
Akhir nya pada malam itu Simi ikut ke apartemen milik Alfaro. Alfaro sebenar nya sangat kesal dan tidak ingin gadis gila itu datang ke apartemen nya, tapi Alfaro juga tidak mungkin membiarkan seorang gadis sendirian di luar sana pada malam hari seperti ini sehingga mau tidak mau Alfaro mengajak Simi ke apartemen nya itu.
" Tunggu disini! Aku mau mandi dulu!" Alfaro menyuruh Simi untuk duduk diam di atas dofa ruang tamu apartemen nya.
" Baiklah!" Simi pun duduk di kursi sofa itu sambil mata nya asyik menyapu keseluruh ruangan melihat - lihat keadaan apartemen milik om - om yang dia ikuti itu. Apartemen yang lumayan besar dan juga rapi walau hanya di tempati oleh dia sendirian saja.
Alfaro pun langsung masuk ke kamar nya untuk membersihkan diri nya terlebih dahulu karena rasanya badan nya saat ini sudah sangat lengket dengan keringat dan debu yang beterbangan di taman hiburan tadi.
Setengah jam telah berlalu dan Alfaro pun tampak sudah segar dengan pakaian rumahan yang dia kenakan membuat Simi terpesona saat melihat penampilan Afaro saat ini yang terlihat tampan dan gagah.
" Lap air liur mu itu!" Alfaro melemparkan handuk kecil yang dia sampirkan di atas pundak nya pada Simi yang terlihat melihat nya dengan tatapan terpesona dan tak berkedip.
" Ish, dasar om menyebalkan!" Simi memberengut kesal dengan wajah yang sudah memerah karena malu karena ketahuan sudah melihat Alfa sampai segitu nya.
"Sana mandi dulu, aku tidak mau semua kuman yang ada di tubuh mu menyebar di apartemenku!" Alfaro berkata dengan ketus.
" Ish, aku memang mau mandi karena aku juga sudah merasa gerah. Tapi kalau kuman, sorry ya, aku gak punya tuh!" Simi melengos begitu saja menuju kamar Alfaro untuk membersihkan diri nya di kamar mandi yang ada di sana.
Alfaro menggeleng - gelengkan kepala nya melihat gadis itu yang menghilang di balik tembok.
Satu jam telah berlalu dan Simi belum keluar juga dari kamar Alfaro membuat Alfaro menjadi agak khawatir dan memutuskan untuk menyusul nya saja ke dalam kamar nya.
Alfaro membuka pintu nya tanpa mengetuk terlebih dahulu sehingga membuat Simi yang sedang berpakaian merasa kaget dengan kehadiran Alfaro di sana.
__ADS_1
" Aaaah" Simi berteriak dengan suara yang sangat kerasa saat Afaro membuka pintu nya seraya menutup bagian tubuh nya yang belum tertutupi. Untung saja hanya tinggal beberapa kancing bagian atas nya saja yang belum sempat di kaitkan oleh Simi. " Kenapa om masuk ke sini?" Simi masih memegang baju bagian atas nya.
Alfaro tampak tertegun sesaat saat melihat penampilan Simi saat ini yang terlihat segar dan juga seksi dengan apa yang sedang dia kenakan, kemeja kebesaran yang menutupi bagian tubuh nya sampai atas lutut nya membuat penampilan Simi terlihat sempurna.
" Kamu tanya kenapa? Tentu saja karena ini kamar ku dan aku ingin segera tidur, kamu mandi atau tenggelam lama banget" ucap Alfaro ketus tanpa menghiraukan teriakan Simi.
" Kalau tenggelam ya mati dong om, dan yang di sini ini hantu nya" Simi memutar bola mata nya malas seraya membalikan tubuh nya untuk melanjutkan kegiatan nya mengancingkan kancing baju yang tersisa.
" Aku tidak peduli, kamu keluar! Aku ingin tidur" Alfaro hendak melangkahkan kaki nya ke arah tempat tidur nya, namun tidak jadi saat mengingat sesuatu hal yang ganjal pada diri Simi saat ini. " Tunggu - tunggu, apa itu kemejaku?" Alfaro melihat kemeja berwarna putih yang melekat pada tubuh mungil Simi dengan tatapan terkejut nya.
" I iya, aku pinjam ya om" Simi nyengir kuda saat dia sudah selesai mengancingkan semua kancing baju nya tadi.
" Tidak bisa, aku tidak suka ada orang yang menyentuh barang - barang pribadi ku. Aku tidak mau tahu kamu harus lepaskan kemeja ku itu" Alfaro berjalan cepat ke arah Simi dan bersiap untuk membuka baju yang di kenakan oleh Simi.
