Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 57


__ADS_3

" Aaaaakh" Mia berteriak dengan keras saat dia tersadar akan apa yang sedang terjadi saat ini seraya langsung melepaskan tautan pada bibir mereka.


" Berisik! Jangan berteriak!" Devan pun membekap mulut gadis itu dengan tangan nya. " Apa kamu ingin semua tetangga mu datang ke sini dan menikahkan kita huh?" Devan menatap tajam pada gadis yang ada di atas tubuh nya.


Mia pun menggelengkan kepala nya pelan dengan detak jantung nya yang masih berdetak dengan sangat cepat.


" Sekarang menyingkirlah! Atau kamu sudah merasa nyaman berada di sana?" Devan tersenyum menggoda menatap Mia tanpa melepaskan tangan nya pada bibir Mia.


" Enak saja!" Mia langsung bangkit dari posisi nya sekarang dan langsung menjauhkan tubuh nya dari tubuh Devan dengan wajah yang merona dan salah tingkah. " Bapak yang ke enakan, bisa - bisa nya bapak mengambil ciuman pertama ku" Mia memberengut kesal seraya tangan nya dengan kasar me lap bibir nya.


" Cih, justru kamu beruntung bisa mencium ku. Banyak wanita di luar sana yang mengantri hanya untuk bisa mencium ku" Devan bangkit dari posisi nya dan merapikan kembali baju nya yang sempat berantakan.


" Iyyuuh! Beruntung apa nya pak, yang ada aku terkena sial karena ciuman pertama ku yang harus nya berkesan menjadi tidak mengenakan" Mia mengibaskan tangan nya seperti orang yang jijik.


Devan tidak memperdulikan ocehan dari gadis itu dan langsung mengambil kertas yang tadi sempat terbang ke sudut ruangan itu, Mia yang masih syok karena kejadian barusan jadi melupakan tentang kertas itu.


" Coba kita lihat, sampai mana kamu berhasil mengerjakan nya!" Devan langsung melihat kertas itu dan dia tidak percaya dengan apa yang sedang dia lihat sekarang. " Ck ck ck, apa - apa an ini? Dalam waktu dua jam kamu hanya berhasil mengerjakan dua soal saja? Kalau seperti ini kamu sudah di pastikan tidak akan lulus sekolah" Devan menggeleng - gelengkan kepala nya menatap tidak percaya pada gadis yang sedang nyengir kuda memperlihat kan deretan gigi nya tanpa rasa penyesalan sedikit pun.


" Sudah ku bilang kan, soal nya sangat susah" jawab Mia enteng.


" Kalau seperti ini aku akan memberikan les privat 3 kali lipat" Devan mengacungkan tiga jari nya di wajah Mia. " Jadi bersiaplah!" Devan berkata dengan nada tidak mau di bantah.


" Tiga kali lipat pak, apa itu tidak salah? Oh God, bagaimana bisa aku menghabiskan waktuku hanya untuk belajar" Mia menatap nanar pada jari Devan yang sedang berada tepat di depan wajah nya. Devan mengangguk mantap.

__ADS_1


Pletak


" Ish, bukan kah itu memang sudah tugas mu sebagai pelajar" Devan menjitak kening Mia dengan cukup keras.


" Aw" Mia meringis kesakitan seraya memegangi kening nya yang terasa panas. " Bapak ini kenapa menjitak kepala ku? Seharus nya aku yang memukul bapak karena telah mengambil ciuman pertama ku" Mia memberengut kesal.


" Kau tadi bilang apa? Aku mencuri ciumanmu? Hey apa tidak terbalik ha? Katakan tadi siapa yang ada di atas tubuh ku?"


" I itu aku" Mia menunjuk diri nya seraya menelan saliva nya susah.


" Oh ya, benar juga. Apa aku harus meminta pertanggung jawaban mu ya? " Devan tersenyum menyeringai menatap gadis yang ada di hadapan nya.


" Ish, pertanggung jawaban apa nya? Memang nya bapak hamil apa? Sehingga meminta ku untuk bertangung jawab" Mia mendengus kesal. " Apa - apa an pria tua ini, sudah mengambil keuntungan dari ku sekarang malah meminta tanggung jawab dari ku. Sebenar nya yang gadis itu siapa, aku atau dia?" Batin Mia menatap tak suka pada pria yang ada di hadapan nya.


