
Yemi baru sampai di aprtemen nya sore hari. Yemi yang sudah merasa lelah langsung masuk ke dalam kamar nya sendiri dan mulai membersihkan diri nya di kamar mandi. Sungguh hari ini hari yang sangat melelahkan bagi diri nya. Bayangkan saja Yemi memutuskan untuk bolos sekolah demi menyelesaikan misi ke dua nya dengan resiko yang sangat besar. Yaitu tidak lain dan tidak bukan dia harus bertemu dengan guru kesayangan nya, siapa lagi kalau bukan guru BK.
Tapi sekarang apa yang Yemi dapat? Di kantor Kenzi dia harus menelan pil pahit saat Yemi mendengar suami nya menyebutkan nama wanita lain di depan nya. Padahal yang ada di bayangan Yemi tadi bukan seperti itu, Yemi membayangkan kalau Kenzi akan mencium kening nya atau pipi nya sebagai tanda terima kasih karena Yemi sudah membawakan makan siang yang telah di bawa nya. Terus mereka akan memakan makanan yang Yemi bawa bersama - sama dengan cara saling menyuapi makanan satu sama lain dengan begitu mesra. Tapi apa yang terjadi, hanya hal yang menyebalkan.
Belum lagi kejadian di jalan tadi yang membuat Yemi kembali merasa kesal saat dia tidak sengaja menendang sebuah kaleng dan mengenai kepala seseorang yang sangat menyebalkan di mata Yemi.
" Lengkap sudah penderitaan ku" Yemi menepuk kening nya sendiri setelah mengingat - ingat kejadian yang menimpa nya tadi.
Yemi kini sedang memakai tanktop yang lumayan ketat dengan celana jeans pendek saja di dalam kamar nya merebahkan diri nya mencoba mengusir rasa lelah pada tubuh dan fikiran nya. Yemi tidak mau membayangkan dulu apa yang akan dia hadapi besok, apalagi hukuman yang akan dia terima dari guru BK besok karena membolos tadi.
Tak menunggu lama Yemi pun masuk ke dalam mimpi nya dengan posisi nya terlentang di ujung tempat tidur dengan kaki yang menjuntai ke bawah. Begitu lah Yemi, mudah sekali tertidur dan kalau sudah tertidur walau ada topan dan badai sekali pun tidak akan membuat dia terbangun dari tidur nya.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Beberapa jam telah berlalu, ini saat nya untuk Kenzi pulang ke aprtemen nya setelah lelah bekerja. Hari ini tidak terlalu banyak pekerjaan sehingga Kenzi bisa pulang lebih awal dari biasa nya.
Hari ini seperti biasa Kenzi membawa makanan dari luar karena dia terlalu lelah untuk memasak setelah seharian bekerja di perusahaan nya. Seandai nya Kenzi mempunyai istri yang bisa memasak untuk nya mungkin akan lebih memudahkan tugas Kenzi tapi dia juga tidak ingin membebani Yemi yang masih terlau kecil untuk menaggung beban sebagai seorang istri yang sesungguh nya.
" Semoga ini bisa membuat Yemi melupakan kekesalan nya tadi di kantor" gumam Kenzi seraya melihat kantong plastik yang ia bawa di tangan nya.
Ceklek
__ADS_1
Kenzi membuka pintu apartemen nya namun masih gelap seperti tidak ada seorang pun yang ada di dalam apartemen nya.
" Dimana Yemi? Apa jangan - jangan?" Kenzi terburu - buru meletakan kantong plastik dan tas kerja yang ia bawa di atas meja untuk memeriksa keberadaan Yemi di kamar nya. Kenzi takut hal yang terjadi dulu terulang kembali saat Yemi pergi entah kemana dan ternyata dia datang ke apartemen milik nya.
Tapi sekarang berbeda, tadi Yemi pergi dari ruang kerja Kenzi dengan perasaan yang sangat kesal dan salah faham. Jadi kenzi takut kalau kali ini Yemi nekad pergi dari apartemen nya atau yang lebih parah lagi dari hidup nya dan Kenzi tidak mau itu terjadi karena Kenzi baru saja menyadari perasaan nya terhadap Yemi.
Ceklek
Kenzi membuka pintu kamar Yemi dengan tergesa - gesa, namun apa yang dia lihat? Gelap seolah tidak ada yang menghuni kamar itu. Kenzi menyalakan lampu kamar itu untuk melihat lebih jelas keadaan di dalam kamar.
Dan betapa lega nya perasaan Kenzi saat ini saat melihat anak kecil yang akhir - akhir ini selalu mengusik fikiran nya tengah tertidur dengan lelap nya.
Kenzi melangkahkan kaki nya perlahan menghampiri tubuh Yemi yang sedang tidur terlentang di ujung tempat tidur.
" Ck ck ck, lihatlah posisi tidur nya itu. Seperti nya tidak nyaman" Kenzi berniat untuk membenahi posisi tidur Yemi, namun dia berhenti saat mata nya melihat sesuatu yang tampak menyembul dari balik pakaian terbuka yang lumayan ketat yang dipakai oleh gadis yang bersetatus sebagai istri nya itu.
Sebagian dua gundukan aset berharga milik Yemi tampak terekspos nyata di depan mata Kenzi. Kenzi kembali teringat saat tangan nya tidak sengaja memegang benda kenyal itu. Rasa yang tak bisa di ungkapkan oleh kata - kata tapi membuat dia ingin memehmgang nya lagi dan lagi, namun dia tidak punya keberanian untuk itu. Seketika fikiran kotor terbersit pada kepala Kenzi.
" Tidak tidak tidak, Kenzi apa yang kamu fikirkan" Kenzi memukul pelan kepala nya sendiri.
Kenzi pun memutuskan untuk membenahi terlebih dahulu posisi tidur Yemi yang acak - acakan. Kenzi mengangkat tubuh Yemi dan memindahkan nya ke atas bantal yang ada di sana.
__ADS_1
" Uncle Ken jahat" Yemi bergumam dengan mata yang tertutup saat Kenzi meletakan tubuh Yemi di atas bantal nya.
" Maaf, pasti kamu sangat kesal. Kamu tidak perlu khawatir karena hati ku sudah menjadi milik mu" Kenzi ikut bergumam seolah Yemi akan mendengar nya, padahal Yemi masih asyik di dunia mimpi nya.
Kenzi berniat untuk melepaskan tangan nya yang kini ada di bawah tengkuk Yemi, namun tangan Yemi menarik kepala Kenzi dan membenamkan nya di dada nya.
"Mmm... Beri aku sangat menyayangi mu" Seperti nya Yemi bermimpi memeluk boneka beruang yang di berikan Kenzi pada nya.
Kenzi tampak membulatkan bola mata nya merasa kaget dengan apa yang dilakukan Yemi pada nya. Tapi tidak di pungkiri bahwa Kenzi sangat menyukai dan menikmati apa yang di lakukan oleh Yemi saat ini pada nya.
Tak lama tangan Yemi mengendur, Kenzi mendongakan wajah nya masih dalam posisi yang sama untuk melihat wajah cantik Yemi yang masih setia menutup mata nya.
" Bagaimana dia masih bisa tertidur dengan nyenyak saat dia melakukan itu pada ku" Kenzi menggelengkan kepala nya melihat gadis yang ada di hadapan nya itu.
Kenzi mengambil selimut yang ada di dekat kaki Yemi untuk menelimuti tubuh Yemi, namun lagi - lagi Kenzi kembali di suguhkan pemandangan yang mampu menggoda iman nya. Paha mulus milik Yemi terekspos sempurna di mata Kenzi dan apa lagi itu, perut putih mulus Yemi kini juga terpangpang sempurna saat tanktop yang Yemi pakai terangkat ke atas.
Glek
" Oh God, apa yang harus aku lakuakan? Godaan ini benar - benar berat untuk ku" Kenzi menatap tubuh Yemi dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. Sungguh ini cobaan berat yang harus Kenzi hadapi, karena seperti perkataan nya tempo hari Kenzi akan menahan diri nya setidak nya sampai Yemi lulus sekolah beberapa bulan lagi.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini.Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1