Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 120


__ADS_3

Tak terasa waktu bergulir dengan cepat dan tak terasa juga waktu yang di tunggu oleh Alfaro dan yang lain nya telah tiba. Keluarga besar dan para kerabat Simi sudah berkumpul di mansion milik keluarga Alfaro begitu pun yang lain nya.


Pesta pernikahan akan di langsungkan di aula mansion keluarga Alfaro dan di selenggarakan dengan sangat meriah. Dari mulai gerbang dan pintu masuk mansion sudah terlihat beberapa hiasan dan foto - foto ke dua mempelai. Apa lagi di dalam aula kini sangat terlihat begitu indah dan mewah dengan pesta bernuansa gold.


Di sana juga tampak meja prasmanan yang sudah tampak lengkap dengan aneka hidangan khas ke dua negara dari keluarga mempelai, tak lupa juga pelaminan yang tampak mewah dengan kursi seperti singgasana raja. Dan tak jauh dari sana tampak sebuah meja kecil dengan beberapa kursi dan sudah dihias juga sedemikian rupa untuk nanti di laksanakan nya ijab qobul oleh pak penghulu yang sudah mereka siapkan.


Sementara di salah satu kamar yang tak jauh dari aula pesta berada tampak Simi yang sedang menarik dan membuang nafas nya beberapa kali dengan wajah yang terlihat gelisah. Simi baru saja selesai di dandani dan berganti baju dengan gaun yang sudah mereka siapkan sebelum nya. Saat ini Mia memakai gaun berwarna putih dengan gaya perpaduan kebaya dan gaun modern untuk acara setelab ijab qobul, sedangkan setelah acara itu selesai Simi akan kembali berganti pakaian dengan gaun mewah berwarna gold.


"Tegang amat bu!" Mia dan Yemi yang baru saja datang langsung mendudukan diri mereka di sisi kanan dan kiri Simi.


" Hu uh nih, gak tahu kenapa" Simi meremas tangan nya sendiri.


" Tenang aja, yang mau ijab qobul kan kak Alfa. Kamu cuma perlu diam duduk manis di sini dan nanti akan di panggil setelah kak Alfa selesai" Yemi terkekeh saat mengatakan nya.


" Ish, aku juga tahu!" Simi mendengus kesal. " Memang kamu gak tegang pas mau nikah?" Simi mengerutkan kening nya menatap Yemi.


" Tegang sih, tapi aku tegang nya takut uncle Ken membatalkan pernikahan kami dulu. Mengingat dulu kami menikah karena perjanjian" wajah Yemi berubah sendu saat mengingat hari pernikahan nya dulu yang di laksanakan karena Yemi berhasil memenangkan tantangan yang di berikan Kenzi pada nya dan bahkan pernikahan mereka hanya di ketahui oleh beberapa orang terdekat mereka saja.


" Sudah, jangan ingat lagi! Yang penting sekarang kalian saling mencintai dan terbukti dengan perut mu yang membuncit itu" Mia menunjuk perut Yemi dengan tangan nya sambil terkikik geli.


"Iya sih, aku udah gak sabar deh pingin lihat bayi tampan ku ini" Yemi mengulas senyum di bibir nya seraya mengelus perut buncit nya.


" Tampan?" Simi dan Mia tampak terkejut dengan ucapan Yemi barusan karena mereka belum tahu kalau Yemi sudah mengetahui jenis kelamin dari bayi nya.


" Ya, tampan!" Yemi nyengir kuda. " Sebelum datang ke sini aku dan uncle Ken memeriksakan kandungan ku dulu untuk memastikan penerbangan ini akan aman untuk kami atau tidak, dan untung saja kami sedang dalam keadaan sehat dan kami juga di beri tahu jenis kelamin nya sekalian" Yemi bercerita dengan wajah yang tampak berbinar.

__ADS_1


" Itu berarti keponakanku seorang bayi laki - laki " Mia berkata dengan nada gembira.


" Aish, pasti akan sangat tampan" Simi tak kalah bahagia nya.