" Aish, hamil apa nya? Sudah lah kenapa aku menjadi pusing setelah berbicara dengan mu? Lama - lama aku bisa gila" Devan menyugar rambut nya frustasi. " Aku pulang dulu, dan kamu belajar lah yang rajin! Ingat aku akan kesini setiap hari di jam yang sama, jadi jangan coba - coba lari atau bersembunyi dari ku" Devan berkata dengan nada ancaman pada gadis yang ada dihadapan nya.


" Kenapa rasa nya masih terasa, padahal dulu saat ciuman pertama ku tidak seperti ini. Rasa nya begitu manis" Devan tersenyum seraya menyentuh bibir nya yang tadi tak sengaja menempel dengan bibir Mia. Devan memang sudah pernah beberapa kali menjalin hubungan dengan berbagai wanita dan tentu saja ciuman sudah menjadi hal lumrah untuk nya, tidak seperti Mia yang baru pertama kali merasakan nya.


" Dia sedang apa ya?" Devan melihat jam dinding yang ada dalam kamar nya. " Mungkin saat ini dia sedang bekerja" Devan membayangkan Mia saat bertemu dengan nya di bar pada malam itu. " Tunggu dulu, di sana pasti banyak pria hidung belang nya. Dan pakaian apa yang selalu dia pakai di sana, rok nya terlalu pendek" Devan teringat penampilan Mia saat di bar. " Aish, kenapa juga aku peduli? Dasar bodoh!" Devan merutuki kebodohan nya sendiri.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara di sebuah bar yang lumayan besar di ibu kota tampak seorang gadis cantik yang sedang duduk termenung di salah satu kursi yang berderet pada meja bartender yang ada di sana.

__ADS_1


" Kenapa rasa nya masih terasa?" Mia memegangi bibir nya yang tadi tak sengaja menempel dengan bibir milik guru menyebalkan nya. " Aih, Mia kenapa fikiran mu kotor sekali" Mia nenggeleng - gelengkan kepala nya merutuki kebodohan nya yang bisa - bisa nya membayang kan nerciuman kembali dengan guru nya itu.


" Kamu kenapa Mi?" Suara yang tak asing lagi untuk Mia terdengar menghampiri nya.


" Eh kak Bob, nggak kok aku gak kenapa - napa" Mia nyengir kuda ke arah pria yang sudah dia anggap sebagai kakak nya sendiri.


Bob sudah lama bekerja pada paman Mia sebagai bartender di sana. Bob juga lumayan dekat dengan Mia, selain karena Mia yang ceria dan mudah bergaul dengan siapa saja. Bob juga menyayangi Mia karena Mia sangat mirip dengan adik nya yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu karena kecelakaan.


" Tumben kamu ngelamun kayak gitu" Bob merasa aneh dengan sikap gadis yang ada di hadapan nya itu. " Apa kamu sedang jatuh cinta?" Bob menaik turunkan alis nya lucu.


" Ish, kak Bob ini apa - apan? Mana ada aku jatuh cinta" Mia tersenyum kikuk.


" Katakan apakah dia pria yang mabuk di sini tempo hari?" Bob malah semakin menggoda Mia membuat wajah Mia menjadi merona.


" Ish kakak ini, pria itu adalah guru ku. Mana mungkin aku menyukai guru ku" Mia terkekeh saat mengatakan nya.


" Dia guru? Aneh, kenapa seorang guru suka mabuk - mabukan? Dan kamu ingat kelakuan aneh nya saat itu, sama sekali tidak mencerminkan seorang guru" Bob tampak berfikir.


" Hais, benar kan? Kakak juga berfikir seperti itu. Aku juga tidak habis fikir, bagaiman bisa dia menjadi seorang guru" Mia berkata dengan nada mengejek nya diikuti kekehan dari ke dua nya.


Percakapan itu terus berlangsung antara ke dua nya sambil sesekali ke dua nya tertawa lepas. Kebetulan pengunjung malam itu tidak terlalu ramai dan dapat di handel oleh karyawan yang lain nya.


Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang menatap tajam ke arah mereka seraya mengepalkan tangan nya erat. Terlihat sekali bahwa orang itu terlihat sangat kesal dengan apa yang dia lihat.

__ADS_1


**Siapa hayo? 🤔🤔


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏**


__ADS_2