
Hari ini adalah hari senin, walaupun ujian akhir sudah selesai tapi kegiatan sekolah tetap tidak di liburkan. Tapi Mia dan Yemi sama - sama tidak masuk sekolah dengan alasan yang berbeda.
" Aih, ke dua bidadari gue gak ada yang masuk. Pada kemana sih mereka?" Dika tampak menatap dua tempat duduk yang ada di depan nya dengan dahi yang mengkerut. " Bolos gak ajak - ajak, tahu gini gue juga bolos deh" Dika menjatuhkan kepala nya di atas meja nya.
Kita sudah tahu apa yang di alami Mia sehingga dia tidak bisa masuk sekolah, untung saja Devan sudah memintakan izin untuk nya pada pihak sekolah, karena selain mereka bangun kesiangan kepala Mia juga masih terasa berat akibat dari alkohol yang dia minum semalam.
Sementara di apartemen milik Kenzi tampak Yemi yang terbaring lemas dengan wajah yang pucat.
" Kita ke rumah sakit ya sayang, aku khawatir pada mu! Lihatlah kamu sangat pucat sayang" sudah beberapa kali Kenzi membujuk istri kecil nya itu untuk pergi ke rumah sakit tapi yang di bujuk selalu menggelengkan kepala nya. " Kalau begitu, kamu makan ya!" Kenzi pun menyendokan makanan yang sejak tadi dia bawa namun belum tersentuh sama sekali oleh Yemi dan bermaksud untuk menyuapi nya, namun baru makanan itu berada di depan wajah Yemi, tiba - tiba perut Yemi merasakan rasa mual yang luar biasa sehingga Yemi langsung turun dari tempat tidur nya dan berlari ke arah kamar mandi.
" Uwek... Uwek" Yemi seperti nya memuntahkan isi perut nya.
Kenzi yang melihat istri nya berlari pun langsung meletakan piring makanan yang sedang dia pegang di atas nakas dan berlari ke arah dimana istri nya berada.
" Apa kamu tidak apa - apa sayang?" Kenzi menghampiri Yemi yang sedang muntah - muntah mengeluarkan isi perut nya. Kenzi pun memijat tengkuk Yemi agar Yemi merasa lebih baik.
" Kenapa perut ku rasa nya mual sekali uncle? Aku juga merasa lemas" Yemi menyandarkan tubuh nya pada dada bidang Kenzi dan Kenzi pun merangkul pundak Yemi dan mendekap nya.
" Lebih baik kita periksakan keadaan kamu sekarang, kalau kamu tidak mau ke rumah sakit biar aku panggil dokter keluarga kita untuk datang ke sini" Kenzi pun menggendong Yemi ala bridle style untuk kembali ke kamar mereka. Kenzi pun dengan lembut meletakan tubuh Yemi pada tempat tidur mereka.
" Apa uncle tidak berangkat bekerja hari ini?" Yemi melihat jam yang sudah menunjukan pukul setengah sembilan.
" Mana mungkin aku meninggalkan istri ku dalam keadaan seperti ini, aku akan menyuruh Alfa untuk meng handle semua nya dan mengirimkan pekerjaan ku melalui email saja. Aku akan mengerjakan nya di sini sambil menjaga mu" Kenzi membelai kepala Yemi dengan lembut.
" Terima kasih uncle, seperti nya uncle sangat mencintaiku" Yemi tersenyum manis.
" Ish, benarkah? Seperti nya tidak" Kenzi berkata dengan nada menggoda nya
__ADS_1
" Ish, nyebelin!" Yemi mengerucutkan bibir nya.
" Tidak salah maksud nya" Kenzi terkekeh seraya menaik turun kan alis nya lucu. " Aku akan memanggil dokter dulu untyk mu"
Kenzi pun mengambil ponsel nya yang ia letakan di atas nakas dan langsung menghubungi dokter keluarga mereka untuk datang memeriksa keadaan istri kecil nya itu.
Setelah mereka menunggu kira - kira selama dua puluh menit, akhir nya dokter yang di hubungi oleh Kenzi datang juga.
