
Seminggu sudah berlalu setelah kejadian di tempat study tour Yemi yang pada akhir nya menjadi acara bulan madu dadakan untuk Yemi dan juga Kenzi. Dua hari mereka di sana dan selama itu juga Kenzi mengurung Yemi di dalam vila. Kenzi tak ada puas - puas nya melakukan hal yang iya - iya kepada Yemi membuat badan Yemi terasa sakit semua sehingga membuat Yemi merasa sangat kesal pada uncle nya itu.
Sekarang Yemi juga sudah tidur sekamar dengan Kenzi di kamar Kenzi sedangkan kamar yang di tempati Yemi di biarkan kosong seperti dulu. Barang - barang Yemi juga sudah di pindahkan ke kamar Kenzi separuh, hanya yang penting dan sering di pakai saja dan sebagian yang jarang di pakai di biarkan saja di kamar lama nya.
" Besok sore kamu siap - siap oke, uncle akan menjemput mu setelah menyelesaikan semua pekerjaan uncle" Kenzi menduselkan wajah nya pada ceruk leher Yemi yang sudah di penuhi keringat setelah beberapa saat yang lalu mereka menyelesaikan kegiatan panas mereka.
Kini kedua nya sedang berbaring di atas ranjang dengan keadaan polos mereka. Kenzi memeluk tubuh Yemi yang sedang terlentang dengan posesif.
" Memang kita mau ke mana?" Yemi sedikit mendorong wajah Kenzi karena rasa geli yang dia rasakan akibat perbuatan suami nya itu.
" Apa kamu lupa? Kita akan datang ke pesta pertunangan Celin sayang" Kenzi mendongakan kepala nya sebentar dan setelah itu dia melanjutkan kegiatan yang sedang dia lakukan. Kali ini wajah Kenzi sedang asyik mendusel di bagian salah satu gundukan kembar favorit nya.
" Oh" Yemi hanya ber oh ria saja menanggapi perkataan uncle nya itu. Yemi sesungguh nya agak malas untuk datang ke sana karena sudah di pastikan di sana akan banyak teman - teman perempuan Kenzi yang lain nya yang pasti nya lebih dewasa dan lebih cantik dari diri nya.
" Apa kamu ingin membeli pakaian pesta dulu sayang, atau sepatu baru dan tas baru" tawar Kenzi seraya masih setia dengan aktifitas nya. Yemi memang agak risih dengan perlakuan dari suami nya itu, tapi Yemi juga tidak tega kalau harus melarang nya dan seiring berjalan nya waktu Yemi jadi terbiasa akan hal itu.
" Tidak perlu uncle, baju pesta ku masih ada yang belum di pakai dan sepatu sama tas ku juga masih bagus." Yemi mengubah posisi nya untuk menghadap suami nya itu membuat Kenzi mau tidak mau ikut menggeserkan tubuh nya dan melepaskan wajah nya dari mainan yang sedang dia main kan.
__ADS_1
" Benarkah? Apa kamu yakin?" Kenzi kembali memastikan berniat ingin kembali mendekatkan wajah nya pada benda kenyal favorit nya, namun tangan Yemi menahan nya " Kenapa hem?" Kenzi kembali memasang puppy eyes nya untuk membuat Yemi luluh.
" Bisakah kita tidur sekarang uncle? Aku sudah lelah" Kali ini Yemi yang memasang puppy eyes nya untuk meluluhkan hati suami nya. Karena kalau di biarkan terus, ujung - unjung nya pasti Yemi di minta menjinakan kembali belut albino Kenzi yang sudah terbangun dan menegang itu.
" Baiklah, kamu boleh tidur sekarang" putus Kenzi pada akhir nya membuat Yemi tersenyum penuh kemenangan. Namun sepersekian detik kemudian senyum itu berubah menjadi wajah yang memberengut kesal saat Kenzi melanjutkan kalimat nya.
