
Tap tap tap
Suara derap langkah kaki terdengar menggema di sebuah lorong rumah sakit yang terlihat sepi karena hari masih lumayan gelap.
" Bagaimana keadaan Yemi sekarang?" Dena tampak datang tergesa - gesa di ikuti oleh Ivan suami nya di belakang nya.
" Yemi sedang di dalam ruang persalinan mom" Mia dan Devan yang memang datang lebih dulu dari mertua nya itu tampak sudah duduk di kursi ruang tunggu yang ada di depan ruang persalinan tampak menunggu dengan wajah cemas nya.
" Mommy tenang saja, Kenzi menemani dan menjaga Yemi dengan baik" Devan terkekeh saat mengatakan nya.
" Kamu ini orang sedang cemas kamu malah cengar cengir gak jelas kayak gitu" Dena mendengus kesal pada putra semata wayang nya itu.
" Maaf, aku hanya ingat kejadian tadi" Devan mengingat kembali kejadian saat pertama kali diri nya dan Mia di telpon oleh suami dari adik sepupu nya itu kalau adik sepupu satu - satu nya dia akan segera melahirkan baby boy mereka hari ini. Jelas saja Devan dan Mia ikut panik saat itu dan langsung bergegas pergi ke rumah sakit setelah mereka mengakhiri panggilan pada ponsel mereka dengan tergesa - gesa juga.
Tak lama setelah Devan dan Mia sampai di rumah sakit, Devan dan Mia melihat pemandangan yang belum pernah mereka lihat sebelum nya yaitu di mana keadaan Kenzi yang sangat berantakan dengan beberapa bekas merah di sekitar leher dan lengan nya. Bukan tanda merah bekas kecupan atau apa melainkan bekas merah karena ulah kuku - kuku cantik Yemi yang pernah menancap di sana. Bahkan rambut Kenzi juga terlihat acak - acakan akibat di Jambak oleh istri kecil nya itu.
" Ya, mommy tenang saja. Semua pasti akan baik baik saja" Ivan ikut menenangkan. " Dan kamu Devan, kamu hari ini bisa menertawakan Kenzi. Tapi tunggu saja sampai Mia nanti melahirkan anak mu, bisa saja kamu akan lebih parah dari nya" Tambah Ivan lagi memberikan peringatan pada putra nya.
" Ish, Daddy ini kenapa bicara seperti itu. Mia sangat sayang pada ku, jadi tidak mungkin Mia menyiksaku" Devan berbicara dengan penuh percaya diri.
" Tapi Yemi bahkan sangat tergila - gila pada Kenzi sejak dulu, saat melahirkan dia bisa seganas itu. Apa lagi kamu, Mia bahkan baru jatuh cinta pada mu beberapa bulan yang lalu" jawab Dena telak membuat wajah percaya diri Devan berubah panik.
" Tenang saja, setidak nya bapak bisa bernafas lega karena itu masih lama" Mia terkekeh saat mengatakan nya.
__ADS_1
Glek
Devan menelan saliva nya susah sambil memandang wajah Mia dan perut nya secara bergantian. " Yemi yang begitu tergila - gila saja pada ka Kenzi bisa seganas itu, bagaimana dengan ku yang menikah karena aku meminta pertanggung jawaban dari Mia yang menyangka sudah merenggut keperjakaan ku" batin Devan brigidig ngeri menatap istri kecil nya.
Sementara di dalam sana tepat nya di tempat di mana Yemi sedang menaruhkan separuh nyawa nya berusaha untuk mengeluarkan sang baby boy nya tampak Kenzi dengan penampilan yang jauh dari kata rapi dan berkarismatik sedang menatap panik dengan wajah yang juga terlihat bingung pada istri kecil nya yang meringis dan menangis setiap dia merasakan kontraksi pada perut nya.
" Dokter, apa ini masih lama?" Ini adalah pertanyaan yang kesekian kali nya dari Kenzi sejak pertama kali mereka masuk ke ruangan itu dan ini sudah dua jam namun pembukaan Yemi masih di angka 5 saja.
