
" Bodoh nya kau Simi, bagaimana bisa kamu tidak menyadari saat dar ah ini keluar" gumam Simi merutuki kebodohan nya seraya memasang pem balut yang sudah dia ambil dari tas nya tadi pada benda segitiga yang biasa dia pakai dan memakai nya. " Aiiih, kamu terlalu keenakan sih dengan sentuhan om suami mu itu" gumam Simi lagi dan sekarang di sertai kikikan kecil. Simi merasa geli sendiri dengan ucapan nya barusan.
Simi kini masih di kamar mandi dan dia baru saja selesai membersihkan diri nya dan mencuci bekas da rah yang tadi tertinggal pada celana nya setelah tadi dia memakai pakaian nya kembali.
Tok
Tok
Tok
Terdengar pintu di ketuk dari luar
" Sayang, apa kamu tidak apa - apa?" Terdengar suara Alfaro dari luar sana dan nada nya terdengar cemas.
" Aku baik - baik saja om, sebentar lagi aku juga selesai" jawab Simi dari dalam setengah berteriak. " Si om pasti kesal karena aku malah kedatangan tamu bulanan ku di malam pertama kami" Simi merasa tidak enak pada suami nya itu.
Tak lama setelah Simi selesai dengan aktifitas nya di kamar mandi, Simi langsung keluar dari kamar mandi dengan ragu. Apa lagi sejak tadi Alfaro terus mengetuk pintu dan tidak sabar ingin Simi segera keluar dari dalam kamar mandi itu, Simi fikir Alfaro sedang kesal pada nya.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka dari dalam, dan yang pertama kali Simi lihat adalah sosok Alfaro yang sedang berdiri di depan pintu kamar mandi dengan wajah yang sulit untuk di artikan.
" Apa kamu tidak apa - apa sayang" Alfaro langsung memeriksa bagian tubuh Simi dengan wajah yang terlihat panik.
__ADS_1
" A aku baik - baik saja" Simi tersenyum kikuk. " Apa yang terjadi? Bukan nya seharus nya om Alfa kecewa pada ku, tapi kenapa ini?" Batin Simi menatap Alfaro dengan aneh " Aaakh" Simi terpekik kaget karena saat diri nya yang sedang bingung terasa melayang di udara saat Alfaro mengangkat tubuh Simi dan menggendong nya menuju tempat tidur mereka.
" Berbaring lah! Apa benar kamu tidak apa - apa?" Alfaro membaringkan tubuh Simi di atas tempat tidur dan Alfaro duduk di samping Simi masih dengan wajah cemas nya.
" Aku baik - baik saja om" Simi tersenyum manis.
" Bagaimana bisa kamu baik - baik saja saat begitu banyak da rah yang keluar dari bagian bawah milik mu" Alfaro kini berwajah panik.
" Apa, apa tadi dia bilang?" Batin Simi seraya mengedipkan mata nya berkali - kali saat mendengar perkataan Alfaro barusan. " Tidak mungkin kan kalau om Alfa tidak tahu apa yang sedang terjadi pada ku?" Batin Simi lagi seraya menatap Alfaro dengan tatapan menyelidik.
" Aku khawatir terjadi hal buruk pada mu, aku akan memanggil dokter sekarang!" Alfaro mengambil ponsel nya yang dia letakan di atas nakas dengan panik dan hendak memanggil dokter dengan itu membuat Simi ikut panik.
" Fix, om Alfa benar - benar tidak tahu apa yang sedang terjadi pada ku" batin Simi langsung bangun dan mengambil ponsel dari tangan Alfaro. " Jangan om, aku baik - baik saja" Simi berusaha meyakinkan Alfaro.
" Iya om aku tahu, tapi kalau om memnggil dokter sekarang, yang ada kita akan di tertawakan" Simi mendengus kesal.
" Itu tidak mungkin sayang, tidak ada yang berani menertawakan kita" Alfaro masih keukeuh.
