
Devan tampak menatap Mia yang keluar dari toko tempat nya berdiri sekarang dengan terburu - buru seraya menarik tangan Bob dengan tatapan bingung dan juga marah. Bingung karena melihat tingkah aneh Mia dan marah karena melihat tangan Bob yang di pegang erat oleh Mia saat ini. Ingin rasa nya Devan mengejar mereka dan menarik tangan Mia yang memegang tangan Bob untuk melepaskan nya. Tapi Devan juga tidak mungkin meninggalkan wanita yang kini sedang bersama nya.
" Apa kamu mengenal nya? Gadis yang manis" wanita itu menatap penuh arti pada Devan.
" Benar kan? Dia sangat manis" Devan tersenyum manis.
" Cih, kenapa selera mu jadi gadis - gadis remaja seperti itu? Pertama Yemi dan sekarang?" Wanita itu memutar bola mata nya malas.
" Ish, kak Celin ini bicara apa? Jangan membahas lagi tentang Yemi! Aku sudah melupakan nya." Ya, wanita yang sedang bersama Devan adalah Celin. Denis tidak bisa menemani Celin untuk membeli cincin pernikahan mereka, jadi Celin mengajak Devan untul menemani nya.
" Jangan sampai kamu keduluan lagi saja seperti pada Yemi dulu, lagi pula kamu tidak melihat pria yang bersama nya? Dia lumayan tampan" Celin terkekeh saat mengatakan nya. Celin yang sudah mengetahui semua nya dari Devan, tidak ingin adik sepupu nya itu mengalami hal yang sama lagi saat dia mengetahui kebenaran tentang Yemi yang ternyata sudah menikah dengan Kenzi.
Jujur saja Celin sangat terkejut saat mendengar kalau ternyata gadis yang di ceritakan Devan adalah Yemi tapi Celin bersyukur karena Devan bisa menerima keadaan itu dengan baik, apa lagi setelah Celin menceritakan bagaimana Kenzi dan Yemi yang saling mencintai dan saling peduli satu sama lain dalam waktu yang sangat lama dan Devan pun cukup tahu diri. Dia tidak mungkin bisa menyaingi Kenzi dalam hal itu.
" Kamu jangan menakuti ku kak! Aku tahu dia, pria itu hanya pegawai paman nya yang sudah dia anggap sebagai kakak nya" tampak keraguan dalam hati Devan saat ini.
" Ya, apa lagi kayak gitu Devan. Gadis itu pasti sangat dekat dengan pria itu, tidak menutup kemungkinan rasa sayang sebagai adik pada kakak nya akan berubah menjadi cinta" Celin tampak mengulum senyum nya melihat raut wajah dari adik sepupu nya itu. Dia jadi teringat saat Kenzi dengan keras kepala nya tidak mau menunjukan dan mengungkapkan perasaan cinta nya pada Yemi sehingga hubungan mereka sempat renggang karena salah faham dan berakhir dengan pengakuan cinta yang penuh drama.
__ADS_1
" Kak Celin benar, nanti aku harus bertemu dengan Mia" batin Devan membenarkan apa yang di katakan kakak sepupu nya itu.
Devan dan Celin pada akhir nya pulang setelah mendapatkan apa yang mereka cari, Devan berniat akan menemui Mia di bar tempat nya bekerja saja nanti malam.
Sementara Mia yang sudah tidak mood untuk berjalan - jalan dan belanja mengajak Bob untuk pulang saja padahal mereka belum membeli apa pun bahkan hadiah yang akan di berikan pada kekasih Bob saja belum mereka dapatkan. Tapi Bob bisa mengerti keadaan Mia saat ini, jujur saja Bob juga sangat marah pada Devan saat ini.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Malam hari nya, Mia terlihat seperti biasa bekerja di bar milik paman Roy. Namun ada yang berbeda pada diri Mia saat ini, bila biasa nya Mia bersikap ceria dan banyak bicara. Kali ini Mia terlihat sangat murung dan pendiam. Roy yang melihat keponakan nya yang seperti itu pun merasa heran dan memutuskan untuk bertanya pada Bob yang lumayan dekat dengan keponakan nya itu.
