Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 104


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


" Apa , Singapur?" Yemi dan Mia tampak terkejut sedangkan Kenzi dan Devan tampak biasa saja setelah Alfaro mengatakan rencana kepergian nya dengan Simi. Sebenar nya Alfaro tadi nya hanya ingin mengajak Simi saja, tapi Simi malah ingin mengajak semua nya untuk ikut bersama dengan mereka. Awal nya Alfaro sempat protes karena bagaimana pun ini adalah urusan pribadi mereka yang ingin meminta izin keluarga Alfaro untuk menikahi Simi secepat mungkin, namun Alfaro juga tidak bisa berkutik saat kekasih nya itu bilang kalau dia akan pergi jika mereka mengajak Yemi dan yang lain nya dan kalau tidak Simi sama sekali tidak mau ikut dengan Alfaro ke sana.


Sebenar nya mereka juga ingin mengajak Celin dan juga Denis namun Celin dan Denis saat ini sedang pergi ke Korea untuk urusan bisnis yang di kerjakan oleh Denis di sana.


" Ya, om Alfa mengajaku ke sana untuk menemui keluarga nya. Tapi aku ingin kalian juga ikut agar semakin ramai" Ucap Simi dengan bersemangat.


" Cih, itu urusan kalian. Kenapa kami juga harus ikut?" Devan berkata dengan ketus.


" Ya, lagi pula aku banyak pekerjaan di Indonesia" Kenzi ikut menimpali


" Ish, ayolah! Anggap saja ini liburan, bagaimana?" Simi masih tidak ingin menyerah sedangkan Alfaro tampak cuek. " Aku tidak mau ikut om Alfa sendirian kesana, aku takut nanti om Alfa berubah fikiran atau keluarga om Alfa tidak menyukai ku bagaimana? Aku tidak mau melaui itu sendirian. Setidak nya dengan ada nya kalian di sana, kalian bisa membantuku" Simi tersenyum seraya memeletkan lidah nya lucu.


" Kamu fikir aku sekejam itu hem? Lagi pula keluarga ku juga tidak mungkin tidak menyukai mu, aku saja bisa tergila - gila padamu. Jadi tidak akan sulit membuat keluarga ku untuk bisa menyukai mu juga" ucap Alfaro seraya melihat Simi dengan tatapan intens nya.


" Ish, benar juga apa kata mu Simi! Sayang bagaimana kalau kita pergi, anggap saja ini baby moon kita" Yemi merangkul tangan Kenzi dengan gaya manja nya.


" Kamu mau pergi? Baiklah kalau begitu, lagi pula aku belum pernah mengajak mu pergi selama pernikahan kita" Kenzi tersenyum manis seraya menacak rambut Yemi dengan lembut. Devan, Mia, Simi dan Alfaro tampak memutar bola mata mereka malas melihat kelakuan mereka berdua.


Lihatlah, jawaban Kenzi saat Simi mengajak dengan Yemi yang mengajak sangat jelas berbeda. Tadi saja saat Simi yang mengajak mereka Kenzi jelas - jelas menolak, tapi saat Yemi yang mengajak nya Kenzi langsung saja menyetujui nya. Benar - benar bucin tingkat dewa.

__ADS_1


" Benar juga ya, bagaimana kalau kita juga ikut pak. Hitung - hitung sambil liburan dan bukankah kita belum pergi untuk honey moon" Mia memelankan suara nya saat menyebut kata terakhir nya karena malu.


Devan yang mendengarkan kata - kata dari istri nya itu merasa ada benar nya juga apa yang dikatakan oleh istri nya itu. Sejak mereka menikah satu bulan lebih yang lalu, mereka belum sempat untuk pergi berbulan madu karena kesibukan ke dua nya. Devan yang sangat sibuk karena pekerjaan nya di perusahaan dan di sekolah milik nya sedangkan Mia yang sibuk dengan kegiatan di kampus nya sehingga sangat sulit menemukan waktu yang tepat untuk mereka menyesuaikan waktu untuk sekedar liburan.


" Seperti nya kamu benar sayang, lagi pula lusa adalah hari libur dan kita mungkin bisa memanfaatkan itu untuk honey moon kita" Devan mengusap kepala Mia dengan lembut.


