Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 116


__ADS_3

" Jadi om pertama kali bertemu dengan uncle Kenzi karena Yemi?" Simi dan Alfaro kini berada di kamar Simi, tadi setelah selesai makan malam dan puas mengobrol dengan semua nya. Alfaro dan Simi pamit duluan untuk kembali ke kamar mereka dan Alfaro mengantarkan Simi terlebih dahulu ke kamar nya. Kini Simi sedang duduk di tepi tempat tidur nya sedangkan Alfaro berdiri di hadapan nya.


" Ya, aku ingat saat itu nona Yemi menangis tersedu - sedu memanggil bos Kenzi. Dan kamu tahu, aku bisa merasakan kecemburuan dan keposesifan bos Kenzi sejak saat itu" Alfaro terkekeh saat mengatakan nya.


" Lho bukan nya kata Yemi, Yemi harus berjuang dulu untuk mendapatkan hati uncle Kenzi dan itu baru berhasil beberapa bulan setelah pernikahan mereka." Simi mengerutkan kening nya.


" Kamu tahu bos Kenzi itu terlalu besar gengsi nya, sampai - sampai dia terus menyangkal perasaan nya pada nona Yemi" Alfaro terkekeh saat mengatakan nya.


" Ish, benar - benar ya uncle Kenzi" Simi menggeleng - gelengkan kepala nya seraya ikut terkekeh. " Untung saja om tidak membutuhkan waktu sampai berbulan - bulan untuk menyadari perasaan om sendiri" Simi berkata dengan nada mengejek.


" Itu karena aku lebih pintar dari bos Kenzi" Alfaro berkata ponggah.


" Ya, aku akui! Om memang sedikit lebih pintar dari uncle Kenzi" Simi menekankan kata sedikit sambil terkekeh di akhir kalimat nya.


" Kamu tahu, aku kini sangat bersyukur dan merasa lega. Dua bulan lagi kamu akan menjadi milikku" Alfa mendekati Simi dan ikut mendudukan diri nya di samping Simi dan mengulurkan tangan nya untuk menggenggam tangan Simi. " Terima kasih karena telah menerima cinta ku, dan terima kasih karena telah mau menerimaku untuk menjadi calon imam mu" Alfaro menatap intens wajah cantik Simi yang kini sudah mulai memerah, mendapatkan perlakuan yang mendadak seperti itu dari Alfaro tentu saja membuat Simi terkesiap dengan detak jantung yang kini berdetak lebih kencang.


" Aku juga berterima kasih pada om yang mau mencintaiku dengan sungguh - sungguh, aku fikir aku tidak akan menemukan pria yang benar - benar mencintaiku" Simi tersenyum manis.


" I Love You" ucap Alfaro


" I Love You too" Simi pun memblas nya.

__ADS_1


Sejenak mata mereka saling terpaku satu sama lain nya dan secara perlahan wajah Alfaro mendekati wajah Simi sampai akhir nya ke dua bibir itu saling terpaut dengan lembut. Ini adalah ke dua kali nya mereka berci uman dan kali ini Simi sudah cukup paham dengan apa yang harus dia lakukan. Simi membuka sedikit mulut nya agar Alfaro bisa menjelajahi apa yang ada di dalam sana dengan lidah nya.


Lumayan lama ke dua lidah itu saling membelit di dalam sana dengan lembut dan perlahan ciuman yang lembut itu berubah menjadi ciu man yang semakin dalam dan semakin menuntut. Merasa diri nya tidak akan bisa menahan gai rah yang ada di dalam diri nya lagi, Alfaro pun melepaskan tautan pada bibir mereka sebelum gai rah itu semakin memuncak dan akan berakhir dengan kegiatan yang iya - iya antara mereka yang masih belum di perbolehkan untuk melakukan nya.


" Selalu manis" Alfaro mengusap lembut bibir mungil Simi dengan jari nya. " Aku rasa aku harus pergi sekarang, sebelum aku tidak bisa menahan diriku lagi untuk tidak menerkam mu sekarang" Alfaro terkekeh saat mengatakan nya.


