
" Ini foto mereka, cantik dan tampan bukan?" Yemi menunjukan foto ke dua orang tua nya hang ada pada layar ponsel nya pada Dena dengan senyum yang mengembang di bibir nya.
Dena yang melihat nya pun tampak membulatkan ke dua bola mata nya dengan tubuh yang mendadak lemas dan hampir saja terjatuh dari kursi yang dia duduki bila tidak di tahan oleh Yemi.
" Tante kenapa, tante tidak apa - apa kan?" Yemi terlihat panik melihat Dena yang tiba - tiba seperti itu. Sedangkan Dena masih dengan wajah yang terlihat syok tanpa mengatakan sepatah kata pun.
" Ada apa sayang?" Kenzi yang mendengar suara panik dari istri kecil nya itu tampak berlari sambil membawa satu cup es krim di tangan nya.
" Tante Dena, uncle" Yemi berwajah panik sambil tangan nya tetap menyanggah tubuh Dena yang masih terihat lemas.
" Ada apa ini?" Ivan yang mendengar keributan di tempat istri nya pun tampak datang menghampiri mereka dengan wajah panik nya di ikuti Cecil, Indra , Devan dan juga Mia.
" Mommy kenapa Yem?" Devan tak kalah panik
Ivan buru - buru duduk di kursi kosong yang ada di samping Dena dan mengambil alih tubuh Dena yang masih sangat lemas dengan tatapan mata yang kosong dan tampak berkaca - kaca.
" Aku tidak tau om, pak, tiba - tiba tante Dena seperti itu setelah melihat foto mendiang orang tua ku" tubuh Yemi kini sudah gemetar ketakutan, dia takut terjadi apa - apa pada Dena saat ini. Kenzi yang melihat nya pun langsung menghampiri Yemi dan mendekap nya mencoba menenangkan nya.
" Foto?" Ivan mengerutkan kening nya, sedangkan Yemi tampak menganggukan kepala nya.
" Ada apa dengan foto itu Yem?" Mia tampak ikut bingung dengan wajah yang cemas.
" Lupakan dulu masalah foto, ini beri Dena minum!" Cecil memberikan gelas berisi air putih yang tadi dia minta dari pelayan.
__ADS_1
" Minumlah!" Ivan menerima gelas berisi air putih dari tangan Cecil dan memberikan nya pada Dena.
Dena pun tanpa berkata apa - apa langsung meminum air yang di berikan oleh Ivan tadi dan langsung meneguk nya.
" Katakan apa yang sebenar nya terjadi?" Tanya Ivan setelah melihat Dena yang sudah mulai tenang.
" Dinda dad... hiks.. hiks" Dena malah langsung memeluk tubuh suami nya dengan sangat erat dengan tubuh yang bergetar hebat seiring dengan isak tangis yang keluar dari bibir nya.
Semua nya tampak menatap Dena dengan wajah bingung nya terutama Yemi karena barusan Dena menyebutkan nama mendiang ibu nya. Air mata Yemi pun kini ikut mengalir dan isak tangis pun ikut keluar dari bibir nya sambil memasukan wajah nya pada dada bidang suami nya. Kenzi tampak mengusap kepala istri kecil nya untuk menenangkan nya.
" Siapa Dinda?" Devan terlihat bingung.
" Bukankah Dinda adalah nama mendiang ibu Yemi?" Mia berucap pelan membuat Devan , Cecil, Indra dan Ivan menatap Mia dengan tatapan penuh arti mereka.
" Sayang katakan, apa dia Dinda kita?" Ivan merenggangkan dekapan nya pada Dena untuk melihat wajah istri nya itu dan Dena pun mengangguk lemah dengan isakan tangis yang semakin kencang. " Yemi, boleh om melihat foto orang tua mu?" Ivan yang masih belum percaya pun langsung menyambar ponsel yang di berikan Yemi pada nya.