" Kamu sudah datang Dim, langsung saja periksa keadaan istri ku!" Kenzi memang sudah mengenal baik dokter yang nama nya Dimas itu karena mereka hampir seumuran dan Dimas adalah anak dari salah satu kolega bisnis Kenzi. Dan Dimas sering mengikuti pertemuan bisnis dengan Kenzi karena selain seorang dokter Dimas juga seorang CEO muda dari perusahaan keluarga nya yang lumayan besar.
" Kamu nikah gak bilang - bilang ya, tahu - tahu nelpon nyuruh meriksa istri aja" Dimas berwajah kesal.
" Ya maaf, kami menikah juga tanpa rencana dan aku menikah agar bisa menjaga nya. Kamu tahu sendiri kan dia tidak mempunyai siapa - siapa lagi di sini"
" Ya, aku tahu. Itu pasti sangat berat untuk nya, tapi yang aku tidak habis fikir bagaimana bisa gadis semuda dia mau menikah dengan kamu yang tahu sendiri lah" Dimas terkekeh saat mengatakan nya.
" Ya , terlewat matang jadi nya busuk" Dimas melengos begitu saja setelah mengatakan hal itu.
" Sialan lo! Yang penting aku sudah menikah sedangkan kamu" Kenzi berkata dengan nada mengejek nya.
" Ish, aku hanya belum menemukan yang cocok saja" Dimas membela diri nya.
Dimas juga mengenal orang tua Yemi karena dia juga adalah salah satu kolega bisnis Davin dan juga sudah hampir dua tahun Dimas menjadi dokter keluarga Yemi dan juga Kenzi. Jadi kurang lebih Dimas mengetahui apa saja yang terjadi di keluarga Yemi termasuk kecelakaan yang menimpa orang tua Yemi.
Kenzi dan Dimas pun akhir nya sampai juga di kamar Kenzi tempat di mana Yemi sedang terbaring lemas di sana.
" Hay Yemi, lama tidak bertemu, kamu semakin cantik saja. Pantas saja Kenzi sampai jatuh cinta pada mu" Dimas tersenyum menggoda pada Yemi membuat wajah Yemi merona karena malu.
__ADS_1
" Ish, kamu aku suruh ke sini untuk memeriksa nya bukan untuk merayu nya!" Kenzi mendengus kesal.
" Aih, aku kan hanya mengatakan fakta" Dimas terkekeh saat mengatakan nya.
" Apa kalian saling mengenal? Pak dokter ini sangat lucu" Yemi ikut terkekeh melihat interaksi ke dua pria yang ada di hadapan nya.
" Ya, dia salah satu kolega bisnis perusahaan kita. Selain menjadi dokter, dia juga seorang CEO muda" ucap Kenzi.
" Benarkah? Wah pak dokter ini sangat kebat ternyata" wajah Yemi terlihat berbinar.
" Biasa saja, jangan terlalu memujiku. Bisa - bisa aku terbang nanti" ucap Dimas dengan nada bercanda " Biar aku periksa dulu!" Dimas pun mulai memeriksa keadaan Yemi dengan menggunakan beberapa alat kedokteran yang dia bawa. " tekanan darah normal, detak jantung juga normal. Sekarang katakan apa yang kamu rasakan saat ini dan itu terjadi sejak kapan?" Dimas tampak menatap Yemi dengan tatapan menyelidik.
" Aku merasa pusing dan mual, aku juga muntah beberapa kali pagi ini. Apa penyakit ku serius dok?" Dimas pun mengangguk mengerti.
" Apa menstruasi mu lancar? Kapan terakhir kamu mengalami nya?" tanya Dimas.
" Menstruasi, astaga aku baru ingat kalau aku belum menstruasi sejak bulan lalu. Apa itu berbahaya?" Wajah Yemi kini tampak panik.
" Tidak nona, ini tidak berbahaya tapi seperti nya kalau aku tidak salah kira perut kamu akan membesar selama beberapa bulan ke depan" Dimas tampak mengulum senyum nya.
" Apa maksud mu? Apa separah itu?" Kini Kenzi pun ikut panik.
" Ya, dan kamu bisa menyalahkan suami mu ini. Karena dia kamu jadi seperti ini sekarang" Dimas terkekeh geli saat mengatakan nya apa lagi saat ini wajah pasangan suami istri itu tampak panik dan juga bingung.
**Kalau Kenzi dan Yemi bingung, pasti para readers sudah tahu Yemi sakit apa. Iya kan? 😁😁
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏**
__ADS_1