
"Ish, mana ada tante - tante imut seperti aku ini, asal uncle tahu ya, tadi saja saat di kafe banyak pria yang mengagumi ku, bahkan ingin berkenalan denganku. Kata nya aku cantik" Yemi terkikik geli saat mengatakan nya.
" Mungkin mata mereka sedang sakit saat mengatakan kamu cantik" Kenzi berkata enteng.
" Uncle nyebelin" Yemi mengerucutkan bibir nya seraya mengambil paper bag yang tadi dia letakan di atas sofa dan masuk kedalam kamar nya sambil menghentakkan kaki nya dengan keras saat memasuki kamar nya. Tak lupa Yemi pun menutup pintu kamar nya dengan sangat keras sebagai aksi protes nya terhadap Kenzi.
Kenzi sudah terbiasa dengan sikap Yemi yang seperti itu karena memang itu kebiasaan Yemi bila sedang merasa kesal terhadap nya.
" Penampilan nya saja yang terlihat dewasa, tapi kelakuan nya masih saja seperti anak kecil" gumam Kenzi dengan nada mencibir.
" Tapi aku tidak bisa membiarkan dia bepergian dengan penampilan nya seperti itu, bisa - bisa banyak pria yang mendekati nya. Aku tidak akan membiarkan nya!" Kenzi tidak rela bila banyak pria yang menyukai dan mendekati Yemi
Kenzi pun tak lama langsung memasuki kamar nya karena hari pun sudah malam, lagi pula Kenzi merasa lelah setelah seharian berkutat dengan pekerjaan nya di kantor.
Kenzi juga harus menetralisir perasaan aneh yang ada pada diri nya saat melihat Yemi dengan penampilan nya yang seperti itu.
Beberapa jam telah berlalu, namun Kenzi tidak bisa memejamkan mata nya sama sekali, selama beberapa jam ini hanya Yemi yang selalu berputar dalam kepala nya.
" Apa benar aku telah jatuh cinta pada nya ya, pada anak kecil itu?" Kenzi tersenyum sendiri membayangkan wajah Yemi yang selalu penuh eksfresi. " Apa tidak apa - apa aku mencintai nya? Aih, apa yang aku fikirkan" Kenzi pun memutuskan untuk menutup mata nya saja, mungkin lama ke lamaan diri nya pasti akan terlelap juga.
__ADS_1
Dan benar saja tak lama Kenzi pun akhir nya tertidur juga dan mulai masuk ke dalam mimpi.
Sementara di kamar Yemi, Yemi tampak bergulang - guling sendiri di atas tempat tidur nya. Dia masih memikirkan apa yang dikatakan Kenzi pada nya tadi. " Apa tadi dia bilang? Enak saja dia bilang aku seperti tante - tante" Yemi menggerutu kesal seraya sesekali memukul - mukul boneka beruang yang selalu menemani tidur nya.
Boneka beruang berwarna coklat berukuran sedang dengan memegang sebuah hati berwarna merah, boneka itu adalah hadiah ulang tahun yang di berikan Kenzi di sweet seven ten nya kemarin.
" Apa dia sudah tidur ya sekarang?" Yemi berniat untuk melihat uncle Ken nya di dalam kamar nya.
Yemi pun bangun dari posisi tidur nya dan langsung turun dari tempat tidur nya. Tak menunggu lama Yemi pun langsung melangkahkan kaki nya keluar dari kamar nya menuju kamar Kenzi.
Dengan sangat pelan Yemi membuka pintu kamar Kenzi dengan sangat hati - hati supaya tidak membangunkan Kenzi yang baru saja terlelap.
" Ish, kenapa dia sangat tampan? Bahkan saat dia tertidur" Yemi menatap penuh kekaguman melihat wajah Kenzi yang sedang tertidur lelap
Lumayan lama Yemi dalam posisi itu, menatap wajah Kenzi dengan penuh kagum, entah kenapa kini mata nya tertuju pada bibir Kenzi yang terlihat sangat menggoda di mata nya.
" Apa tidak apa - apa ya, kalau aku mencium nya. Sebentar saja" gumam Yemi seraya mendekatkan wajah nya pada wajah Kenzi , lebih tepat nya Yemi mendekatkan bibir mereka.