" Tentu saja melepaskan kemejaku" Alfaro masih berusaha menarik kemeja nya.
" Dan membuatku telan jang di depan mu, begitu?" Simi meninggikan suara nya membuat Alfaro terdiam dan langsung membalikan tubuh nya dengan salah tingkah.
" Aish, Alfaro apa yang kamu lakukan? Apa kebodohan bos Kenzi kini menular pada mu, bisa - bisa nya kamu ingin menelan jangi gadis gila itu" batin Alfaro merutuki kebodohan nya sendiri.
" Aku tidak punya baju lagi, jadi aku mohon beri pinjam ini pada ku sampai besok ya, please!" Simi menatap Alfaro dengan tatapan memohon nya.
" Baiklah, tapi hanya kali ini saja" putus Alfaro pada akhir nya. " Sekarang katakan! Siapa kamu sebenar nya, keluarga mu di mana dan kenapa tadi seperti nya kamu seperti orang yang sedang di kejar oleh seseorang?" Alfaro menatap Simi dengan tatapan menyelidik.
__ADS_1
" Om menyadari nya?" Wajah Simi tampak terkejut.
" Tentu saja, sekarang katakan!" Alfaro pun berjalan menuju tempat tidur nya dan mendudukan diri nya di tepi nya.
" Boleh aku duduk dulu?" Simi pun menampilkan senyum manis nya membuat Alfaro sempat terpesona dengan hal itu, namun Alfaro buru - buru menepis nya dan langsung menganggukan kepala nya menyetujui permintaan Simi pada nya.
" Terima kasih" Simi pun buru - buru duduk di samping Alfaro. " Nah tadi tuh aku lagi di kejar sama kekasih ku, dan aku tidak mau bertemu dengan nya lagi. Begitu om" raut wajah Simi berubah sendu.
" Why? Kenapa kamu lari dari kekasih mu? Apa kamu membuat ulah yang membuat malu kekasih mu itu?" Alfaro mengangkat sebelah alis nya.
" Ish, enak saja. Justru dia yang berulah" Simi mengerucutkan bibir nya. " Om tahu? Hari ini aku baru tahu kalau ternyata kekasih ku itu berselingkuh dengan sahabat ku, dan om tahu hari ini aku melihat mereka berciuman di depan mata ku. Om bisa merasakan bagaimana hancur nya perasaan ku kan om?" Simi bercerita sambil menunjukan wajah menangis nya tapi tanpa air mata untuk mendramatisir cerita nya. " Mentang - mentang aku tidak pernah membiarkan nya mencium ku, aku kan hanya ingin menjaga diriku saja sampai kami menikah ya om. Apa aku salah ya, hiks hiks?" Simi semakin mendramatisir.
" Lalu kenapa kamu malah kabur dan bukan nya pulang ke rumah mu?" Alfaro mengerutkan kening nya.
" Itu karena kalau aku pulang, pasti dia sudah menunggu ku di sana dan dia pasti sudah membuat alasan pada keluargaku, karena seperti itu lah dia kalau membuat kesalahan. Pasti dia akan membuat alasan dan meminta ayah ku mendamaikan kami kembali, apa lagi satu bulan lagi kami akan menikah. Aku tidak mau menikah dengan dia, amit - amit deh" Simi brigidig ngeri membayang kan pernikahan nya sendiri.
" Kalau kamu tidak mau menikah tinggal bilang saja, lagi pula kenapa kamu mau berpacaran dengan pacar mu itu. Dasar bodoh!" Alfaro berkata dengan nada cibiran.
" Ish, om memang benar. Aku memang bodoh" Simi kembali berakting menangis. " Bisa - bisa nya aku di bodohi oleh dia selama tiga tahun" Simi masih dengan drama nya.
" Aku sudah tahu kamu bodoh, tidak perlu kau sebutkan lagi. Cepat sana kau tidur, ini bantal nya dan selimut untuk mu. Kamu bisa tidur di sofa ruang tamu sana!" Alfaro memberikan bantal dan selimut kepada Simi dan langsung merebahkan tubuh nya yang lelah di atas tempat tidur nya dan menutup mata nya.
" Dasar om menyebalkan!" Gumam Simi seraya keluar dari kamar Alfaro untuk tidur di atas sofa. " Kalau dalam drakor kan aturan nya cewek yang tidur di atas kasur dan cowok yang ngalah, tapi kenapa ini malah sebalik nya sih?" Simi terus menggerutu kesal di sepanjang perjalanan nya menuju ke ruang tamu.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