
Mia masih menatap Devan dengan tatapan menyelidik seraya masih dalam posisi yang sama yaitu posisi yang sangat membuat Devan sangat tidak enak pada tubuh nya terutama pada bagian bawah nya yang mulai terasa sesak.
" Aku memang guru mu, sekarang turunlah dari tubuhku" Devan sedikit mendorong tubuh Mia agar menjauh dari diri nya.
" Kamu guruku, pak Devan? He he pantas saja kau sangat tampan" Mia terkekeh saat mengatakan nya. " Tapi kamu jahat, kamu sudah mencuri ciuman pertama ku dan sekarang kamu malah mau menikah dengan wanita cantik itu" Mia sekarang terisak seraya mendudukan diri nya di lantai dan menggerak - gerakan kaki nya seperti anak kecil yang meminta dibelikan balon oleh orang tua nya.
Devan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal merasa bingung untuk menghadapi gadis yang ada di hadapan nya ini.
" Dengar Mia, aku tidak akan menikah. Yang akan menikah adalah wanita yang bersamaku tadi, dia adalah kakak sepupuku" Devan memegang ke dua pundak gadis yang masih sesegukan.
" Benarkah? Apa itu berarti aku masih punya kesempatan untuk mendapatkan cinta bapak?" Mia mengusap air mata nya pada wajah nya.
" Kamu bukan hanya punya kesempatan, malah kamu sudah mendapatkan nya" Devan tersenyum manis membuat Mia kini tersenyum senang.
" Benarkah? Kalau begitu cium aku!" Mia menatap menggoda pada pria yang kini memasang wajah terkejut nya sampai dia menhedipkan mata nya berkali - kali.
" Apa?" Devan jelas terkejut dengan apa yang di katakan oleh gadis yang ada di hadapan nya itu.
__ADS_1
" Cium aku!" Mia kembali mengulangi ucapan nya " Kenapa, apa bapak tidak mau? Apa bapak tidak tertarik dengan ku?" Mia mengerucutkan bibir nya lucu.
" Bu bukan begitu, hanya saja aku tidak mau mengambil kesempatan saat kamu sedang mabuk" Devan memegang pipi Mia yang sedang cemberut dengan mata yang mulai berkaca - kaca. Ya, Devan sangat mencintai Mia dan bagi nya ciuman dan *** tidak lebih penting dari hubungan yang terjalin dengan baik. Devan tidak mau merusak gadis yang di cintai nya dan mengambil kesempatan di saat keadaan Mia seperti ini.
Mia yang sedang merajuk tiba - tiba berdiri dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Devan yang terlihat bingung saat gadis itu pergi tanpa sepatah kata pun.
" Apa dia mengerti apa yang aku ucapkan ya, syukurlah kalau dia mengerti. Aku fikir akan lebih sulit memberi pengertian pada orang yang sedang mabuk" gumam Devan menatap punggung Mia yang menghilang di balik pintu kamar Devan.
Devan yang sudah merasa lega karena seperti nya Mia akan tidur di dalam kamar nya memutuskan untuk membuka hodie yang dia pakai sehingga menyisakan kaos oblong nya saja dan langsung merebahkan tubuh nya yang sudah merasa lelah di atas sofa yang sedang dia duduki saat ini.
Mimpi itu terasa sangat nyata bagi Devan karena dapat dia rasakan rasa manis dari bibir Mia yang beberapa hari yang lalu pernah dia rasakan saat tidak sengaja kedua bibir itu menempel. Aroma tubuh Mia juga tercium jelas pada indra penciuman Devan saat ini. Sungguh ini mimpi yang paling nyata dan nikmat dalam hidup Devan. Rasa nya Devan tidak ingin terbangun dari tidur nya dan terus merasakan kenikmatan dunia walaupun hanya dalam mimpi nya.
Sampai Devan pun merasa ada yang aneh saat tubuh bagian atas nya terasa geli karena ada yang sedang bermain - main di sana. Bahkan sesuatu di bawah sana sudah terasa menegang karena permainan yang sedang dia lakukan saat ini. Perlahan Devan membuka mata nya dan mengerjapkan nya beberapa kali saat dia melihat wajah cantik yang ada dalam mimpi nya sedang asyik bermain dengan tubuh nya yang sudah setengah polos karena Mia menggulung kaos yang di kenakan Devan sampai bagian dada nya. Apa lagi saat ini Mia hanya mengenakan kemeja milik nya yang mungkin ditemukan oleh Mia di kamar nya dengan kancing bagian atas yang terbuka sehingga sesuatu tampak menyembul dari dalam sana. Sungguh itu sebuah godaan yang sangat berat bagi Devan saat ini.
Jujur saja Devan sangat menikmati apa yang sedang di lakukan Mia pada nya saat ini karena Devan juga seorang pria normal yang bisa saja tergoda bila dihadapkan dengan situasi seperti ini.
Devan merasakan rasa geli - geli bercampur nik mat saat Mia asyik bermain dengan titik hitam kecil yang ada pada tubuh nya dengan sesekali menyesap nya. Untuk waktu beberapa saat Devan terbuai dan terhanyut dengan suasana yang sangat nik mat yang sudah di ciptakan oleh gadis yang masih sibuk dengan tubuh nya, sampai akhir nya tangan Mia yang nakal mulai meraba bagian bawah Devan yang sudah mulai menegang sedari tadi. Dan itu membuat kesadaran Devan kembali, tidak seharus nya mereka melakukan hal itu saat ini. Devan jelas tidak ingin merusak gadis yang dia cintai walau itu memang bukan salah nya.
__ADS_1
" Mia , apa yang kamu lakukan?" Devan mendorong tubuh Mia saking kaget nya seraya bangun dari posisi nya hingga tubuh Mia jatuh ke atas lantai marmer yang sangat keras dan juga dingin.
" Aw" Mia mengusap bokong nya yang terasa sakit karena mencium lantai. " Kenapa bapak mendorongku? Sakit!" Mia merengek manja pada Devan yang masih terlihat syok setelah apa yang barusan terjadi. Devan tidak menyangka kalau gadis polos seperti Mia akan melakukan hal nekat saat dia sedang dalam keadaan mabuk seperti itu.
" Ma maaf" Devan pun menghampiri Mia dan membantu nya untuk bangun dari posisi jatuh nya sekarang.
" Kenapa bapak mendorongku?" Mia mengerucutkan bibir nya
" Maaf, habis kamu mengagetkan ku. Aku kira kamu sudah tidur" ucap Devan tidak enak.
" Mana mungkin aku tertidur saat seorang pria tampan berada dekat dengan diriku" Mia menatap menggoda pada Devan seraya mengerlingkan sebelah mata nya membuat tubuh Devan semakin tegang saja.
" Aih, ternyata alkohol bisa sangat bahaya bila di minum oleh gadis polos dan tidak biasa meminum nya." Batin Devan seraya menelan saliva nya susah melihat Mia yang sudah seperti macan betina yang siap menerkam mangsa nya. Bila saja mereka sudah halal, mungkin Devan akan dengan senang hati meladeni Mia saat ini tapi ini situasi nya berbeda. Bahkan Devan belum mengungkapkan perasaan nya dengan benar pada Mia dan Mia kini sedang tidak sadar melakukan itu pada Devan.
" Ayo kita mulai sayang!" Mia menatap Devan dengan tatapan lapar nya seraya melangkah mendekati Devan.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1