Tak lama bibir itu pun saling menempel, yah hanya menempel karena Yemi tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan sekarang.
__ADS_1
Setelah beberapa detik bibir itu saling menempel, Yemi bermaksud untuk melepaskan nya namun tak di sangka tangan Kenzi menekan tengkuk Yemi dan memperdalam ciuaman di antara mereka, Yemi hanya bisa membelalakan mata nya saat lidah Kenzi dengan lincah ******* bibir nya yang masih tertutup rapat. " A apa ini?" batin Yemi menikmati setiap perlakuan dari Kenzi dan mulai membuka sedikit mulut nya agar lidah Kenzi bisa berbuat lebih leluasa lagi mengabsen setiap rongga yang ada dalam mulut nya.
Lama bibir itu saling bertaut satu sama lain nya sampai tangan Kenzi yang memegang tengkuk Yemi mengendur dan Yemi pun segera pergi dengan hati yang berdebar sangat kencang meninggalkan kamar uncle Ken nya itu.
Kenzi yang terusik saat Yemi menaiki tempat tidur nya terbangun kembali dari tidur nya yang baru beberapa menit saja. Kenzi awal nya sangat terkejut saat menyadari kedatangan Yemi ke kamar nya apalagi saat Yemi menempelkan bibir mereka. Awal nya Kenzi berniat menghentikan nya tapi entah kenapa hasrat dalam diri nya seolah bergejolak saat kedua bibir itu bertaut. Kenzi yang sudah terbakar gairah pun pada akhir nya memutuskan untuk membalas ciuman Yemi dengan mata tertutup dan berpura - pura mengigau. " Apa yang sudah aku lakukan? Kenapa aku tidak bisa menahan nafsu ku sendiri?" Kenzi bangun dari posisi tidur nya dan tampak menjambak rambut nya sendiri. " Tapi itu sangat manis sekali" Tangan Kenzi terulur memegang bibir nya yang masih bisa merasakan manis nya bibir Yemi yang tadi dia nikmati.
" Dasar anak kecil nakal, berani nya dia menyusup ke kamar ku dan menciumku yang sedang tertidur. Untung saja aku bisa menahan diriku, kalau tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi lagi selanjut nya." Kenzi menatap adik kecil nya yang sudah terbangun semenjak Yemi menempelkan bibir mereka.
"Semoga aku bisa menahan diri ku setidak nya sampai dia lulus sekolah" Kenzi sudah memutuskan untuk tidak mau menyangkal lagi perasaan nya yang ia rasakan pada Yemi, tapi dia juga tidak akan memberi tahukan Yemi setidak nya sampai Yemi lulus sekolah beberapa bulan lagi. Dia tidak ingin konsentrasi Yemi terpecah dan membuat dia tidak bisa mengerjakam tugas - tugas sekolah nya dengan baik.
Sementara di kamar yang ada di sebelah kamar Kenzi yang tak lain adalah kamar Yemi. Tampak Yemi sedang memegang dada nya yang sedari tadi berdetak dengan kencang sesaat setelah dia mencium uncle Ken nya.
" Apa itu tadi? Oh god, apa itu yadi yang nama nya berciuman?" Tangan Yemi yang satu nya memegang bibir nya yang masih bisa merasakan ******* dari bibir Kenzi tadi.
" Oh, uncle kamu membuat ku gila" Yemi menjatuhkan tubuh nya sendiri di atas tempat tidur nya.
" Tapi tadi apakah uncle bermimpi sedang berciuman dengan seorang wanita ya, sehingga dia membalas ciuman dari ku?" Yemi bergumam dengan wajah yang menjadi sendu.
Yemi sadar diri akan sikap Kenzi pada nya yang selalu memperlakukan nya seperti anak kecil dan tak pernah melihat nya sebagai seorang wanita. Bagaimana pun Yemi ingin di perlakukan sebagai seorang wanita apalagi sekarang mereka sudah sah sebagai pasangan suami istri , tapi apa yang dia dapatkan bahkan mereka tidur di kamar yang terpisah
__ADS_1
Yemi fikir kalau seperti ini terus Yemi semakin sulit untuk mendapatkan hati uncle nya itu.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