
" Katakan, apa kamu sudah punya ide?" Yemi tampak bertanya dengan wajah yang antusias menatap pada Mia yang masih belum menghabiskan makanan nya. Kini kedua nya sedang duduk di bangku kantin. Tadi mereka duduk bertiga dengan Dika, tapi karena Dika tadi datang duluan ke kantin, jadi Dika sudah selesai makan dan sekarang dia harus menghadiri rapat OSIS karena Dika adalah salah satu anggota nya.
" Kamu gak lihat apa? Aku kan belum selesai makan" Mia menyuapkan kembali siomay yang sedang dia makan.
" Lama" Yemi mendengus kesal seraya melipat ke dua tangan nya di depan dada nya.
" Elo yang gak sabaran, siapa suruh tadi cuma pesen minum dan roti doang" Ya, tadi Yemi hanya memesan minuman dan satu bungkus roti saja untuk mengganjal perut nya karena kata nya dia tidak selera makan saat ini.
Setelah beberapa waktu, akhir nya Mia menyelesaikan makan nya dan Yemi sudah tampak menatap nya dengan wajah yang berbinar menunggu Mia memberikan ide nya pada Yemi membuat Mia jadi ngeri sendiri melihat tatapan Yemi yang seperti itu.
" Kamu mau tahu apa ide ku?" Mia akhir nya memulai berbicara membuat Yemi semakin berbinar menatap sahabat nya itu.
" Pertama, ambil ponselmu" Yemi bingung dengan apa yang di katakan sahabat nya itu, tapi dia menurut juga. Tangan nya bergerak mengambil ponsel dari dalam saku baju nya.
" Lalu?" Yemi bertanya kembali setelah memegang ponsel di tangan nya.
" Kedua, kamu buka mbah google dalam ponselmu!" Mia kembali memberikan instruksi nya. Yemi menurut walau dengan dahi yang mengerut dalam
" Ketiga, kamu ketik di kolom pencarian. Cara menaklukan pria dewasa. Beres deh, kamu tinggal pilih cara yang menurut kamu bisa efektif untuk di lakukan!" Mia berkata enteng seraya melipat kedua tangan nya dengan senyum yang mengembang di bibir nya.
" Ini gue yang bego atau lo yang terlalu pintar sih. Ko gue gak kepikiran dari kemarin ya?" Yemi tampak berfikir seraya menatap ponsel yang ada di tangan nya.
" Itu mah, karena gue nya aja yang terlalu jenius" Mia berkata ponggah yang mendapatkan timpukan di kepala nya oleh sampah bekas roti yang di remas oleh Yemi.
" Kalau kayak gitu, nenek - nenek juga tahu dodol" Yemi mendengus kesal.
__ADS_1
" Lah berarti lo kalah sama nenek - nenek dong. Lo kan tadi gak kepikiran" Mia tertawa terbahak - bahak sedangkan Yemi semakin mendengus kesal.
" Udah ketawa nya?" Yemi menatap malas pada sahabat nya yang masih saja menertawakan nya setelah 5 menit berlalu.
" Ekhem" Mia berdehem seraya menghentikan tawa nya " udah, sekarang kita lihat tips apa aja yang di saranin sama mbah google ini" Mia pun merapatkan tubuh nya pada tubuh Yemi agar bisa melihat dengan jelas apa saja yang tertulis dalam ponsel Yemi itu.
Mereka berdua tampak asyik membaca dan memilah setiap tips yang tercantum dalam salah satu aplikasi dalam ponsel tersebut dengan serius dan sesekali tertawa membayangkan bila Yemi mempraktekan nya.
" Jadi, menurut lo apa yang harus gue lakukan pertama kali?" Yemi meminta pendapat pada sahabat nya.
" Eemmm" Mia tampak menelisik penampilan Yemi yang tidak pernah dandan dan tampil apa ada nya malah terkesan sedikit tomboy jauh dari kesan wanita dewasa yang biasa berada di sekitar Kenzi. " Kita akan merubah penampilan mu seperti wanita dewasa pada umum nya. Lihatlah penampilan mu saat ini! Ck ck ck" Mia melihat penampilan Yemi seraya berdecak
" Kenapa dengan penampilanku huh, selama ini aku berpenampilan seperti ini tidak ada yang protes" Yemi ikut memperhatikan penampilan nya.
