Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 27


__ADS_3

" Yah seperti itu, itu enak sekali Yemi" Kenzi berkata sambil men desah nik mat merasakan sesuatu yang sedang dilakukan Yemi pada nya


" Uncle apakah ini sudah cukup" Yemi mencebik kesal pada uncle Ken nya itu seraya diri nya sibuk melakukan apa yang di perintahkan oleh pria yang bersetatus sebagai suami nya itu.


" Tentu saja belum, cepat teruskan!" Kenzi membuka sebentar mata nya saat Yemi menghentikan gerakan nya. " Yah seperti itu, lakukan dengan agak kuat" Kenzi kembali memejamkan mata nya untuk menikmati semua yang di lakukan ileh Yemi.


" Ish, ini sudah kuat uncle" Yemi mendengus kesal " apa tidak bisa kita menghentikan nya sekarang saja?" Yemi betkata dengan nada memohon seraya tangan nya yang terus bergerak dengan lincah memijat pundak Kenzi yang sedang tengkurap di atas tempat tidur nya dengan Yemi yang duduk di sebelah nya.


Yemi harus menerima hukuman dari uncle nya itu karena telah melemparkan sendok nya ke wajah Kenzi sehingga menimbulkan bekas kemerahan di sana. Dan di sini lah Yemi sekarang, sudah satu jam sejak Yemi menjalankan hukuman nya dan Kenzi belum mengizinkan Yemi untuk beristirahat.


" Begitu kamu bilang kuat, kamu tahu aku bahkan merasa kau sedang membelaiku dan bukan memijat ku" Kenzi berkata dengan nada mengejek nya.


" Ish, uncle aku sudah lelah! Ini sudah satu jam uncle" Yemi merengek manja pada Kenzi yang ada di hadapan nya namun yang di ajak bicara malah acuh saja seolah tidak perduli.


" Aku tidak perduli, kamu harus bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan pada uncle.Apa kamu tidak melihat ini?" Kenzi menunjuk kening nya yang agak merah karena terkena lemparan sendok dari Yemi.


" Ish, aku kan sudah bilang aku tidak sengaja" Yemi mencebikan bibir nya. " Lagi pula itu pantas di dapatkan oleh uncle karena telah membuatku sangat kesal" batin Yemi menatap kesal pada pria yang ada di hadapan nya.

__ADS_1


Kamu harus memijat uncle sampai uncle tertidur oke!" Kenzi berbicara enteng membuat Yemi membulatkan bola mata nya.


" Ish, uncle kejam, uncle menyebalkan" Yemi berteriak kesal seraya tangan nya memijat Kenzi dengan sangat kencang untuk meluapakan kekesalan nya. Kenzi tampak mengangkat sudut bibir nya melihat Yemi yang kesal seperti itu. Entah kenapa Kenzi sangat suka melihat gadis yang kini menjadi istri sah nya itu terlihat kesal. Seperti ada hiburan tersendiri bagi diri nya saat melihat nya.


Tiga puluh menit telah berlalu, Yemi yang sudah merasa lelah karena sejak tadi memijat bahu Kenzi akhir nya menumbangkan tubuh nya di sisi Kenzi yang sudah terlelap beberapa menit yang lalu seraya menikmati pijatan yang di lakukan Yemi pada nya.


" Lelah nya!" Yemi meregangkan otot - otot tangan nya yang sudah sangat kelelahan karena harus memijat suami nya itu selama satu setengah jam. " Ish, dasar uncle Ken menyebalkan! Untung saja tampan, kalau tidak aku tidak sudi melakukan nya" Yemi mendengus kesal seraya menatap wajah Kenzi yang sudah tertidur lelap di samping nya.


