Touch Me Please My Uncle

Touch Me Please My Uncle
Bab 61


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, Mia dan Yemi akhir nya menyelesaikan ujian mereka dengan lancar dan juga baik. Saat ini mereka hanya tinggal menunggu hari kelulusan saja yang tinggal hanya beberapa hari lagi.


Malam ini seperti biasa nya Mia pergi bekerja di bar milik paman Roy yang letak nya tidak jauh dari kontrakan nya. Mia akhir nya bisa bernafas lega setelah bisa berhasil menyelesaikan ujian nya dengan baik dan itu juga berkat bimbingan dari pak guru mesum menyebalkan nya, siapa lagi kalau bukan Devan.


" Mulai hari ini pak Devan tidak akan datang lagi ke kontrakan butut ku lagi" Mia terlihat lesu sambil menjatuhkan kepala nya di atas meja bartender yang ada di hadapan nya. " Ish, kenapa rasa nya sedih ya? Memikirkan kalau aku tidak akan pernah bertemu dengan nya lagi setelah lulus sekolah " Mia menghela nafas nya kasar. Entah sudah ke berapa kali nya Mia melakukan nya.


" Kamu kenapa lagi sih Mi? Kamu kelihatan nya galau banget" Bob yang merasa aneh melihat keponakan dari atasan nya memutuskan untuk menanyakan nya langsung pada gadis itu.


" Ngak papa kok kak, cuma lagi bingung aja" Mia mengangkat wajah nya untuk melihat Bob yang sedang berbicara pada nya.


" Bingung? Bingung kenapa?" Bob mengangkat alis nya sebelah.


" Begini loh ka, aku kan udah selesai ujian. Bukan nya aku harus nya senang ya karena sebentar lagi akan lulus, tapi kok rasa nya seperti ada yang akan hilang dalam hati ku dan membuat aku tidak rela meninggalkan sekolah ku?" Mia mengerucutkan bibir nya.


" Ish, seperti nya penyakit gila mu semakin parah. Ck ck ck..." Bob berdecak seraya menggeleng - gelengkan kepala nya.


" Ish, kakak ini. Aku serius tahu" Mia melempari Bob dengan bolpoin yang selalu dia bawa namun tidak kena sama sekali.


" Aku juga serius Mi, mana ada orang yang tidak ingin lulus sekolah. Kalau bukan gila berarti itu penyakit cinta" Bob terkekeh saat mengatakan nya. " Katakan! Apa itu karena pak guru itu?" Bob tersenyum menggoda pada Mia.


" Ish, mana ada" Mia memalingkan wajah nya untuk menutupi kegugupan nya.


" Baiklah, lupakan guru itu! Bagaimana kalau besok aku akan mengajak mu jalan - jalan, aku yang traktir anggap saja sebagai hadiah karena kamu sudah menyelesaikan ujian mu dengan baik" Bob mengangkat alis nya sebelah.


" Benarkah? Kakak tidak bohong kan?" Mia berkata dengan wajah yang berbinar.

__ADS_1


" Aku serius, tapi sebagai ganti nya kamu harus membantuku memilihkan hadiah untuk kekasih ku!" Bob melipat tangan nya di depan dada nya.


" Siap bos! Tapi kekasih yang mana lagi kak, kak Lusi, atau kak Arsyi?" Ya, Bobvyang belum menemukan pasangan yang cocok memang sering berganti pasangan dan Mia selalu tahu Bob sedang berhubungan dengan siapa saja.


" Bukan ke dua nya, yang ini nama nya Ria. Dia lebih cantik dari mereka berdua" Bob berkata ponggah.


" Cih, hati - hati kak. Entar semua nya kabur baru tahu rasa" Mia memutar bola mata nya malas. Memang seperti itu Bob yang selalu menjalin hubungan tidak puas hanya dengan satu wanita.


" Tenang saja, aku selalu berhati - hati" ucap Bobi percaya diri.


" Terserah, yang penting aku sudah memperingatkan kakak ya" Mia pun langsung pergi dari hadapan Bob karena dia sudah di panggil oleh salah satu pelanggan yang datang ke sana untuk mencatat pesanan nya.


