Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 118


__ADS_3

Satu bulan sudah Yemi dan yang lain nya kembali dari Singapura dan itu berarti tinggal beberapa minggu lagi Alfaro akan kembali ke Singapura untuk pernikahan nya dan menetap di sana bersama dengan Simi.


Hari ini Yemi yang merasa bosan berada di rumah pergi ke perusahaan milik keluarga nya untuk bertemu dengan suami nya Kenzi untuk mengusir kebosanan nya. Usia kandungan Yemi kini sudah lima bulan lebih dan perut Yemi sudah terlihat lebih besar saat ini.


" Selamat siang sayang" Yemi seperti biasa nya langsung masuk ke dalam ruangan Kenzi tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu setelah tadi dia menyapa Alfaro yang sedang berkutat dengan beberapa berkas di hadapan nya di meja kerja nya yang masih terletak di depan ruangan Kenzi.


" Siang sayang, kok kamu ke sini?" Kenzi mengerutkan kening nya menatap kedatangan istri tercinta nya.


" Kenapa, apa aku tidak boleh datang ke sini?" Yemi mengerucutkan bibir nya seraya berjalan menghampiri Kenzi yang sedang duduk manis di kursi kebesaran nya.


" Tentu saja tidak, aku hanya takut kamu kelelahan saja"


" Aku kan naik mobil, jadi gak mungkin lelah" Yemi terkekeh saat mengatakan nya dan langsung mendudukan diri nya pada pangkuan suami nya dan mengalungkan ke dua tangan nya pada leher suami nya.


" Kamu di antar pak Arman kan?" Tanya Kenzi dan di angguki oleh Yemi.


Sejak dua minggu yang lalu, Kenzi mulai mempekerjakan pak Arman sebagai supir pribadi Yemi karena mengingat kehamilan Yemi yang sudah mulai membesar dan Kenzi tidak mau mengambil resiko untuk membiarkan istri kecil nya itu bepergian sendiri.


Bahkan Kenzi dan Yemi juga sudah pindah ke rumah Yemi dan orang tua nya dulu dan meninggalkan apartemen nya agar lebih luas dan di sana juga ada pembantu yang membantu menyiapkan segala kebutuhan Yemi dan menemani nya saat Kenzi tidak ada di rumah.


" Aku bosan di rumah, dan aku merindukan mu" cicit Yemi seraya memainkan jari nya pada dada bidang Kenzi membentuk bulatan - bulatan di sana.


" Aku juga merindukan mu sayang"


Cup


Kenzi mencium sekilas bibir mungil Yemi yang selalu menjadi candu untuk nya.

__ADS_1


Yemi yang merasa ciu man dari Kenzi tidak membuat nya puas, Yemi menyambar kembali bibir suami nya yang sudah agak menjauh dari bibir nya. Yemi juga menekan tengkuk Kenzi untuk memperdalam ciu man mereka. Ya, semenjak Yemi hamil Yemi semakin buas saja terhadap Kenzi. Bila biasa nya Kenzi yang selalu memulai permainan mereka, kali ini Yemi lebih sering yang memulai nya. Mungkin itu pengaruh hormon kehamilan yang membuat gai rah nya selalu memuncak bila dekat dengan suami nya itu.


Kenzi yang mendapatkan perlakuan itu dari Yemi pun dengan senang hati menerima nya dan membalas apa yang di lakukan Yemi kepada nya. Ke dua bibir yang saling bertaut dengan dua lidah yang berperang di dalam sana tampak begitu menik mati apa yang sedang mereka lakukan saat ini. Suara dec apan dari ke dua bibir yang beradu itu terdengar memenuhi ruang kerja milik Kenzi di siang bolong di mana udara yang sudah panas semakin panas dengan permainan mereka saat ini.


Tangan Kenzi sudah menelusup ke dalam dres yang di kenakan Yemi saat ini dan memainkan benda kenyal yang selalu menjadi favorit nya membuat tubuh Yemi menggelinjang karena sentuhan - sentuhan yang di berikan oleh suami nya itu.