Ivan seketika membulatkan bola mata nya dengan tangan yang bergetar saat melihat foto yang ada di layar ponsel milik Yemi,
" Dinda, oh God. Bagaimana bisa ini terjadi?" Indra yang penasaran pun langsung menyambar ponsel yang ada di tangan adik nya itu dan wajah Indra pun menampakan wajah yang tak jauh beda dengan adik nya Ivan begitu pun Cecil yang ikut melihat nya, dia tampak menutup mulut nya sendiri saking kaget nya.
" Jadi Dinda sudah meninggal?" Air mata Cecil pun mulai keluar dari ujung mata nya.
" Ya sayang, itu kenyataan nya" Indra langsung mendekap tubuh istri nya yang sedang terisak. Wajah nya pun mengguratkan raut yang terlihat sangat sedih.
__ADS_1
Hening beberapa saat suasana di sekitar mereka. Mereka tampak hanyut dalam fikiran mereka masing - masing, hanya isakan tangis yang terdengar dari tiga orang wanita yang terdengar saat ini sedangkan Mia dan Devan tampak saling pandang dengan wajah yang tampak bingung. Begitu pun Kenzi yang juga bingung, namun dia masih tampak sibuk menenangkan istri kecil nya yang masih terisak dalam dekapan nya.
" Sebenar nya apa yang terjadi? Siapa Dinda?" Devan memandang semua orang meminta jawaban.
" Dinda adalah adik dari mommy mu Dena. Mereka berpisah saat Dinda nekat menikah muda dengan suami nya saat itu" Indra yang menjawab pertanyaan Devan sedangkan Dena masih saja terisak dalam dekapan suami nya.
" Apa maksud anda? Ibuku adik tante Dena?" Tanya Yemi dengan wajah yang terkejut menatap Dena yang masih terisak dalam dekapan Ivan. " Itu berarti aku punya keluarga? Uncle aku punya keluarga" Yemi tersenyum seraya terisak.
" Ya, sayang" Kenzi pun mengangguk dengan senyum mengembang di bibir nya.
" Ya, sayang kamu punya keluarga, aku tante mu dan kamu juga masih punya kakek dan nenek di Korea sana." Dena pun melepaskan pelukan Ivan dan mulai memeluk Yemi dan Yemi pun dengan senang hati menerima pelukan dari tante nya itu.
Ya selama ini Dena dan Ivan tinggal di luar negri untuk merawat ayah dan ibu nya yang berada di sana, lebih tepat nya di Korea sana. Mereka memutuskan untuk tinggal di sana saat Dinda dengan nekat nya memilih untuk menikah muda dengan Davin saat itu. Orang tua Dena dan Dinda tidak merestui hubungan mereka karena status Davin yang seorang yatim piatu dari sebuah panti asuhan dan hanya bekerja serabutan saat itu.
Mereka tidak mengira bahwa Davin akan menjadi sesukses sekarang ini dan perusahaan yang Davin diri kan dari nol mengalami kemajuan yang sangat pesat sampai saat ini.
" Kenapa Dinda harus pergi sebelum bertemu kembali dengan kami?" Gumam Dena di sela isakan nya seraya masih berada dalam pelukan Yemi.
Yemi tidak bisa berkata apa - apa karena dia juga tidak tahu jawaban nya. Yemi malah semakin terisak dalam pelukan Dena saat ini.
Semua nya hanya melihat keharuan yang terjadi di antara keluarga yang baru bertemu dan saling mengetahui setelah sekian lama.
Mia bahkan kini sudah mengeluarkan air mata nya dan Devan yang melihat nya pun menarik tubuh gadis itu ke dalam dekapan nya. Jujur saja Devan sangat terkejut dengan kenyataan ini, karena ternyata gadis yang pernah dia sukai adalah adik sepupu nya sendiri. Kini dia tahu kenapa Tuhan tidak membiarkan nya bersatu dengan Yemi saat itu, dan Devan bersyukur akan itu semua di dalam hati nya.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