Bob hanya terkekeh setelah mendengarkan ucapan Mia itu.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


" Jadi, kakak mau membeli apa? Baju, tas, sepatu atau perhiasan?" Mia menaikan alis nya seraya menunujuk beberapa toko yang berderet di hadapan nya.


" Bagaimana menurut mu?" Bob malah balik bertanya pada Mia.


" Bagiamana kalau perhiasan, cincin atau kalung pasti akan sangat pas untuk hadiah. Apa lagi kalau kakak memberikan nya di momen yang sangat romantis" Mia berkata dengan mata yang berbinar membayangkan kalau saja diri nya yang di perlakukan seperti itu oleh pria yang dia cintai. Mia pasti akan menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini.


" Baiklah, ayo kita ke toko perhiasan!" Bob menarik tangan Mia yang masih asyik dengan lamunan nya menuju ke sebuah toko perhiasan yang ada di sana.


Bob dan Mia sedang tampak asyik memilih perhiasan yang menurut mereka cocok untuk Bob berikan pada kekasih nya saat ada dua orang masuk ke dalam toko yang sedang mereka datangi.

__ADS_1


" Di sini kita akan membeli cincin pernikahan nya?" Terdengar suara seorang pria yang tak asing di telinga Mia saat ini.


" Pak Devan" batin Mia dengan jantung yang berdebar - debar.


" Ya, kata nya di sini model nya bagus - bagus" jawab seorang wanita.


Mia menolehkan pandangan nya untuk memastikan apa kah benar kalau yang datang barusan adalah pak guru mesum menyebalkan nya yang selama beberapa hari ini selalu mengisi hari - hari nya.


Mata Mia membulat sempurna dengan wajah yang sangat terkejut saat ternyata memang benar orang itu adalah Devan. Disana tampak Devan dengan seorang wanita yang terlihat cantik dan dewasa sedang menghampiri pelayan toko tepat di samping Mia, namun Devan seperti nya belum menyadari keberadaan Mia saat ini.


" Tolong perlihatkan beberapa cincin pernikahan!" ucap Devan pada pelayan toko yang ada di sana.


" Baiklah tunggu sebentar pak!" Pelayan toko itu tampak pergi untuk mengambil apa yang di pesan oleh Devan tadi.


" Jadi pak Devan akan menikah? Kenapa ini sakit sekali saat mendengar nya" batin Mia memegangi dada nya sendiri. Mia pun terburu - buru memalingkan wajah nya dari Devan, jujur saja Mia tidak akan sanggup untuk melihat wajah bahagia Devan dengan wanita yang ada di samping nya lebih lama lagi karena hati nya saat ini benar - benar sakit.


Di sisi lain Devan yang sedang menunggu pelayan toko tampak mengedarkan pandangan nya dan tak sengaja melihat sosok gadis yang tak asing lagi bagi nya tengah berdiri tepat di samping nya


" Mia, sedang apa kamu di sini?" Devan mengembangkan senyuman nya karena dapat melihat lagi gadis yang dua hari kemarin tidak bisa dia temui karena harus membantu persiapan pernikahan di keluarga nya.


" Ah, pak Devan juga di sini? Aku mengantar kak Bob untuk membeli hadiah" Mia tersenyum kikuk menutupi perasaan nya. " Bapak sendiri sedang apa di sini?" Mia mengerutkan kening nya.


" Aku sedang membeli cincin pernikahan" Devan masih mengembangkan senyuman nya. " Aku_ " belum sempat Devan melanjutkan kata - kata nya Mia sudah menyela nya.


" Oh, selamat ya pak! Ngomong - ngomong kami duluan, kami sudah selesai" Mia terburu - buru menarik tangan Bob yang terlihat bingung karena mereka sama sekali belum selesai memilih apa yang akan mereka beli.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen. Jangan lupa juga tambahkan ke favorite kalian dan berikan hadiah yang buanyak untuk karya ini. Terima kasih 🙏🙏


__ADS_2