Mereka pun terus mengobol hal yang menurut mereka menyenangkan untuk di bahas sampai terdengar suara yang sudah di tunggu - tunggu oleh mereka terdengar menggema dari ruang aula yang letak nya tidak jauh dari kamar mereka berada sekarang.


Sah


Sah


Terdengar menggema sampai ke telinga mereka ber tiga.


" Alhamdulillaah" ucap Yemi dan yang lain nya seraya menengadahkan tangan mereka untuk memanjatkan do'a agar kehidupan rumah tangga ke dua mempelai sakinah, mawadah dan warrahmah.


" Ya, selamat nyonya" sekarang giliran Mia memeluk Simi sambil terkikik geli dengan ucapan nya sendiri, begitu pun Simi sendiri.


Tak lama setelah itu Shopia dan Sinta tampak datang untuk menjemput pengantin wanita agar bisa menandatangani buku nikah mereka dan untuk acara selanjut nya.


" Kamu tegang sayang?" Ucap Shopia yang merasakan tangan Simi yang begitu dingin.


" Apa pun yang aku lakukan, aku tetap saja tegang" Simi mengerucutkan bibir nya.


" Itu hal yang wajar sayang, ini adalah hari yang sangat penting untuk mu" Sinta terkekeh saat mengatakan nya.


Simi pun mengangguk dan mereka pun melangkahkan kaki mereka keluar kamar menuju aula tempat pesta di adakan dengan Yemi dan Mia yang berjalan di belakang mereka.

__ADS_1


Saat mereka memasuki aula tampak semua mata tertuju pada kedatangan mereka, lebih tepat nya lagi mata mereka tertuju pada sang pengantin wanita yang terlihat sangat cantik dan juga anggun dengan pakaian yang terbilang mewah.


Simi dengan di apit oleh ibu dan ibu mertua nya pun dengan penuh percaya diri berjalan menuju kursi pelaminan di mana pria yang barusan sudah sah menjadi suami nya itu sedang menunggu nya dengan senyum yang mengembang di wajah tampan nya. Walaupun tergurat sedikit kegugupan pada wajah Simi saat ini.


" Kamu cantik sekali sayang!" Bisik Alfaro setelah mereka berdua duduk di kursi pelaminan membuat Simi tersenyum malu - malu pada pria yang kini berstatus sebagai suami nya itu.


Acara terus berlangsung dengan meriah dan dengan berbagai acara yang di atur sedemikian rupa oleh sang pembawa acara. Para tamu yang datang pun terlihat sangat ramai berdatangan. Saat ini Simi dan Alfaro juga sudah mengganti pakaian mereka dengan pakaian pengantin yang lain nya


Pakaian dengan nuansa gold kini melekat pada tubuh ke dua nya.


Yemi dan suami nya Kenzi juga tampak menikmati pesta dan hidangan - hidangan yang tersaji di sana, begitu pun Mia dan Devan yang menikmati pesta dengan wajah yang gembira.


" Bersiaplah untuk nanti malam!" Bisik Yemi pada Simi saat diri nya dan Mia menghampiri Simi di atas pelaminan nya saat para tamu yang mengucapkan selamat pada ke dua mempelai sudah mulai berkurang. Sedangkan Alfaro kini sedang mengobrol dengan Kenzi dan Devan.


" Ya, bersiaplah!" Mia terkekeh saat mengatakan nya.


" Bersiap untuk apa?" Tanya Simi dengan wajah polos nya.


" Tentu saja malam pertama kalian" Yemi memutar bola mata nya malas.


" Ish, masa kamu tidak tahu masalah itu sih?" Mia berkata dengan wajah kesal nya. " Oh ya, kami sudah menyiapkan sesuatu untuk mu nanti malam. Kami meletakan nya di antara kado yang lain nya, sebuah kotak berwarna merah. Kamu nanti buka dan pakai saat malam pertama kalian, ingat itu" ucap Mia lagi dengan nada penuh penekanan.


" Kado?" Ucap Simi dengan wajah yang terlihat bingung.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2