Namun di tengah permainan yang mulai memanas itu, tiba - tiba terdengar suara pintu yang di ketuk dengan keras.


Tok


Tok


Tok


" Sial, siapa yang berani menggangguku?" Kenzi mengumpat kesal setelah dia melepaskan pagutan di bibir mereka ketika suara ketukan di pintu ruangan nya membuat kegiatan yang sedang di lakukan oleh nya dan istri kecil nya menjadi terganggu.


" Tapi ini sangat tanggung sayang" Kenzi mengacak rambut nya frurtasi.


Tok


Tok


Tok


Pintu kembali di ketuk membuat Kenzi semakin kesal saja.


" Sudah, buka dulu pintu nya! Nanti kita bisa melanjutkan nya lagi kan" Yemi mengerlingkan mata nya.

__ADS_1


" Kamu janji ya sayang?" Kenzi menyatukam kening nya dengan kening Yemi. Yemi pun tersenyum dan mengangguk.


" Baiklah!" Kenzi pun menurunkan istri kecil nya itu dari pangkuan nya dan menarik dres yang tadi tersingkab karena ulah nya serta merapikan nya. Kenzi juga tak lupa merapikan pakaian nya yang sempat terbuka kancing bagian atas nya karena ulah Yemi.


" Masuk!" Ucap Kenzi seraya memencet tombol kunci otomatis pada pintu nya setelah dia rasa penampilan diri nya dan juga Yemi sudah terlihat rapi.


Ceklek


Pintu terbuka dari luar dan menampilkan Alfaro yang masuk dengan rasa ragu pada diri nya. Alfaro tahu persis kalau bos nya itu sudah kedatangan sang istri kecil nya pasti dia tidak mau di ganggu, tapi mau bagaimana lagi saat ini orang - orang di ruangan rapat sedang menunggu kedatangan Kenzi karena rapat akan di mulai sepuluh menit lagi.


" Maaf bos, semua nya sudah menunggu anda di ruang rapat!" Alfaro berkata dengan ragu saat melihat tatapan tajam yang di layangkan Kenzi saat ini. " Hais, ternyata benar aku datang tidak pada waktu yang tepat" batin Alfaro meringis ngeri sambil melihat Yemi yang tersenyum canggung sambil berdiri di samping Kenzi.


" Aku hampir lupa kalau sekarang ada rapat" batin Kenzi. " Baiklah, kau pergi duluan dan sebentar lagi aku akan menyusul ke sana!" Kenzi mengibaskan tangan nya mengusir Alfaro dan Alfaro pun langsung pergi dari ruangan Kenzi dengan hati yang lega.


" Untung saja aku tidak terkena omelan nya" gumam Alfaro seraya mengusap dada nya sendiri sambil melangkahkan kaki nya.


" Sayang, maafkan aku! Bisakah kamu menumgguku sebentar? Aku ada rapat penting sekarang, jadi aku harus meninggalkan mu" Kenzi mendongakan kepala nya menatap Yemi yang berdiri di samping nya sesaat setelah Alfaro menutup kembali pintu ruangan nya.


" Tidak apa - apa, aku akan menunggu mu di sini. Bukankah kalau aku lelah, aku bisa tidur di sana?" Yemi terkekeh seraya tangan nya menunjuk ruang kecil yang berada di belakang kursi Kenzi.


" Ya, istirahatlah! Jika aku sudah selesai rapat nanti, aku tidak akan memberi mu kesempatan untuk beristirahat sedikit pun" Kenzi tersenyum menggoda pada Yemi.


" Ish, kau ini!" Yemi tersipu dengan wajah yang sudah merona. " Tapi aku akan menunggu mu" Yemi pun mengerlingkan mata nya nakal pada Kenzi.


" Cih, istri siapa sih ini?" Kenzi terkekeh seraya mengacak rambut Yemi dengan gemas dan berlalu dari ruangan nya setelah melayangkan satu kecupan pada dahi Yemi.


" Tentu saja aku istri tuan Kenzi Nakamura" Yemi ikut terkekeh sambil melihat punggung Kenzi yang perlahan menghilang di balik pintu.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2