Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 84


__ADS_3

Alfaro kini menatap tajam pada gadis yang ada di hadapan nya, gadis yang baru ia kenal beberapa jam yang lalu dan yang baru dia ketahui bernama Simi.


Yemi dan yang lain nya sudah pulang beberapa menit yang lalu setelah mereka mengobrolkan beberapa hal dengan Simi sedangkan Alfaro yang akan pulang juga harus tertahan karena gadis itu terus mengikuti nya walau Alfaro sudah menyuruh nya untuk pergi.


" Apa maksud mu mengatakan kalau kamu calon istri ku? Dan kenapa kamu terus mengikutiku ha?" Alfaro berkata dengan nada tinggi dan wajah yang terlihat frustasi.


" Aku ingin ikut pulang bersama dengam om karena jujur saja aku tidak tahu harus pergi kemana saat ini" Simi menunjukan wajah sendu nya.


" Ish, bagaimana bisa ada seorang gadis gila seperti mu di dunia ini? Bagaimana bisa gadis seperti mu malah ingin ikut dengan pria asing yang baru kamu temui seperti ku, apa kamu tidak takut kalau aku akan melakukan hal yang macam - macam pada mu?" Alfaro mendengus kesal.


" Aku percaya om tak akan melakukan apa - apa pada ku" ucap Simi dengan percaya diri.


" Benarkah? Kenapa kamu bisa sangat yakin hem?" Alfaro berjalan mendekati Simi dengan tatapan yang sulit untuk di artikan dengan seringai di wajah nya. " Aku bukan pria sebaik itu asal kau tahu" Alfaro semakin mendekatkan tubuh nya pada Simi, Simi yang saat ini sedang bersandar pada mobil milik Alfaro pun tidak bisa menghindari nya sehingga tubuh nya kini terhimpit oleh tubuh Alfaro.


" Bagaimana ini, apa yang akan dia lakukan pada ku? Apa dia akan menciumku?" Batin Simi dengan detak jantung yang berdetak sangat kencang saat melihat wajah Alfaro semakin dekat dengan wajah nya. " Aish, apa ciuman pertama ku akan di ambil oleh om ini?" Simi sudah sangat gugup dan ketakutan sampai dia memejamkan ke dua mata nya saat wajah Alfaro dan wajah nya sudah semakin mendekat.


" Coba lihat gadis gila ini, dia malah memejamkan mata nya! Dan kenapa bibir nya seperti itu?" Batin Alfaro mengulum senyum di bibir nya saat melihat gadis yang ada di hadapan nya malah menutup mata nya dan memonyongkan bibir nya saat di dekati oleh diri nya.


" Eh, apa dia tidak jadi menciumku?" Batin Simi dengan mata yang masih tertutup. " Ish, kenapa lama sekali? Kenapa bibir nya tidak sampai - sampai pada bibir ku?" Simi mengerutkan kening nya masih dalam posisi yang sama.


Pletak


Bukan nya ciuman yang Simi dapatkan, melainkan sebuah jitakan pada kening nya.

__ADS_1


" Aw, kenapa om menjitak keningku, sakit tahu?" Simi memberengut kesal seraya mengusap kening nya yang terasa panas karena jitakan dari tangan Alfaro barusan.


" Siapa suruh kecil - kecil sudah berfikiran mesum" ucap Alfaro enteng.


" Ish, siapa yang berfikir mesum coba?"


" Tentu saja kamu, sekarang apa yang kamu fikirkan tadi sampai - sampai kamu memejamkan mata mu sambil memonyongkan bibir mu, dasar aneh!" Alfaro berkata dengan nada mengejek nya.


" Itu aku" Simi tidak tahu harus berkata apa lagi karena perkataan Alfaro barusan memang benar ada nya.


" Cepat minggir! Aku mau pulang dan beristirahat, rasa nya hari ini aku sangat lelah" Alfaro membuka pintu mobil nya dan masuk di kursi kemudi dan Simi pun mengikuti Alfaro dan duduk di samping nya.


" Kenapa kamu ikut masuk ha? Cepat keluar!" Alfaro memutar bola mata nya malas.


" Terserah kamu saja, aku sudah lelah. Ingat kalau kau ingin ikut dengan ku, kamu harus menurut pada ku!" Putus Alfaro pada akhir nya karena dia sudah merasa sangat lelah hari ini dan ingin segera mengistirahatkan tubuh an fikiran nya.


