Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 126


__ADS_3

" Aaahk" suara de sahan terdengar merdu di telinga Alfaro saat Simi mengeluarkan nya ketika bibir Alfaro meng ecup dan menghisap leher jenjang Simi dan meninggalkan jejak kepemilikan nya di sana. Bahkan Alfaro juga melakukan nya di sekitar dua gundukan kembar milik Simi membuat Simi merasakan sensasi yang luar biasa, sensasi yang membuat nya merasakan perasaan yang sulit untuk di artikan. Bahkan saat ini pakaian tipis yang melekat pada tubuh Simi sudah teronggok begitu saja di atas lantai.


Puas dengan bagian atas tubuh Simi kini tangan Alfaro mulai turun ke area sensitif bagian bawah milik Simi. Tangan Alfaro mulai menyentuh , mengusap dan memijat bagian itu membuat tubuh Simi semakin menggelinjang hebat. Bahkan kini salah satu jari milik Alfaro sudah mulai masuk ke dalam lubang ke nik matan milik Simi dan mulai bergerak keluar masuk di dalam sana.


" Akh, apa itu tadi" Simi yang merasa kaget langsung mengangkat kepala nya untuk mrlihat apa yang di lakukan oleh suami nya saat sesuatu terasa bergerak masuk pada lubang kenik matan milik nya.


" Kenapa hem? Apa aku membuat mu kaget? Maaf" Ucap Alfaro dengan kabut gai rah pada mata nya tanpa menghentikan aktifitas jari nya di bawah sana.


" Aaakh, ya" ucap Simi dengan suara de sahan yang mengiringi nya. Simi bahkan kini sedang menggigit bibir bawah nya sendiri untuk menahan agar dia tidak mengeluarkan lagi suara yang terdengar memalukan bagi nya saat tangan dan bibir Alfaro sibuk memberikan sentuhan - sentuhan nya di berbagai area sensitiv nya. " O om, aakh" Simi kembali men desah saat dia ingin memanggil suami nya itu.


" Apa sayang?" Alfaro yang sedang sibuk menghisap dua gundukan kembar milik Simi pun mendongakan kepala nya saat Simi memanggil nya.


" Bi bisa om hentikan dulu ini?" Ucap Simi terbata sambil menahan sesuatu yang sejak tadi dia tahan.


" Kenapa? Ini sangat tanggung sayang" Alfaro berwajah kecewa tapi tidak menghentikan aktifitas nya namun kini gerakan tangan nya mulai melambat.


" Aakh, seperti nya akan keluar" Simi sedikit meringis.


" Keluar? Apa nya?" Alfaro mengerutkan kening nya. Alfaro pun menghentikan aksi tangan nya di bawah sana namun belum mau mengeluarkan jari nya dari dalam lubang ke nik matan milik Simi.


" Aaakh" Simi men desah nik mat dengan perasaan lega dan nafas yang tersengal. " Tuh kan sudah keluar" Simi mengerucutkan bibir nya dan langsung bangkit terduduk sambil meraih tangan Alfaro yang masih setia pada bagian bawah Simi dan langsung menarik nya untuk dia lihat.


" Kenapa?" Alfaro merasa heran dengan apa yang di lakukan oleh istri kecil nya itu.


" Eh, tidak merah?" Simi menggaruk kepala nya yang tidak gatal saat melihat jari Alfaro basah namun tidak berwarna merah malah yang ada seperti lendir berwarna putih.

__ADS_1


" Apa nya yang merah?" Alfaro masih merasa bingung.


" Ah tidak ada apa - apa" Simi nyengir kuda dengan salah tingkah. " Aku kira aku kembali haid, tapi apa tadi yang keluar? Aku baru pertama kali melihat nya" batin Simi dengan wajah yang bingung. Ya, tadi Simi mengira kalau diri nya kembali mengeluarkan darah haid saat tadi Alfaro bermain - main dengan bagian bawah nya. Namun ternyata dia salah dan itu tidak terlihat seperti dar ah namun keluar cukup banyak juga. Tanpa Simi dan Alfaro ketahui, Simi seperti nya sudah mencapai puncak nya saat ini.


" Kalau begitu, mari kita lanjutkan kegiatan kita yang tertunda" Alfaro langsung mendorong kembali tubuh Simi agar kembali terbaring dan langsung menyambar bibir mungil Simi tanpa memberi kesempatan Simi untuk mengucapkan sepatah kata pun. Simi yang awal nya merasa kaget pun akhir nya hanya pasrah saja dengan apa yang di lakukan oleh suami nya itu.