" Ish , itu kan dulu saat kamu belum mau menarik perhatian uncle Kenzi. Sekarang kan berbeda" Mia memutar bola mata nya malas.
" Tentu saja di mulai dengan " Mia menatap Yemi penuh arti
" Shoping" teriak mereka bersamaan dengan perasaan yang bahagia.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Sementara di tempat lain, tepat nya di perusahaan milik Kenzi tampak Kenzi yang tidak bisa berkonsentrasi bekerja karena memikirkan beberapa kejadian dua minggu ini selama dia tinggal bersama Yemi dengan status mereka sebagai suami istri.
Kenzi sering kali di buat kewalahan menghadapi tingkah ajaib dari anak kecil itu. Tidak tahu saja Kenzi kalau Yemi sudah merencanakan beberapa cara untuk membuat nya semakin pusing..😅😅
__ADS_1
Kenzi terlihat beberapa kali membuang nafas nya kasar saat mengingat beberapa kelakuan Yemi yang membuat nya hampir tidak bisa menahan lagi hasrat nya. Kenzi laki - laki yang normal, dan Yemi adalah gadis yang sangat cantik dan mempunyai tubuh yang lumayan berisi di bandingkan anak - anak seusia nya sekarang. Jujur saja Kenzi juga mempunyai perasaan aneh yang ia rasakan terhadap Yemi, namun ia selalu nenepis nya dengan alasan rasa itu tidak lain adalah rasa sayang nya terhadap adik kecil nya atau keponakan nya.
" Bos kenapa?" Alfa yang sedari tadi sedang mengurus beberapa pekerjaan bersama dengan bos nya di dalam ruangan Kenzi merasa aneh dengan bos nya itu yang sedari tadi membuang nafas kasar nya.
" Aku tidak apa - apa, lanjutkan bekerja!" Kenzi kembali memeriksa beberapa berkas yang ada di meja nya.
" Baik bos" Alfaro pun melanjutkan pekerjaan nya, walaupun merasa penasaran, tapi dia tidak berani untuk bertanya lebih jauh lagi karena takut kalau alasan nya itu akan memarahi nya. Karena Kenzi terkenal dengan sifat nya yang dingin , acuh dan tegas pada semua orang kecuali Yemi tentu nya.
" Alfa, apa kamu tahu perasaan apa yang aku rasakan saat ini?" Setelah beberapa waktu berlalu, Kenzi akhir nya memutuskan untuk membicarakan soal kegundahan hati nya.
" Apa maksud bos?" Alfaro tampak mengerutkan kening nya menatap dengan tatapan menyelidik pada bos nya yang ada di hadapan nya.
" Seperti nya otak ku sekarang sedang rusak" Kenzi menyandarkan tubuh nya seraya menatap langit - langit ruangan nya yang berwarna putih.
" Maaf, maksud nya?" Alfaro semakin di buat bingung dengan ucapan bos nya itu.
" Ish, apa kamu belum mengerti juga?" Kenzi meninggikan suara nya membuat Alfaro menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal dengan wajah yang sangat bingung.
" Ya, seperti nya kepala bos memang rusak. Dia belum mengatakan apa pun tapi aku harus mengerti, memang nya aku cenayang apa?" batin Alfaro mendengus kesal.
" Kenapa kamu diam saja?" Kenzi kembali bertanya saat tidak ada jawaban dari asisten nya.
" Maaf bos, tapi aku bingung harus menjawab apa. Sedangkan bos sendiri belum mengatakan apa pun" Alfa menjawab dengan ragu dan takut - takut.
" Benarkah? Apa aku belum mengatakan kalau isi kepala ku sekarang di penuhi oleh Yemi?" Ucap Kenzi enteng.
__ADS_1
" Itu anda baru saja mengatakan nya" batin Alfaro dengan perasaan kesal yang ia tahan. Untung dia bos nya kalau tidak, Alfaro pasti sudah melempar wajah nya dengan map yang ia pegang nya saat ini juga.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