Mia untuk melihat sudah sampai mana Mia mengerjakan nya. Namun Mia yang tidak mau itu di lihat dulu oleh guru nya langsung berdiri dan berusaha merebut kembali kertas itu dari tangan Devan. Mia tidak mau Devan melihat nya, bisa malu dia karena di ejek oleh guru menyebalkan nya itu karena dalam waktu dua jam Mia hanya berhasil mengerjakan dua soal saja karena soal nya semua nya sangat sulit untuk di kerjakan oleh Mia.


" Balikin pak, itu belum selesai" Mia mendekatkan diri nya pada Devan dan berusaha untuk mengambil kembali kertas nya.


" Biar aku lihat dulu" Devan menjauhkan kertas nya dari jangkauan Mia.


" Ish, jangan di lihat dulu pak!" Mia merengek seraya berusaha terus menjangkau kertas yang sekarang ada di tangan Devan. Dan tentu saja karena tinggi badan Mia yang kurang tinggi dan badan Devan yang super tinggi membuat Mia kewalahan menjangkau nya.


Hap


Mia melompat - lompat di depan tubuh Devan dengan wajah yang sangat kesal. Entah kenapa melihat Mia yang sangat bekerja keras merebut kembali kertas itu dengan wajah kesal nya malah terlihat begitu lucu di mata Devan. Sudut bibir Devan terangkat ke atas dengan sikap yang masih santai karena tubuh Mia yang mini malis itu tidak bisa menjangkau nya.


Mia terus melompat - lompat di dekat tubuh Devan sampai tak sengaja kaki nya malah keselimpet kaki nya sendiri dan mengakibatkan tubuh nya oleng dan tak seimbang sehingga akhir nya jatuh menubruk tubuh tegap nan tinggi Devan. Devan yang memang sedang bersikap santai tampak tidak siap menahan berat bobot tubuh Mia yang terjatuh menubruk nya sehingga dia pun ikut terjatuh ke atas kasur busa yang di gelar di sana.


Kini tubuh Mia berada tepat di atas tubuh Devan dengan bibir ke dua nya yang saling menempel sempurna. Kedua mata mereka bertemu dengan mata yang sama - sama membulat sempurna. Sesaat mereka tertegun dengan apa yang terjadi pada mereka tanpa mengubah posisi mereka saat ini dengan detak jantung yang sama - sama berdetak dengan sangat cepat.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2