" Aih, bagaimana aku tidak tergila - gila dengan uncle? Lihatlah wajah ini, sangat sempurna" Yemi bergumam sendiri seraya tersenyum dan salah tingkah sendiri melihat wajah Kenzi yang terlelap. " Lihatlah alis ini, mata , hidung, bibir semua tampak sempurna. Aih, seandai nya uncle juga mencintai ku, aku pasti akan menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini" Yemi terus saja bergumam sendiri sampai akhir nya diri nya pun ikut terlelap ke dalam mimpi masih dalam posisi yang sama dan tempat yang sama yaitu di samping Kenzi.


Waktu menunjukan pukul 2 dini hari saat Kenzi terbangun dari tidur nya. Dia merasakan ada sesuatu yang berat telah menindih bagian perut nya.


Dan betapa terkejut nya Kenzi saat melihat kaki putih mulus seseorang kini membelit sempurna pada tubuh bagian perut Kenzi. Bukan hanya itu saja, tangan yang terlihat sama mulus nya juga terlihat membelit bagian dada nya dan jangan lupakan wajah cantik seorang gadis kini sedang menyusup sempurna pada ceruk leher nya membuat seluruh tubuh Kenzi meremang seketika


" Kaki siapa ini, apa ini kaki Yemi? Oh God berarti semalam dia juga tertidur di sini" Kenzi terpekik pelan ." Dan apa lagi ini, tangan? Oh God dan ini wajah nya kenapa ada disini?" Kenzi melirik wajah Yemi yang masih setia dalam posisi uenak nya.


Yemi yang tadi merasa sangat gerah terbangun dari tidur nya tanpa mengingat tempat dimana dia tertidur. Yemi menanggalkan hodie yang tadi dia pakai dan menyisakan tanktop yang cukup ketat pada tubuh nya membuat sesuatu yang selalu membuat Kenzi ingin menyentuh nya pun kembali menyembul ke permukaan dan itu semakin membuat perasaan Kenzi menjadi tidak menentu. Apa lagi saat Yemi dengan tanpa sadar menggesekan tubuh nya yang kini menempel pada tubuh Kenzi membuat secara otomatis benda kenyal itu pun menempel pada bagian lengan Kenzi.

__ADS_1


Sejenak Kenzi terdiam mematung dengan posisi nya yang seperti itu. " Oh ****" umpat Kenzi dalam hati saat sesuatu di bawah sana telah terbangun dari tidur nya.


Kenzi memilih untuk memejamkan mata nya tapi tidak bisa, entahlah bagaimana pun Kenzi berusaha tetap akan sulit untuk Kenzi melakukan nya saat ini.


Akhir nya pada malam itu Kenzi menghabiskan waktu yang tersisa dengan mata yang terbuka lebar dan baru kembali terlelap setelah hampir pagi hari.


Yemi yang baru saja terbangun dari tidur nya tampak terbelalak kaget saat menyadari dimana dia saat ini. " Oh God , aku lupa kalau tadi malam aku ketiduran di kamar uncle" Yemi terpekik dalam hati.


" Aish, Yemi kau cari mati! Bisa - bisa nya kamu tidur dengan posisi yang seperti ini" Yemi melihat pesisi tidur nya sekarang yang sedang membelit tubuh Kenzi dengan tubuh nya.


Yemi buru - buru bangkit dari posisi tidur nya yang sekarang dan meninggalkan Kenzi yang masih terlelap dalam tidur nya.


" Lebih baik aku cari aman saja" Yemi bergumam sendiri seraya menutup pelan pintu kamar Kenzi dan berlalu ke kamar nya sendiri untuk segera bersiap pergi ke sekolah.


Tanpa Yemi sadari sebenar nya Kenzi sudah bangun sesaat setelah Yemi melepaskan pelukan nya pada tubuh Kenzi.


" Dasar anak kecil!" Kenzi terduduk di atas tempat tidur nya seraya menggeleng - gelengkan kepala nya setelah Yemi menutup pintu kamar Kenzi.

__ADS_1


Tak lama Kenzi pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya dan bersiap untuk menyiapkan sarapan sebelum berangkat bekerja.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2