" Kamu tidur lah seperti biasa nya, biar uncle yang melakukan semua pekerjaan" Kenzi tersenyum nakal dan tanpa membuang waktu nya Kenzi langsung naik ke atas tubuh Yemi dan mulai menautkan ke dua bibir mereka seraya tangan yang mengerayang nakal. Bahkan belut albino Kenzi sudah mulai kembali menerobos goa milik Yemi. Pada akhir nya Yemi hanya bisa pasrah akan apa yang dilakukan suami nya itu, dan seperti biasa nya Kenzi akan melakukan apa pun yang dia mau sampai dia merasa puas.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Keesokan hari nya di sore hari, Yemi tampak sudah bersiap dengan pakaian pesta berwarna putih dengan rok selutut dan atasan tanpa lengan. Tampak pas dan sangat cantik pada tubuh Yemi. Tak lupa Yemi juga memoleskan make up tipis pada wajah nya dan pada rambut nya dia putuskan untuk menggerai nya begitu saja.
Yemi keluar dari kamar nya dan memutuskan untuk menunggu di ruang tamu saja karena barusan uncle Ken nya sudah menghubungi nya dan sudah hampir sampai ke apartemen mereka.
Ceklek
Tak lama setelah Yemi keluar dari kamar nya, terdengar suara pintu depan apartemen terbuka dan sudah di pastikan kalau itu adalah Kenzi sang uncle sekaligus sang suami dari Yemi.
__ADS_1
" Kamu sudah siap sayang?" Kenzi menelisik penampilan Yemi saat ini yang terlihat sangat cantik dan juga seksi dengan gaun yang dia kenakan saat ini. " Ish, ini tidak boleh" Kenzi menggelengkan kepala nya.
" Kenapa? Apa ada yang salah dengan penampilan ku?" Yemi mengerutkan kening nya melihat sikap Kenzi yang terlihat tidak menyukai penampilan nya saat ini.
" Ya, sangat salah. Bagaimana bisa kamu ke pesta dengan penampilan seperti ini?" Kenzi menghampiri istri kecil nya itu.
" Apa yang salah uncle? Menurutku ini sangat sempurna" Yemi masih bingung kenapa suami nya itu mengatakan kalau penampilan nya bermasalah.
" Justru itu sayang, kamu terlalu sempurna aku tidak ingin orang lain melihat penampilan mu yang seperti ini" Kenzi menjatuhkan kepala nya pada pundak Yemi dengan mimik wajah yang di buat sesedih mungkin.
" What? Jadi aku harus bagaimana uncle?" Yemi tidak habis fikir akan kelakuan suami nya akhir - akhir ini. Kenzi semakin manja dan bersikap kekanak - kanakan di depan Yemi, sangat bertolak belakang dengan Kenzi yang dia kenal sebelum nya.
" Gaun mu terlalu terbuka, kalau bisa ganti dengan yang lebih tertutup! Uncle tidak mau semua orang melihat tubuh indah mu" Kenzi mengelus tangan bagian atas Yemi dengan sangat lembut membuat tubuh Yemi meremang. " Ish, apa kita tidak jadi pergi saja ya, dan kita habiskan waktu di dalam kamar saja? Penampilan mu ini membuatku ingin mengurung mu dan memakan mu" Kenzi mende sah pelan menahan hasrat yang selalu saja muncul bila berdekatan dengan istri kecil nya itu tanpa mengubah posisi nya sedikit pun.
" Ish, tidak bisa uncle, apa uncle tidak takut kak Celin marah pada uncle?" Yemi mencoba membujuk suami nya itu agar mereka tidak berakhir lagi di ranjang karena sudah di pastikan akan memakan waktu yang sangat lama untuk menuntaskan sesuatu yang sudah uncle nya mulai.
" Baiklah, tapi ganti dulu gaun mu dengam rok yang lebih panjang" putus Kenzi pada akhir nya dan tak menunggu lama Yemi pun langsung menuruti perkataan suami nya itu dari pada berabe nanti nya, fikir Yemi.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