" Benarkah? Jadi kita bisa ikut ke Singapur?" Mia terlihat sangat senang saat mendengar peekataan Devan barusan, apa lagi Devan kini menganggukan kepala nya saat Mia memastikan nya. " Terima kasih!" Mia pun langsung masuk ke dalam dekapan suami nya dan Devan tentu saja dengan senang hati menerima pelukan dari istri nya itu.


" Cih, kalian berdua sama - sama bucin akut" Simi berkata dengan nada mengejek nya.


" Memang kak Alfa tidak?" Mia mengerutkan kening nya.


" Iya, memang kak Alfa tidak pernah bersikap manis terhadap mu Simi?" Yemi ikut menimpali dengan raut wajah yang sama.


Simi mengingat sertiap perlakuan yang Alfaro lakukan pada nya setelah Alfaro melamar nya pada ke dua orang tua nya. Alfaro hampir setiap saat mengirimi Simi pesan yang isi nya tidak begitu penting, seperti sudah makan atau belum atau sudah tidur atau belum. Tak jarang juga Alfaro menelpon Simi untuk menanyakan keberadaan Simi dimana atau sedang bersama dengan siapa. Bahkan setiap hari Alfaro selalu menyempatkan diri nya untuk bisa bertemu dengan Simi walau hanya sebentar.


" Ish, seperti nya kak Alfaro lebih bucin dari suami kami berdua" ucap Yemi dengan nada mengejek nya.


" Ya, seperti nya begitu" Mia terkekeh saat mengatakan nya.


" Cih, Alfa seperti itu juga karena belajar dari ku" Kenzi berkata pongah.

__ADS_1


" Ya, aku percaya itu. Melihat kebucinan kalian yang sama tingkat nya." Devan berkata dengan nada mencibir.


" Kalian sudah puas mengejek ku?" Alfaro yang sedari tadi hanya diam pun berbicara. " Jadi kalian semua akan ikut dengan kami begitu?" Alfaro berkata dengan serius.


" Ya" semua nya tampak menganggukan kepala mereka.


" Oh ya, karena kami ke sana untuk menemani kalian. Apa berarti semua biaya di tanggung kak Alfa?" Mia tampak bertanya dengan mata berbinar pada Alfaro


" Kenapa harus aku? Suami kalian juga sanggup untuk membiayai kepergian kalian ke sana?" jawab Alfaro.


" Ish, aku juga masih sanggup membiayai kepergian kita sayang. Kenapa kamu meminta dia untuk membiayai kita?" Devan melirik sekilas pada Alfaro saat mengatakan kata dia.


" Ish, bapak ini bagaimana? Kita kan harus hemat" Mia mengedip - ngedipkan mata nya lucu pada Devan.


" Mia, kamu sekarang jadi istri CEO, bukan Mia yang dulu. Kenapa kamu masih minta traktiran orang sih, malu - maluin tahu" Yemi memutar bola mata nya malas.


" Aih, begini saja. Bagaimana kalau biaya pergi kalian bayar masing - masing dan sebagai ganti nya om Alfa akan menyiapkan tempat tinggal kita di sana. Benarkan om?" Simi tersenyum manis membuat Alfaro tidak bisa berkata apa - apa lagi.


" Huuufth" Alfaro membuang nafas nya kasar. " Baiklah, sebagai tuan rumah di sana. Nanti akan aku siapkan kamar hotel di hotel yang paling bagus di sana dan akan mereservasi kamar untuk honey moon dan baby moon kalian" putus Alfaro pada akhir nya.


" Benarkah? Ish, kak Alfa memang yang terbaik" Mia mengacungkan dua jempol nya pada Alfaro. " Lumayan kan, kita jadi irit pengeluaran" Mia myengir kuda.

__ADS_1


Semua nya hanya bisa menggeleng - gelengkan kepala mereka melihat kelakuan Mia itu. Maklum saja, dari semua orang yang ada di sana hanya dia saja yang berasal dari keluarga menengah dan bahkan dia harus banting tulang untuk biaya hidup nya sendiri. Jadi dia selalu terbiasa bersikap hemat dalam setiap mengeluarkan biaya dalam hidup nya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2