Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 81


__ADS_3

Ceklek


Pintu terbuka dari luar tanpa di ketuk terlebih dahulu, Kenzi yang memang sedang fokus pada pekerjaan nya dan juga sedang merasa pusing karena memikirkan sikap - sikap aneh yang di tunjukan Yemi selama hamil membuat Kenzi merasa kesal dan ingin meluapkan kekesalan nya pada siapa saja yang membuat kesalahan apa pun walaupun itu hal kecil sekalipun.


" Kenapa kau tidak mengetuk pintu? Apa kamu sudah bosan bekerja di sini ha?" Ucap Kenzi dengan nada tinggi tanpa melihat siapa yang datang. Karena dia fikir yang biasa keluar masuk ruangan nya hanya Alfaro, tapi biasa nya dia selalu mengetuk pintu dulu bila akan masuk ke dalam ruangan nya tapi kali ini kenapa tidak? Fikir Kenzi


" Oh, jadi aku harus mengetuk pintu dulu bila ingin masuk ke dalam ruangan suami ku begitu?" Yemi tampak memberengut kesal.


Kenzi yang mendengar suara yang tak asing lagi di telinga nya tampak mendongakan kepala nya dengan wajah yang tampak terkejut.


" Sayang, kamu datang lagi? Aku fikir tadi yang datang Alfaro, maaf" Kenzi pun langsung melangkah menghampiri istri kecil nya yang sedang merajuk.


" Kenapa? Apa aku tidak boleh datang ke sini huh?" Yemi memalingkan wajah nya dari Kenzi.


" Bukan begitu sayang, aku fikir karena kamu kemarin datang kesini mungkin hari ini kamu tidak akan datang" Tangan Kenzi terulur melingkar pada pinggang ramping istri kecil nya itu. " Aku takut kamu kelelahan sayang" wajah Kenzi kini sudah terbenam pada ceruk leher Yemi dan mulai mencium bau tubuh istri nya itu. Sungguh hal itu bisa menjadi obat penenang tersendiri bagi Kenzi saat ini di saat tubuh dan fikiran nya sedang lelah seperti ini.


" Bukan nya kamu takut aku mengganggu uncle huh?" Yemi masih mengerucutkan bibir nya.


" Tentu saja tidak sayang, kehadiran mu tidak pernah mengganggu ku sedikit pun. Malah itu akan memberikan semangat tersendiri untuk ku" Kenzi masih dalam posisi nyaman nya saat ini.


" Benarkah?" Yemi membalikan tubuh nya agar berhadapan dengan suami nya itu dengan wajah yang berbinar.


" Tentu saja" Kenzi mengangguk mantap.


" Berarti uncle tidak akan keberatan kan, untuk memenuhi keinginan ku dan bayi kita?" Yemi mengembangkan senyum nya.

__ADS_1


" Apa tadi dia bilang? Keinginan?" Batin Kenzi menatap ngeri pada istri kecil nya itu. " Oh God, seperti nya aku salah bicara" batin Kenzi merutuki kebodohan nya. " Me memang kamu menginginkan apa sayang?" Kenzi terlihat ragu saat mengatakan nya.


" Aku hanya ingin" Yemi mengangkat sudut bibir nya seraya membisikan sesuatu pada Kenzi, membuat Kenzi tampak membulatkan bola mata nya dengan wajah yang cukup terkejut.


" A apa kamu yakin sayang?" Yemi mengangguk mantap. " Apa tidak bisa di ganti?" Kenzi menatap Yemi dengan tatapan memohon nya namun Yemi menggelengkan kepala nya saat ini.


Dan pada akhir nya Kenzi pun dengan berat hati menuruti permintaan istri kecil nya itu, tapi dia tidak mau sendirian dan memutuskan untuk mengajak yang lain nya. Dan di sini lah mereka, Mereka kini berada di sebuah taman hiburan yang lumayan besar di kota itu.


" Kenapa kamu mengajak kami ke sini?" Devan yang tadi sedang menonton drakor kesukaan Mia bersama dengan calon istri nya itu harus pergi karena Kenzi memanggil mereka ke tempat yang menurut nya hanya untuk anak kecil.