" Ish, dengarkan aku baik - baik!" Simi menahan tubuh Alfaro agar terdiam. " Apa ada orang yang tidak tahu tentang datang bulan pada wanita?" batin Simi menatap Alfaro dengan tatapan menyelidik. " Katakan, apa om benar - benar tidak tahu apa yang sedang terjadi pada ku saat ini?" Alfaro menggelengkan kepala nya dengan wajah yang terlihat bingung.
" Apa itu penyakit yang serius?" Alfaro bertanya dengan wajah yang semakin panik.
" Aku tidak sakit apa - apa om, dan apa yang sedang terjadi pada ku ini wajar terjadi pada setiap wanita dewasa" Simi berusaha menjelaskan.
__ADS_1
" Benarkah?" Alfaro mengerutkan kening nya.
" Ya om, tapi tunggu! Apa om benar - benar tidak tahu tentang datang bulan ini?" Simi tidak habis fikir dengan suami nya itu, maksud nya memang ada di dunia ini orang dewasa yang tidak mengetahui masalah ini?
" Apa katamu? Datang bulan? Apa maksudmu bulan yang ada di atas langit?" Alfaro malah terlihat semakin bingung membuat Simi menepuk jidat nya sendiri seraya menggelengkan kepala nya. Simi merasa bingung harus menjelaskan nya seperti apa.
" Bukan bulan yang itu om, maksud nya setiap bulan nya wanita dewasa seperti ku memang selalu kedatangan tamu bulanan berupa si merah itu" Simi memutar bola mata nya malas.
" Benarkah? Kenapa aku tidak mengetahui nya?" Alfaro tampak berfikir.
" Haish, itu juga yang ingin aku tanyakan pada om. Bagaimana bisa om tidak mengetahui hal ini sedangkan ini di ajarkan di setiap sekolahan bahkan sejak di sekolah dasar" Simi melipat ke dua tangan nya di depan dada nya.
" Itu kan di sekolah sedangkan aku tidak pernah pergi kesekolah mana pun" Alfaro menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
" Apa maksud om, om tidak pernah sekolah begitu? Tapi bagaimana om bisa sangat pintar tanpa bersekolah?" Simi nampak sangat terkejut dengan ucapan Alvaro barusan.
" Ish, tentu saja aku sekolah. Hanya saja aku bersekolah di mansion ini dan seingatku tidak ada pelajaran yang mengajarkan tentang hal itu" Alfaro terlihat berfikir.
Ya Alfaro yang merupakan putra pertama dan putra mahkota dari Aldiron Petra Company membuat dia mendapatkan perlakuan khusus dari Archilles dan orang tua nya selama masa hidup mereka, sehingga Alfaro tidak di izinkan keluar mansion sembarangan tanpa pengawalan sejak kecil termasuk sekolah nya. Alfaro tidak di biarkan sekolah di sekolah biasa melainkan sekolah secara home scooling di mansion dengan mendatangkan beberapa guru privat ke dalam mansion.
Tentu saja pelajaran yang di pelajari Alfaro juga berbeda dari yang lain nya, yang biasa di pelajari Alfaro adalah pelajaran bisnis dan tentang berbagai negara di dunia beserta bahasa dan kemajuan teknologi nya. Itu lah hal yang membuat Alfaro menjadi tertutup dan tak pandai bersosialisasi, bahkan mungkin itu juga yang membuat Alfato menjadi sombong dan seenak nya sehingga terjadilah kejadian di mana Archilles membuang Alfaro ke Indonesia.
Dan selama dia tinggal di sana lah Alfaro sedikit demi sedikit tahu tentang kehidupan sosial manusia pada umum nya kecuali beberapa hal mengenai wanita, karena Alfaro selama ini tidak pernah dekat dengan wanita kecuali mommy nya dan Anaya. Dan jelas saja Alfaro tidak akan tahu mengenai tentang datang bulan karena tidak mungkin seorang wanita membahas itu di depan pria kecuali suami mereka. Apa lagi saat Alfaro di kirim ke Indonesia Anaya masih baru akan menginjak usia remaja dan belum mendapatkan haid pertama nya.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