" Kita masih perlu beberapa pembukaan lagi tuan" dokter itu tersenyum ramah sambil mengatakan hal yang sama setiap Kenzi menanyakan hal itu kepada nya.
" Aku sudah tidak kuat sayang, sakiiit!" Yemi meringis sambil berteriak pada suami nya.
" Kamu bertahan sayang, kamu kuat sayang!" Kenzi mencoba menghibur Yemi dan mengusap lembut kepala nya dengan penuh kasih sayang dengan tatapan iba melihat keadaan istri kecil nya yang sedang merasakan kesakitan. Sungguh bila saja Kenzi bisa menggantikan nya, dia pasti akan menggantikan merasakan sakit itu. Namun itu hanya keinginan Kenzi saja dan itu tidak mungkin terjadi.
" Baiklah sayang, aku minta maaf karena kamu harus merasakan sakit ini dan terima kasih karena kamu mau mengandung benih ku di dalam kandungan mu" ucap Kenzi dengan wajah yang sudah memerah menahan rasa malu pada dokter dan suster yang ada di ruangan itu yang terlihat sedang menahan tawa mereka.
" Apa ini masih lama? Baby boy, cepat lah keluar! Apa kamu tidak mau bertemu dengan mommy dan Daddy sekarang?" Yemi masih mengoceh tidak jelas.
" Baiklah nona, biar saya periksa lagi!" Dokter yang ada di ruangan itu mendekati Yemi kembali dan melihat jalan lahir milik Yemi dan memeriksa ulang pembukaan nya setelah dia berusaha menghentikan rasa ingin tertawa nya.
" Bagaimana?" Kenzi tampak khawatir.
" Kelihatan nya sudah lengkap, jadi sekarang nona bersiap lah! Suster kemarilah!" dokter dan suster tampak bersiap dengan peralatan mereka dan bersiap untuk membantu Yemi melahirkan baby boy nya karena pembukaan pada jalan lahir Yemi sudah lengkap.
__ADS_1
" Apa baby boy akan keluar sekarang dokter?" tanya Kenzi dengan wajah yang serius dan di angguki oleh dokter itu.
" Dengar instruksi saya nona, dalam hitungan ke tiga nona mengejan dengan kuat, tapi ingat jangan memejamkan mata nona saat mengejan lihat saja perut nona oke!" dokter itu memberikan instruksi nya dan Yemi mengangguk mengerti.
Kenzi yang mendengarkan nya juga ikut mengangguk dengan tampang yang terlihat sangat panik.
" Satu dua tiga, ayo nona!" Dokter itu memberikan instruksi dan Yemi pun mulai mengejan dengan sekuat tenaga dengan tangan nya yang mencengkram kuat tangan Kenzi.
" Heeekh" Yemi mengejan dengan kuat diikuti suara Kenzi yang juga ikut mengejan.
Seperti nya saking panik nya Kenzi juga malah ikut mengejan mengikuti apa yang di lakukan Yemi sekarang. Para suster tampak menahan tawa mereka sambil terus berkonsentrasi membantu persalinan Yemi saat melihat tingkah konyol pria yang ada di hadapan mereka.
" Sekali lagi nona, kepala baby boy sudah terlihat. Ayo satu dua tiga" dokter kembali memberi instruksi dan Yemi pun menuruti perkataan dokter itu dan sepersekian detik kemudian.
" Oek oek oek" suara tangis seorang bayi terdengar sangat nyaring di dalam ruangan itu.
" Selamat tuan, nona, baby boy kalian sangat tampan!" dokter itu menyerahkan bayi kecil yang baru saja lahir itu ke atas dada Yemi.
Wajah Kenzi dan Yemi kini berubah menjadi rasa lega dan bahagia saat melihat sang baby sudah selamat lahir ke dunia ini dalam keadaan yang sehat dan lengkap tidak kekurangan apa pun.
**Beberapa bab lagi menuju end ya!
Jangan lupa like, vote dan komen. Jangan lupa juga klik tanda hati untuk memasukkan ke favorit kalian dan jangan lupa berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏**
__ADS_1