
Setelah kejadian memalukan yang di alami Yemi dan Kenzi tadi, Yemi tampak gelisah mondar - mandir di dalam kamar nya. Kini dia sudah memakai pakaian rumah nya celana pendek dan kaos kebesaran yang dia punya.
" Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan sekarang?" Yemi terus mondar - mandir seraya sesekali menggigit jari nya sendiri " Aih, kenapa aku bisa ketiduran di kamar mandi sih? Yemi - Yemi, lo itu kebo nya kebangetan sih" Yemi merutuki kebodohan nya sendiri yang bisa - bisa nya ketiduran di dalam bath up seperti tadi sehingga Kenzi harus mrmbangunkan nya dan terjadi lah hal yang memalukan tadi.
" Kalau aku ke luar, aku malu sekali" Yemi menutup wajah nya sendiri . " Tapi kalau aku tidak keluar, aku lapar" Yemi memegang perut nya sendiri seraya memasang wajah yang menyedihkan.
Lama Yemi mondar - mandir seraya berfikir dalam kamar nya sendiri sementara Kenzi yang baru saja menyelesaikan ritual mandi nya yang ke dua karena harus kembali menidurkan sesuatu yang terbangun di bawah sana sejak dia melihat tubuh Yemi yang tanpa sehelai benang pun di kamar mandi nya tadi. Kenzi sudah mati - matian menahan gejolak yang ada pada diri nya saat itu dan baru bisa menuntaskan nya barusan di kamar mandi dengan bersolo karir.
Kenzi mengerutkan kening nya saat masuk ke dalam ruang makan yang masih kosong, belum ada tanda - tanda keberadaan Yemi atau bekas kehadiran nya karena makanan yang telah dia siapkan masih terlihat utuh.
" Apa Yemi tidur lagi ya? Apa dia tidak lapar?" Kenzi melangkah kembali ke kamar Yemi untuk memanggil nya dan memastikan kalau anak kecil itu sudah tidur atau belum.
Tok
Tok
Tok
Kenzi mengetuk pintu dari luar sementara Yemi di dalam kelabakan karena dia masih belum tahu harus bagaimana saat Kenzi mengetuk pintu kamar nya.
" Bagaimana ini, apa aku pura - pura tidur saja ya? Aaah tapi aku lapar" Yemi merasa dilema dengan apa yang harus dia lakukan sekarang.
Tok
Tok
__ADS_1
Tok
Pintu lembali di ketuk dengan lebih kencang karena tidak ada jawaban dari Yemi.
" Yemi , apa kamu tidur? Apa kamu tidak lapar ha?" Terdengar suara Kenzi dari luar.
" Ish, tentu saja aku lapar, tapi aku malu" Yemi menggeleng - gelengkan kepala nya berkali - kali seraya memegang ke dua pipi nya yang terasa panas. " Bisa - bisa nya si uncle bersikap biasa saja setelah semua yang telah terjadi tadi, Ish benar - benar menyebalkan" Yemi mendengus kesal saat mengingat semua yang terjadi dan sikap Kenzi hanya biasa saja.
Yemi tidak tahu saja kalau Kenzi memang sudah biasa menyentuh tubuh Yemi pada bagian itu, bahkan bukan hanya menyentuh nya saja bahkan dia sudah melakukan hal yang lebih dari sekedar yang Kenzi lakukan karena insiden yang terjadi tadi.
Ceklek
Setelah melakukan berbagai pertimbangan dan membiasakan mimik wajah nya agar terlihat biasa, Yemi pun memutuskan untuk membuka pintu kamar nya dan menemui uncle Ken nya.
" Ada apa?" Yemi berusaha bersikap sebiasa mungkin di depan Kenzi. Namun dia tidak bisa menyembunyikan riak wajah nya yang memerah karena malu saat melihat kembali wajah Kenzi.
" Ayo, kita makan malam! Aku sudah lapar!" Kenzi berkata datar seraya melangkah kan kaki nya menuju meja makan tanpa menunggu jawaban dari Yemi.
