
Yemi dan Kenzi masih setia dengan posisi mereka saat ini, Yemi juga kini mulai ikut menik mati dan mebalas permainan dari Kenzi membuat Kenzi semakin bersemangat lagi untuk melakukan nya.
Tangan Kenzi yang memang sudah terbiasa bergerilya di dalam baju Yemi kini sudah mulai beraksi, tangan Kenzi menelusup menyelinap ke dalam dan mulai bermain di dalam sana. Tangan Kenzi mengusap bagian perut, pinggang dan punggung Yemi. Yemi masih membiarkan apa yang di lakukan Kenzi karena Yemi juga terbuai dengan permainan Kenzi saat ini, bahkan Yemi tidak menyadari kalau Kenzi melepaskan pengait yang ada di punggung Yemi untuk bisa memegang dan memainkan bagian favorit nya dengan mudah.
Setelah Kenzi berhasil melepaskan nya, tangan Kenzi kembali berkelana sampai dia tiba di tempat yang sudah menjadi candu bagi nya itu
Greb
Tangan Kenzi memegang sempurna salah satu dari dua gundukan kembar milik Yemi dan sedikit meremas nya membuat Yemi kaget dan langsung mendorong tubuh Kenzi.
" Kenapa?" Kenzi bertanya dengan suara serak nya seraya menatap Yemi dengan tatapan penuh gai rah.
" A apa yang barusan uncle lakukan?" Yemi menyilangkan ke dua tangan nya di depan dada nya dengan wajah yang masih terkejut dengan detak jantung yang masih berdetak dengan kencang dan wajah yang sudah memerah.
" Kenapa ha? Bukankah biasa nya kamu menik mati nya?" Kenzi tersenyum menggoda pada Yemi.
" A apa maksud uncle aku menikmati nya?" Yemi merasa bingung apa yang di katakan oleh Kenzi kepada nya. " Jangan bilang kalau uncle pernah melakukan ini pada ku?" Yemi mengerutkan kening nya menatap uncle Ken nya.
" Bagimana ya" Kenzi tampak berfikir seraya menatap Yemi dengan tatapan menggoda nya. " Bukan pernah lagi, aku hampir setiap malam melakukan nya" Kenzi berkata cuek. " Kamu tahu? Itu sangat pas pada tangan ku dan itu adalah mainan favoritku seumur hidup ku" Kenzi menggoda Yemi namun yang di goda malah menitikan air mata nya membuat Kenzi merasa heran dan sepersekian detik kemudian
" Hiks hiks, uncle jahat! Uncle menyebalkan! Uncle mesum" Yemi menangis kencang seraya menggerak - gerakan kaki nya seperti anak kecil sambil melemparkan bantal yang ada di dekat nya pada Kenzi dan mengenai tepat di bagian dada nya.
__ADS_1
" Hey, jangan menangis! Diam lah!" Kenzi mencoba mendekat namun sebuah bantal kembali melayang mengenai tepat di wajah nya, membuat Kenzi mendengus kesal. Tapi dia harus bersabar saat ini karena di sini memang dia yang salah. " Yemi sayang, maafkan uncle oke!" Kenzi kembali mendekati Yemi setelah dia membuang bantal yang tadi di lempar Yemi ke sembarang arah.
" Uncle jahat! Uncle jahat!" Yemi terus menangis sambil merengek membuat Kenzi menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. Bahkan gairah yang sedari tadi sempat memuncak kini hilang begitu saja karena suara tangis Yemi yang lumayan kencang, untung saja letak vila yang Kenzi beli cukup jauh dari keramaian atau penginapan yang lain nya.
" Aish, apa aku salah bicara ya?" Kenzi menyugar rambut nya frustasi.
Lama Yemi menangis seperti anak kecil yang tidak di belikan mainan oleh orang tua nya dan Kenzi dengan sabar nya menunggu tangis Yemi reda dari posisi yang agak jauh karena bila dia mendekat, pasti ada saja barang yang melayang ke arah nya. Kenzi takut Yemi akan melemparkan lampu duduk yang ada di atas nakas di samping Yemi karena tinggal benda itu saja yang tersisa.
" Maaf" Kenzi mulai mendekati Yemi lagi setelah tangisan Yemi mereda. " Maafkan aku kalau kamu marah karena aku sering menyelinap ke kamar mu saat malam hari" Kenzi menangkup wajah gadis yang masih sesegukan karena tangisan nya.