" Yemi menginginkan kita untuk datang ke sini" jawab Kenzi enteng.


" Ish, aku hanya mengajak uncle saja tadi tapi uncle saja yang malah mengajak pak Devan dan yang lain nya juga" Yemi mengerucutkan bibir nya.


" Jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang?" Celin yang juga di ajak oleh Kenzi tampak mengerutkan kening nya.


" Apa nya yang penting" batin Alfa menghela nafas nya berat. Alfaro sudah tahu tujuan mereka ke sini.


" Baiklah, apa pun yang akan kita lakukan. Ayo kita lakukan sekarang!" Mia tampak bersorak dengan semangat sambil mengepalkan tangan nya ke atas.


" Ya, ayo kita lakukan!" Yemi ikut bersorak dan mereka pun melangkahkan kaki mereka dengan perasaan senang sedangkan Kenzi dan yang lain nya tampak mengikuti dengan langkah gontai nya. Seperti nya yang menikmati dan senang akan perjalanan mereka kali ini hanya Mia dan Yemi saja.


Langkah Yemi terhenti di depan pintu masuk pembelian tiket di sebuah wahana yang lumayan membuat ngeri orang - orang yang ada di sana termasuk Kenzi, tapi Yemi malah menatap wahana itu dengan mata yang berbinar.


Saat ini mereka sedang berada di depan wahana yang bernama kincir - kincir atau sering di sebut power surge yang akan membawa orang yang menaiki nya berputar 360 derajat. Orang - orang akan di putar dari bawah sampai ke atas dengan kecepatan yang sangat tinggi, dengan membayangkan nya saja sudah membuat pusing dan juga ngeri apalagi kalau sampai menaiki nya.

__ADS_1


" Ayo uncle, uncle naiklah!" Yemi memandang Kenzi dengan mata yang berbinar. Ya, Yemi ingin melihat suami nya itu naik power surge, kalau diri nya tidak mungkin naik karena sedang hamil.


Glek


Kenzi menelan saliva nya dengan susah melihat permainan itu, jujur saja Kenzi yang punya phobia ketinggian akan sangat sulit dan berat bagi Kenzi untuk menaiki permainan itu.


" Apa? Jadi kamu ingin kami ke sini untuk menemani mu bermain, begitu?" Devan menatap tak percaya pada Kenzi.


" Sudah lah pak, aku sangat senang bisa datang ke sini. Ini lebih baik dari pada harus berdiam diri di apartemen saja" ucap Mia telak dan membuat Devan tidak bisa berkata apa - apa lagi.


" Aku tidak mau kalau harus menemani mu menaiki wahana itu" ucap Devan ketus.


" Bilang saja kalau kamu takut" Kenzi berkata dengan nada mengejek nya.


" Cih, siapa juga yang takut? Mungkin kau sendiri yang ketakutan!" Balas Devan dengan nada yang sama.


" Aku juga tidak mau!" Denis ikut menimpali. " Istri mu yang mengidam, kenapa kami juga harus ikut menderita" tambah Denis lagi dengan nada yang ketus.


" Kamu jangan seperti itu Den, kalau nanti aku yang ngidam aneh kamu mau nanti pada gak mau bantu atau nemenin kamu" Celin menepuk pundak suami nya pelan.


" Ya semoga aja kamu gak ngidam hal yang aneh kayak Yemi"


" Aku gak janji ya, kamu bilang aja sama calon anak mu nanti" Celin memutar bola mata nya malas.


Setelah perdebatan yang lumayan panjang, akhir nya Kenzi, Devan, Denis dan Alfaro akan menaiki wahana itu bersama sedangkan para wanita akan melihat dari jarak yang lumayan dekat sambil mengambil vidio mereka dari sana.

__ADS_1


Awal nya Devan dan Denis tidak mau tapi setelah pasangan mereka meyakinkan mereka, akhir nya mereka dengan berat hati menuruti perkataan mereka sedangkan Alfaro tidak punya pilihan lain selain ikut karena Kenzi mengancam nya tentang pekerjaan nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2