Setelah merasa puas saling bertaut pada bibir mereka, Alfaro pun bangkit dari posisi nya dan mulai membuka kain penutup yang ada pada bagian bawah nya sehingga terpangpanglah pusaka milik Alfaro yang terlihat sudah sangat menegang sedari tadi.


Glek


Simi menelan saliva nya susah saat melihat sesuatu yang berbentuk besar dan panjang yang ada di hadapan nya.


" I itu anakonda atau ular piton? Kenapa besar sekali" ucap Simi dengan wajah terkejut nya membuat Alfaro terkekeh melihat istri kecil nya itu.


" Terserah kamu mau menyebut nya apa, bagaimana apa kau menyukai nya?" Alfaro kembali mendekatkan wajah nya.


" Takut?" Alfaro mengangkat sebelah alis nya.


" Ya, takut! Jangan katakan kalau benda itu yang akan masuk ke dalam punya ku ini" Simi memberengut kesal seraya menunjuk bagian bawah nya.


" Tentu saja ini, memang apa lagi?" Alfaro menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


" Apa om yakin itu akan bisa masuk di sana, lihatlah ukuran nya! Dan lihat juga ukuran punyaku!" Simi brigidig ngeri membayangkan anakonda yang ada di hadapan nya akan masuk ke dalam milik nya.


" Kita coba saja, bagaimana?" Alfaro tersenyum menyeringai pada Simi.

__ADS_1


" Di coba?" Simi mengerutkan kening nya.


" Ya, di coba. Kalau tidak, bagaimana kita tahu ini akan muat atau tidak di sana" Alfaro menunjuk milik nya kemudian menunjuk milik Simi.


Simi terlihat tertegun memikirkan apa yang di katakan Alfaro barusan, dan dalam hati nya dia membenarkan apa yang dikatakan suami nya itu.


" Baiklah, tapi pelan - pelan oke" putus Simi pada akhir nya dan Alfaro pun tersenyum penuh kemenangan.


Tak menunggu lama Alfaro pun dengan semangat empat lima nya langsung mengarahkan milik nya pada milik Simi.


" Tunggu - tunggu!" ucap Simi menghentikan apa yang sedang Alfaro lakukan. Belum juga milik nya bersentuhan dengan milik Simi, kini harus kembali terhenti membuat Alfaro menatap Simi malas. " Baiklah lanjutkan!" Simi nyengir kuda saat di tatap seperti itu oleh suami nya.


Alfaro kembali mengarahkan pusaka nya dan kini sudah mulai bersentuhan. Alfaro baru akan menggesekan nya agar bisa masuk, namun suara Simi kembali menghentikan nya.


" Ingat om! Pelan - pelan!" Simi dengan suara cempreng nya.


" Ish, kau ini cerewet sekali!" Alfaro menaikan kembali tubuh nya sehingga wajah nya kembali berdekatan dengan wajah Simi.


" Aku kan tak_" Simi hendak kembali protes namun kalah cepat dengan bibir Alfaro yang membungkam nya. Ke dua lidah itu kembali berbelit dan membuat Simi terbuai dengan permainan mereka, Alfaro pun tidak tinggal diam dan memanfaatkan momen itu untuk menerobos gawang milik Simi.


Alfaro kembali menggesekan milik nya dan menggerakan pinggul nya beberapa kali untuk memasuki lubang kenik matan milik sang istri, walaupun awal nya sangat sulit namun dengan beberapa kali hentakkan akhir nya pertahanan gawang milik Simi terbobol juga oleh anakonda milik Alfaro.


Simi yang merasakan ada yang robek di bawah sana tampak meringis dan sempat mengeluarkan air mata nya menahan rasa sakit dan perih di bagian bawah nya, namun lama kelamaan rasa sakit itu berganti menjadi rasa nik mat dengan sensasi yang tak bisa di gambarkan oleh kata - kata yang baru pertama kali ke dua nya rasakan.


Suara de sahan dan era ngan terdengar memenuhi seluruh ruangan kamar Alfaro yang luas itu. Dinding kamar dan perabotan di sana seolah menjadi saksi bisu di kala ke dua insan itu saling berbagi peluh dan kenik matan yang tiada tara.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2