" Mia kenapa Bob, kok rasa nya ada yang berbeda. Dia tidak ceria seperti biasa nya." Roy memegang pundak Bob dari arah samping.
" Patah hati? Memang Mia punya pacar?" Roy mengangkat alis nya sebelah. Ya, Roy memang tidak terlalu dekat dengan Mia tapi dia juga selalu mengawasi pergaulan anak itu. Seperti kedekatan nya dengan Devan selama beberapa ini Roy juga mengetahui nya tapi Roy menganggap itu hanya hubungan guru dengan murid nya saja.
" Tidak, justru dia patah hati sebelum bisa merasakan indah nya berpacaran" Bob terkekeh saat mengatakan nya.
" Maksud nya?" Roy menjadi semakin bingung saat mendengarkan perkataan Bob barusan.
__ADS_1
Bob pun menceritakan tentang Mia yang selalu galau karena guru nya itu, tak lupa Bob juga menceritakan tentang kejadian tadi siang di toko perhiasan yang ada di salah satu mall yang ada di Jakarta saat mereka tak sengaja bertemu dengan Devan bersama dengan seorang wanita yang mereka kira adalah calon istri dari Devan.
" Ck, kurang ajar sekali pria itu. Berani - berani nya dia memberikan harapan palsu pada keponakan kesayangan ku" Roy berdecak kesal seraya menatap Mia yang sedang duduk di salah satu meja pelanggan dengan tatapan kosong nya.
Sementara di tempat Mia
" Apa ini yang di rasakan pak Devan saat mengetahui Yemi sudah menikah dengan uncle Ken ya?" Mia menopang dagu nya dengan kedua tangan nya yang dia tekuk di atas meja. " Apa kalau aku mabuk, aku akan lebih baik ya?" Mia melirik minuman yang ada di dekat nya. " Aih, apa yang kamu fikirkan Mia? bagaimana bisa mabuk membuatmu lebih baik? Yang ada kamu bakal tambah pusing" Mia merutuki kebodohan nya yang bisa - bisa nya memikirkan hal bodoh seperti itu. Walau pun Mia selama ini bekerja di tempat yang menyediakan minuman haram itu, tapi Mia sama sekali belum pernah meminum nya walau sedikit pun karena Roy dan Bob juga tidak mengizinkan nya. Mia hanya meminum minuman soda yang biasa juga di sediakan di sana untuk pengunjung yang juga tidak biasa minum seperti Mia.
" Lebih baik aku meminta soda pada kak Bob untuk menyegarkan fikiran dan hati ku" gumam Mia seraya terkekeh geli saat mengatakan nya.
Mia pun melangkahkan kaki nya ke ruangan di balik meja bartender untuk meminta minuman soda yang biasa dia minum pada Bob, namun saat sampai di sana Mia tidak menemukan orang yang dia cari. Mungkin saat ini Bob sedang ke toilet.
" Ck, di mana kak Bob sih? Mia berdecak kesal. " Coba kita lihat, di mana kak Bob meletakan minuman nya?" Mia pun mulai membuka rak minuman yang ada di sana. Di sana tampak berjejer beberapa botol minuman dengan aneka jenis dan juga warna.
" Yang mana minuman soda ya?" Mia terlihat menelisik satu persatu botol minuman yang ada di sana. " Mungkin ini, warna nya sama seperti yang sering kak Bob berikan pada ku" Mia pun langsung membuka minuman yang dia yakini berisi minuman soda yang biasa dia minum dan meneguk nya langsung dari dalam botol nya, karena sungguh dia merasa sangat haus dan butuh penyejuk untuk hati nya yang sedang panas.
" Aih, kenapa soda ini rasa nya aneh sekali" Mia menatap botol yang sudah setengah nya dia minum dengan mata yang mulai kabur. " Aduh, kenapa botol nya jadi dua" Mia menggelengkan kepala nya berkali - kali karena mata nya mulai terasa aneh dan kepala nya terasa berat.
__ADS_1
**Hayo. Itu si Mia munum apa ya? 🤔🤔
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏**