Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 77


__ADS_3

Tubuh Celin menggelinjang hebat saat suami nya memberikan sentuhan - sentuhan nya pada bagian - bagian sensitif pada tubuh nya. De sahan demi de sahan pun terdengar keluar beberapa kali dari bibir mungil Celin.


Tangan Denis kini mulai turun ke daerah bawah Celin dan mengelus lembut daerah itu sebelum dia membuka kain penutup bagian bawah nya. Satu - satu nya kain yang masih menutupi tubuh Celin saat ini.


Setelah kain itu terlepas Denis kembali mengusap dan mengelus bagian bawah sana dengan posisi bibir yang masih pada salah satu dua gundukan favorit nya. Perlahan tapi pasti salah satu jari Denis masuk pada bagian bawah Celin membuat Celin kembali kaget.


" A apa lagi yang kamu lakukan?" Celin tampak mengangkat sedikit kepala nya untuk melihat bagian bawah nya yang kini terbenam salah satu jari suami nya.


" Apa aku harus menjawab nya lagi hem?" Denis malah tersenyum menggoda pada Celin dan membuat Celin menggeleng pelan karena dia fikir pasti Denis akan menjawab hal yang sama dengan yang di katakan nya tadi.


Tanpa banyak bicara lagi Denis kembali menautkan bibir nya dengan bibir Celin dengan posisi tangan nya yang masih sama, bahkan kini jari nya bergerak dengan lincah maju mundur dengan tangan yang satu nya asyik memainkan benda kenyal pada bagian atas Celin.


Celin semakin lama semakin terbuai dengan apa yang di lakukan oleh suami nya itu pada nya. Kini tubuh nya semakin menggelinjang tak karuan karena apa yang sudah di lakukan suami nya itu pada nya.


" Aaakh" Celin kembali mende sah saat sesuatu mulai terasa akan tumpah di bawah sana. " Denis, seperti nya aku harus ke kamar mandi sekarang" ucap Celin terbata seraya menahan sesuatu yang benar - benar akan keluar dari bawah sana. Namun Denis hanya tersenyum penuh arti dan malah mempercepat ritme tangan nya sehingga Celin tidak bisa lagi menahan hal itu dan keluarlah cairan hangat itu dari bagian bawah Celin. Namun aneh nya yang di rasakan oleh Celin saat ini terasa berbeda, seakan ada gelenjar aneh yang baru dia rasakan seumur hidup nya mengalir pada seluruh tubuh nya saat sedang mengeluarkan nya.


" Apa aku mengompol?" Celin terlihat panik seraya melihat bagian bawah nya sedangkan Denis tampak sibuk membuka seluruh pakaian nya. " Denis, apa kamu mendengarku? Apa aku mengompol?" Celin kembali bertanya dengan wajah yang mulai terlihat kesal karena Denis tidak menghiraukan nya.


" Tidak sayang, kamu tidak mengompol. Itu nama nya pelepasan, rasa nya nik mat bukan?" Denis tersenyum menggoda seraya tangan nya masih sibuk membuka celana nya.

__ADS_1


" Apa itu?" Celin sangat terkejut melihat sesuatu di balik celana Denis yang tampak sudah menegang dan mengeras saat celana Denis berhasil di lepaskan.


" Ini belut lamprey sayang" Denis terkekeh saat mengatakan nya.


" Belut lamprey? Itu berarti menggigit dan beracun dong" Celin tampak berfikir.


" Tentu saja, apa kamu tidak tahu kalau kamu di gigit ini racun nya akan memenuhi rahim mu dan membuat perut mu membesar selama sembilan bulan" Denis tersenyum menggoda menatap Celin.


" Ish, itu nama nya hamil" Celin mengerucutkan bibir nya.


" Pintar" Denis menepuk pelan kepala Celin dan setelah nya dia kembali menautkan bibir mereka dan dengan perlahan Denis memasukan belut lamprey milik nya pada lubang hangat milik Celin dan menggesekan nya di sana. Awal nya memang sangat susah karena lubang hangat milik Celin masih tersegel dengan rapi sehingga butuh usaha yang sedikit keras untuk belut lamprey milik Denis masuk ke dalam sana.


Setelah beberapa kali gesekan dan hentakan yang dilakukan oleh Denis, akhir nya belut lamprey milik nya tertanam dengan sempurna pada lubang hangat milik Celin. Celin tampak meringis kesakitan dengan setetes air mata yang mengalir dari sudut mata nya menahan rasa nyeri dan perih pada bagian bawah nya.


Setelah milik nya terbenam dengan sempurna tampak Denis menggerakan pinggul nya dengan perlahan untuk membiarkan Celin terbiasa dengan milik nya, setelah di rasa Celin mulai terbiasa dan menik mati nya. Denis pun menambahkan ritme gerakan nya menjadi lebih cepat lagi, Celin yang ada di bawah Denis pun kini mulai terbawa dan menik mati permainan suami nya itu. Malam itu suara de sahan memenuhi kamar pengantin baru yang sudah terlihat acak - acakan karena ulah pasangan itu.


Cup


" Terima kasih sayang" ucap Denis lembut setelah mengecup kening Celin yang tampak kelelahan dengan apa yang mereka lakukan barusan. Denis pun menarik tubuh Celin yang masih polos ke dalam pelukan nya dan mereka pun tertidur dengan lelap nya.

__ADS_1


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


Beberapa hari telah berlalu, Mia yang sedang menunggu waktu pernikahan dan hari pertama masuk kuliah nya memutuskan untuk mencari pekerjaan untuk mengisi waktu kosong nya, apa lagi kini Mia sudah tidak membantu paman nya bekerja di bar lagi karena Devan dan keluarga nya yang melarang nya. Bukan apa - apa mereka melarangnya, mereka tidak mau kalau sampai sesuatu yang buruk menimpa diri nya dan Mia pun mau tidak mau menurut saja akan permintaan mereka. Lagi pula Mia tidak ingin mempermalukam keluarga calon suami nya itu. Sedangkan paman Roy tentu saja sangat senag karena pada akhir nya Mia mau berhenti dari bar milik nya.


Devan memberikan sebuah salah satu kartu ATM milik nya untuk Mia membiayai hidup nya tapi Mia tidak mau terlalu bergantung pada itu dan di anggap memanfaatkan Devan. Jadi dia tidak pernah memakai nya dan lebih memilih mencari pekrjaan lain yang lebih baik tanpa sepengetahuan Devan tentu nya karena kalau Devan tahu, sudah di pastikan Devan akan melarang nya.


Dan di sinilah dia sekarang di sebuah kafe yang lumayan besar dengan seragam pelayan melekat pada tubuh nya.


" Bagaimana, apa kamu betah bekerja di sini?" Tanya seseorang yang sangat dia kenal. Ini adalah hari ke dua Mia bekerja di sana.


" Seperti nya aku akan betah bekerja di sini, apa lagi atasan ku sahabat ku sendiri yang pasti akan memberikam bonus yang besar pada ku bukan" Mia mengerlingkan mata nya pada orang itu yang tak lain adalah Dika. Ya, Dika adalah pemilik sekaligus pengelola kafe itu, dia di berikan tanggung jawab itu oleh ayah nya sambil dia berkuliah nanti nya.


Tinggal beberapa hari lagi mereka akan masuk kuliah dan kebetulan Mia kuliah di kampus yang sama dengan Dika sedangkan Yemi akan kuliah pada tahun depan karena kehamilan nya.


" Cih, ada mau nya saja kalian mengingat ku. Tapi di saat bahagia bahkan kalian tidak memberitahu kan ku. Sahabat macam apa itu?" Dika tampak mendengus kesal.


" Ha ha ha, ya ya ya maafkan kami. Aku berjanji akan mengundang mu di hari pernikahan ku nanti oke!" Mia menepuk pelan pundak Dika


" Tentu saja kau akan mengundangku, kalau tidak aku tidak akan memberikan gaji mu" Dika terkekeh saat mengatakan nya.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2