Bisa kalian bayangkan bagaimana lelah nya tubuh dan fikiran Alfaro pada saat ini, tadi sore sampai malam dia harus menemani dan mengikuti keinginan Yemi atas perintah bos nya Kenzi, dan setelah itu Alfaro malah semakin di buat pusing oleh gadis gila yang mengikuti nya sedari tadi padahal dia baru saja mengenal nya.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Sementara di tempat lain, lebih tepat nya di kafe milik Dika. Terlihat seorang gadis yang sedang menunggu ojol yang di pesan nya di depan kafe yang sudah tampak sepi karena hari sudah mulai larut malam.


" Kamu masih belum pulang Liv?" Dika yang baru saja keluar dari dalam kafe nya terlihat heran melihat salah satu karyawan nya masih ada di depan kafe nya padahal jam kerja nya sudah selesai sejak tiga puluh menit yang lalu.

__ADS_1


Ya, Dika yang memang pemilik kafe selalu keluar paling akhir untuk memeriksa pembukuan hari ini.


" Aku sedang menunggu ojol kak" jawab Oliv


Ya, semua karyawan Dika yang umur nya masih muda memanggil nya dengan sebutan kakak sedangkan yang umur nya lebih dewasa dari Dika memanggil nya nama saja karena Dika tidak mau di panggil bos apa lagi pak oleh karyawan nya, dia merasa tidak enak di panggil seperti itu. Oliv adalah karyawan magang yang bekerja paruh waktu di kafe milik Dika karena dia baru naik ke kelas dua belas tahun ini dan itu berarti dia lebih muda satu tahun dari Dika, Yemi dan Mia. Oliv baru bekerja di sana selama beberapa hari Oliv masuk di hari yang sama dengan waktu masuk nya Mia pada waktu itu


Kalau hari sekolah Oliv akan datang ke kafe setelah pulang sekolah sampai jam tutup kafe sedangkan kalau hari libur seperti sekarang dia akan masuk dari pagi. Olive memang terlahir dari keluarga sederhana sehingga mengharuskan diri nya untuk bekerja membantu ke dua orang tua nya untuk memenuhi kebutuhan nya sehari - hari. Maka dari itu Dika mempekerjakan nya walau diri nya masih sekolah saat ini.


" Di sini sudah sangat sepi, lebih baik kamu aku antarkan saja bagaimana? Lagi pula sudah tiga puluh menit berlalu, kamu cek lagi ponsel kamu jangan - jangan ojol yang kamu pesan membatalkan pesanan mu" Dika tidak mungkin membiarkan seorang gadis sendirian di malam yang sudah larut seperti ini.


" Ya Tuhan, kak Dika benar!" Olive tampak terkejut saat melihat ponsel nya dan ternyata memang benar driver ojol yang di pesan oleh Olive membatalkan pesanan nya.


" Benarkan? Lebih baik sekarang kamu ikut aku, biar aku yang mengantar mu pulang!" Dika pun pergi menghampiri mobil nya yang ia parkir di parkiran yang tak jauh dari tempat nya berdiri saat itu dan Olive pun dengan perasaan tidak enak mengikuti Dika dari belakang karena jujur saja dia juga takut sendirian dia sana.


" Apa benar tidak apa - apa kak kalau kakak mengantarkan saya pulang?" Oliv berjalan tergesa - gesa menyamai langkah Dika yang cukup lebar.


" Tidak apa - apa, kamu hanya perlu memberi tahukan alamat mu saja karena aku tidak tahu alamat rumah mu!" Dika terkekeh saat mengatakan nya seraya tangan nya membuka kunci mobil milik nya karena mereka sudah berada di dekat mobil milik Dika. " Ayo masuk!" Dika pun membuka pintu mobil milik nya agar Olive dapat masuk ke dalam mobil nya.


" Terima kasih kak, padahal aku bisa membuka nya sendiri" Oliv tampak kembali merasa tidak enak.


" Sama - sama" Dika tersenyum manis sebelum dia ikut masuk ke dalam mobil milik nya.


Tak menunggu lama mobil Dika pun melaju membelah jalanan ibu kota menuju ke rumah Oliv dan setelah nya baru ke rumah nya.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2