" Dasar uncle menyebalkan!" Gumam Yemi seraya mendengus kesal, namun kaki nya melangkah juga mengikuti uncle Ken nya yang menyebalkan itu dengan wajah yang memberengut kesal.
Akhir nya malam itu Kenzi dan Yemi makan malam dalam suasana hening dan tidak berisik seperti biasa nya, karena Yemi yang biasa nya menjadi sumber kebisingan Kenzi kini hanya makan dengan tenang tanpa suara sedikit pun. Bahkan Yemi seperti nya enggan walau hanya untuk melihat wajah Kenzi saat ini.
" Oh ya, masalah baju itu. Aku akan membelikan yang lebih bagus dari itu" Kenzi me lap mulut nya dengan tisyu seraya meminum minuman yang ada dalam gelas di hadapan nya. Kenzi merasa tidak nyaman dengan suasana yang hening seperti itu. Dia lebih suka Yemi yang berisik dan juga heboh.
" Ish, baju lagi baju lagi. Apa tidak ada hal yang lain nya untuk di bahas apa?" Yemi mengerucutkan bibir nya lucu
__ADS_1
" Tentu saja ada, tapi aku akan membahas nya hanya setelah kamu menyetujui untuk membuang baju dari guru BK mu itu" Kenzi berkata cuek.
" Ish, uncle menyebalkan" Yemi mendengus kesal " Lagi pula aku tidak peduli lagi dengan baju itu, toh pak Devan juga tadi membelikan nya hanya untuk aku pakai dalam pertemuan tadi siang?" Yemi saat ini berbicara dengan lebih santai.
" Benarkah? Bagus kalau begitu?" Kenzi mengangguk - anggukan kepala nya seraya duduk bersandar melipat ke dua tangan nya di depan dada nya.
" Sekarang katakan hal lain apa yang ingin uncle bicarakan pada ku!" Yemi memajukan badan nya ke atas meja dan menatap Kenzi dengan tatapan menyelidik.
" Sebenar nya sih tidak ada, tapi ada sesuatu hal yang harus kamu tahu!" Kenzi ikut memajukan badan nya sehingga kini wajah Kenzi dan Yemi sangat dekat saat ini membuat jantung Yemi sekarang berdetak sangat cepat dengan wajah yang kembali memerah
" Lihat lah wajah nya saat ini! Terlihat menggemaskan" batin Kenzi. Sebenar nya Kenzi berniat untuk sedikit menggoda istri kecil nya itu.
" A apa yang akan uncle katakan?" Yemi berbicara terbata sambil berusaha menutupi kegugupan nya saat ini
Jujur saja posisi wajah Kenzi yang dekat dengan wajah nya membuat jantung Yemi tidak bekerja dengan normal apalagi kejadian di kamar mandi tadi masih terekam jelas dalam ingatan nya.
" Aku hanya ingin mengatakan bahwa seperti nya ukuran mu sudah pas, dan seperti nya akan sangat pas di tangan ku?" Kenzi tersenyum menggoda pada Yemi saat mengatakan nya.
" Ukuran, pas? Apa yang dia maksud?" gumam Yemi dengan wajah yang bingung.
" Sudahlah aku sangat lelah dan mau tidur, selamat malam anak kecil" Kenzi berkata dengan cuek dan berlalu begitu saja tanpa menghiraukan Yemi yang masih dalam kebingungan nya.
" Tunggu - tunggu, apa tadi dia bilang? Ukuran yang pas di tangan nya? Apa maksud uncle?" Yemi melihat ke arah bawah dan melihat bagian tubuh nya yang tadi tanpa di sengaja bertubrukan dengan wajah Kenzi. Yemi tampak membulatkan mata dan mulut nya setelah menyadari apa yang di maksud Kenzi barusan.
" Aaaah , dasar uncle cabul menyebalkaaan!" Yemi berteriak kencang seraya menyilangkan ke dua tangan nya di dada nya.
__ADS_1
Sedangkan Kenzi sudah bersiap menutup ke dua telinga nya seraya tersenyum penuh kemenangan berjalan menuju kamar nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