" Ya, aku rasa juga begitu. Selamat malam" Simi pun tersenyum canggung dengan wajah yang terlihat malu - malu.


" Selamat malam" Alfaro pun berlalu dari kamar Simi setelah mengucapkan itu.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Malam ini adalah malam terakhir mereka berada di Singapura karena banyak pekerjaan yang mereka tinggalkan di Indonesia. Besok mereka akan melakukan penerbangan sore dan pagi hari nya mereka semua akan berkunjung ke mansion keluarga Alfaro dan pamit kepada mereka dan mungkin akan kembali ke sana saat pernikahan Simi dan Alfaro di selenggarakan dua bulan ke depan dan selama itu Alfaro masih akan menetap di Indonesia dan menjadi asisten Kenzi.


" Wow daebak!" Mia menatap mansion megah milik keluarga Alfaro dengan tatapan penuh takjub.


" Wiih, kak Alfa memang anak sul tan!" Wajah Yemi tak jauh dengan wajah Mia sekarang. Wajah yang terlihat takjub dengan apa yang ada di hadapan mereka saat ini.


" Ish, asisten jaman now kekayaan nya melampaui kekayaan bos nya" ucap Devan dengan nada mengejek nya seraya melirik Kenzi dengan ujung mata nya.


" Kamu jangan sirik karena aku mempunyai asisten yang kekayaan nya mengalahkan sul tan" Kenzi berkata dengan ponggah seraya melipat ke dua tangan nya di depan dada nya. Mereka baru saja sampai di depan mansion keluarga Alfaro dan baru saja turun dari mobil yang mereka naiki.

__ADS_1


" Selamat datang tuan muda, nona muda dan yang lain nya. Tuan dan nyonya besar sedang menunggu kalian di dalam!" Pria berpakaian formal yang kemarin menyambut kedatangan Simi dan Alfaro kembali menyambut kedatangan mereka.


" Terima kasih!" Simi tersenyum ramah dan di balas tak kalah ramah oleh pria itu. Pria yang tampak seumuran dengan Alfaro dengan perawakan tinggi tegap dan wajah yang tampan dan tegas.


" Darryl, cukup tersenyum nya! Jangan terlalu lama melihat wajah calon istri ku!" Alfaro menatap tajam pria yang dia panggil Darryl itu.


" Ish, om ini apa - apaan sih. Aku hanya berterima kasih pada nya karena sudah menyambut kedatangan kita" Simi mendengus kesal.


" Aku tidak suka kamu tersenyum pada pria lain termasuk dia!" Alfaro berkata tegas sambil mata yang masih menatap tajam pada Darryl.


" Apa - apaan tuan muda ini, apa dia sedang cemburu padaku?" Batin Darryl tidak percaya.


" Ish, lihatlah keposesifan kak Alfa! Sudah mengimbangi keposesifan suami ku" Yemi berkata dengan nada mengejek nya.


" Aku tidak separah dia sayang" bela Kenzi dengan nada santai nya.


" Aku tidak setuju, karena keposesifan uncle Kenzi bisa lebih lagi dari kak Alfaro . Jadi menurutku keposesifan uncle Kenzi masih tidak ada tandingan nya" Mia berkata dengan santai nya sedangkan Kenzi kini sudah menatap tajam pada nya.


" Kamu benar sayang!" Devan terkekeh seraya tangan nya merangkul pundak istri nya dengan posesif.


" Seperti dirimu tidak saja" Balas Kenzi seraya memutar bola mata nya malas.

__ADS_1


" Ish, kalian memang sama saja. Ayo cepat masuk!" Simi akhir nya mengakhiri perdebatan yang tidak penting menurut nya dan mengajak semua nya masuk ke dalam mansion mengikuti Darryl yang menuntun mereka ke ruangan di mana mommy dan daddy Alfaro sedang menunggu mereka.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2