" Uncle jahat, kenapa uncle tidak bilang saja pada ku. Aku kan jadi tidak bisa merasakan nya kalau aku sedang tidur" Yemi berkata terbata karena isak tangis nya membuat Kenzi mengedip kan mata nya berkali - kali mencoba mencerna apa yang di katakan gadis yang ada di hadapan nya.
" What? Apa kata nya tadi, jadi dia marah karena aku melakukan nya saat dia tidur" batin Kenzi menatap tak percaya pada gadis yang terkadang memiliki pemikiran ajaib di luar nalar orang yang normal. " Jadi kamu marah karena aku melakukan nya saat kamu tidur begitu?" Kenzi bertanya kembali untuk memastikan nya.
" Oh itu, apa maksudmu Celin?" Kenzi menatap intens wajah cantik Yemi dan Yemi pun menganggukan kepala nya." Celin adalah sahabat ku, dia kemarin datang menemuiku karena ingin mengundang ku secara langsung ke pesta pertunangan nya." Kenzi menatap wajah Yemi yang saat ini sedang berusaha menghentikan isakan dari bibir nya.
" Benarkah? Uncle tidak bohong kan?" Yemi mengangkat alis nya sebelah
Cup
Kenzi mengecup sekilas bibir mungil Yemi." Tentu saja tidak, dia juga mengundang mu. Apa kamu mau ikut hem?" Kenzi memasukan tubuh mungil Yemi ke dalam pelukan nya dan Yemi pun dengan senang hati masuk ke dalam dekapan pria yang selalu dia cintai.
__ADS_1
Yemi sekarang merasa lega karena ternyata uncle Ken nya tidak mempunyai hubungan apa - apa dengan wanita cantik yang bernama Celin. " Tapi tunggu dulu, uncle Ken sering mencium dan menjamah tubuh ku. Apa itu berarti uncle mencintaiku dan menginginkan ku?" Yemi bertanya dengan wajah polos nya membuat Kenzi semakin gemas pada istri kecil nya itu.
" Apa aku harus menjawab nya? Atau aku bisa menunjukan nya langsung dengan tidakan hem?" Kenzi menaik turun kan alis nya lucu dengan nada menggoda nya membuat wajah Yemi merona seketika.
" Ish, uncleee.." Yemi merengek manja seraya memukul pelan dada bidang Kenzi. " Cepat katakan! Aku ingin mendengar nya" Yemi masih merengek.
" Tapi seperti nya aku lebih suka mengungkapkan nya dengan tidakan"
" Uncleee!" Yemi mencubit perut Kenzi dengan lumayan keras sehingga Kenzi mengaduh kesakitan
" Aw" Kenzi mengusap perut nya yang terasa panas akibat cubitan dari Yemi. " Ish, galak sekali istri ku ini" Kenzi terkekeh saat mengatakan nya.
" Makan nya, cepat katakan!" Yemi mengerucutkan bibir nya.
" Baiklah, dengarkan aku baik - baik karena aku tidak akan mengulangi nya" Yemi menganggukan kepala nya dan bersiap untuk mendengarkan apa tang akan dikatakan Kenzi selanjut nya. " Aishiteiru, watashi wa eien ni anato o aishimasu ( aku mencintaimu, aku mencintaimu selama nya)." Kenzi mengungkapkan perasaan nya pada Yemi dengan menggunakan bahasa jepang membuat Yemi tersenyum senang sekaligus bingung karena Yemi tidak mengerti apa yang di katakan oleh uncle Ken nya yang bersetatus sebagai suami nya itu.
" Arti nya?" Yemi mendongakan kepala nya menatap Kenzi dengan wajah berbinar.
" Arti nya? Kamu bisa buka kamus bahasa Jepang atau serching di google" Kenzi terkekeh saat mengatakan nya seraya memencet hidung mungil istri kecil nya itu. Sedang kan Yemi tampak memberengut kesal seraya kembali mencubit Kenzi pada bagian perut nya.
Namun kali ini Kenzi berhasil menghindar, dan membalas menggelitiki pinggang Yemi membuat Yemi tertawa geli begitu pun Kenzi yang tertawa senang.
__ADS_1
Maaf kalau bahasa Jepang nya ada kesalahan karena autor juga serching di google 😁😁
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